Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menjengkelkan (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Putri Mei menuju keruangan permaisuri Zinsy. disana juga kebetulan ada kaisar langit yang masih ingin terus berada di samping istrinya. dia mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian masuk.


Kedua pasangan suami istri itu pun nampak heran ketika melihat putri Mei terus menutupi mulutnya sehingga permaisuri Zinsy bertanya pada gadis itu.


"Ada apa Mei'er kenapa kau menutupi mulutnya? apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?' tanya permaisuri Zinsy.


Putri Mei pun langsung membuka mulutnya yang membuat dua orang itu terkejut bukan main. permaisuri Zinsy langsung bangun dan mendekati putri Mei yang saat ini sesegukan.


"Dia sudah menyerangku permaisuri. dia juga melukaiku dan ingin mengambil apa yang sudah aku beli." ucap putri Mei dengan berpura-pura kesakitan.


"Bagaimana ini bisa terjadi? siapa yang sudah melakukannya padamu?" tanya kaisar langit


"Gadis itu. yang menyembuhkan permaisuri. dia menyerangku dan membuatku malu di hadapan semua orang." jawab putri Mei.


"Apa yang kau maksud putriku Yuan Lin?" tanya kaisar langit dengan bingungnya.


"Iya dia yang sudah membuatku menjadi seperti padahal aku berbaik hati ingin menemaninya tapi dia malah menolak dan memaksa ku untuk pergi kemudian menyerangku." kata putri Mei yang seolah-olah seperti dia yang sangat teraniaya.


"Tapi itu tidak mungkin Mei'er. cucuku gadis yang baik dia tidak mungkin melakukan hal itu padamu." kata permaisuri Zinsy yang membuat putri kesal.


"Tau kau lihat sendiri bukan apa yang sudah terjadi padaku. bagaimana mungkin permaisuri mengatakan jika gadis itu adalah gadis yang baik. disana juga banyak mata yang melihat ku ketika di perlakukan buruk olehnya." kata putri Mei dengan menangis.


Keduanya pun hanya bisa saling pandang saja karena sebenarnya mereka juga tidak yakin jika Yuan Lin lah yang melakukan hal tersebut. tapi tak menutup kemungkinan juga karena mereka baru bertemu satu sebentar dengan Yuan Lin dan mereka belum tahu pasti bagaimana sifat gadis itu.


"Baiklah aku akan memanggil putri Yuan Lin kesini." kata kaisar langit.

__ADS_1


Kaisar langit pun menyuruh seorang prajurit untuk memanggil Yuan Lin. di carinya Yuan Lin ke seluruh penjuru istana dan di luar istana tapi tidak menemukan dimana keberadaan gadis itu. sehingga prajurit tadi memilih untuk kembali saja.


"Maaf kaisar tapi saya tidak menemukan putri Yuan Lin." kata prajurit tadi yang membuat kaisar langit mendongak.


"Apakah kau hanya mencari sendirian?" tanya kaisar langit.


"Tidak saya mencari bersama beberapa rekan saya di seluruh istana ini dan di luar istana. tapi kami tidak menemukan dimana keberadaan putri Yuan Lin." jawab prajurit tadi.


"Baiklah kau boleh pergi. cari lagi dimana keberadaan putri Yuan Lin." titah Kaisar langit yang di angguki prajurit itu kemudian dia keluar ruangan.


"Aku yakin kaisar dia pasti ingin kabur karena tahu aku akan mengatakan hal ini padamu. " kata putri Mei yang membuat kaisar langit hanya bisa menatapnya saja.


Disaat semua orang tengah mencarinya justru saat ini Yuan Lin tengah berada di ruang dimensinya. ia menyilangkan tangannya ke dada sambil terus memperhatikan bagaimana Xiao menjahit kain yang tadi dia beli menjadi sebuah hanfu mewah dan sangat indah.


Xiao tentu saja tidak bisa berbicara apapun entah itu di dalam hati ataupun berbicara secara langsung karena melihat tatapan nonanya saja sudah membuatnya bergidik.


Beberapa saat kemudian hanfu itupun jadi. Yuan Lin di buat terperangah dengan hasilnya. dia belum pernah melihat pakaian seindah dan semewah ini. sepertinya belum ada yang menggunakan pakaian seperti itu apalagi memilikinya.


"Bagaimana nona. maaf jika hasilnya masih sangat buruk. jika nona mau saya bisa memperbaiki lagi." kata Xiao.


"Ehh tidak tidak siapa yang mengatakan jika ini buruk. ini adalah pakaian terbagus yang pernah aku liat. terimakasih karena kau sudah membuatkan ku pakaian indah ini." kata Yuan Lin dengan berterimakasih pada Xiao.


Ia pun melemparkan sebuah pil bewarna kuning keemasan pada Xiao. dengan refleks dan kaget Xiao pun menangkapnya.


"Itu berguna untuk meningkatkan kekuatan mu. berkultivasilah aku tidak akan mengganggumu lagi." kata Yuan Lin yang membuat Xiao langsung berbinar bahagia.

__ADS_1


"Baiklah terimakasih nona. nona yang terbaik." kata Xiao dengan berlari dan langsung menuju ke bawah pohon untuk berkultivasi.


Setelah itu Yuan Lin pun kembali keluar dan tiba-tiba saja muncul di depan sebuah kedai makan. karena merasa lapar ia pun akhirnya memilih untuk singgah sebentar.


Ia memesan makanan pada pemilik kedai dan menunggunya di lantai paling atas karena tak mau jika ada yang menggangu acara makannya.


"Aku rasa gadis itu akan tidak akan berhenti mencari masalah denganku." gumam Yuan Lin dengan menggelengkan kepalanya.


beberapa saat kemudian pesanan pun datang ia langsung melahap makanan itu dengan tenangnya. ia duduk seperti orang pada umumnya dan sudah jarang dia makan dengan satu kaki di angkat.


Baru saja dia ingin menikmati suasana itu, dari bawah terdengar keributan tapi dia tetap membiarkan saja dan melanjutkan makan tanpa menghiraukan apapun. hingga ada dua orang prajurit yang tiba-tiba saja naik ke atas dan melihat Yuan Lin.


Pemilik kedai tersebut di buat panik, dia mengikuti dua prajurit tersebut yang ternyata sedang mencari keberadaan Yuan Lin. gadis itu masih terus makan tanpa menghiraukan kehadiran mereka sehingga membuat dua prajurit itu kesal dan langsung menggebrak meja makan yang sedang di tempati Yuan Lin


Seketika semua makanan pun jatuh. Yuan Lin berdiri dengan tatapan tajam dan marahnya. kenapa selalu saja ada orang yang senang mengganggunya saat dia sedang makan atau ingin bersantai sedikit saja.


Ia mencekik leher prajurit yang tadi menggebrak meja tersebut dan mengangkatnya hingga kaki prajurit itu tidak lagi menempel di lantai.


"Apakah kau ingin cari mati hah. ada masalah apa kau denganku katakan sialan!!" umpat Yuan Lin dengan marahnya.


"Sa saya me mendapatkan titah dari kaisar langit untuk membawa putri kembali ke istana." ucap prajurit itu dengan ketakutan melihat kemarahan Yuan Lin .


Bukan hanya prajurit tersebut tapi rekannya dan pemilik kedai yang melihat juga ikut gemetaran. hingga Yuan Lin pun melemparkan tubuh prajurit tadi kemudian berlalu pergi.


"Ini paman." kata Yuan Lin dengan memberikan beberapa koin emas sebagai bayaran.

__ADS_1


__ADS_2