Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Sampai Di Kerajaan Kaisar Langit (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Setelah beberapa saat membujuk putri Rein Xia akhirnya bocah kecil itupun menurut dan mau di tinggalkan Yuan Lin. tentu saja itu bukan hal mudah untuk membujuknya.


Saat ini mereka sudah kembali ke istana. Yuan Lin berpamitan untuk segera pergi ke kerajaan kaisar langit. tak lupa ia juga memberikan hadiah pada ratu Qinan Xia dan raja Ruxi Zu.


Melihat senjata yang di berikan Yuan membuat raja Ruxi sangat gembira bukan main. itu adalah sebuah kapak hitam yang sudah berusia ribuan tahun dan sangat langka dan Yuan Lin memberikan secara gratis. mungkin jika orang lain tidak akan pernah memberikan senjata itu pada siapapun.


"Jika ada waktu kembali lagi kesini putri. aku akan sangat senang jika putri kesini lagi." kata ratu Qinan Xia dengan memeluk yuan Lin.


"Itu pasti ratu jika aku sudah menyelesaikan semua tugasku aku pasti akan kesini lagi dan bermain bersama putri Rein." jawab Yuan Lin.


"Ingat apa yang aku katakan tadi bukan." kata Yuan Lin pada putri Rein Xia.


"Menelti kak catik." ucap putri Rein Xia dengan lucunya yang membuat Yuan Lin gemas sehingga mencubit pelan pipi bocah itu.


"Baiklah saya pamit pergi" kata Yuan Lin


"Hati-hati putri." kata raja Ruxi Zu.


Setelah sampai di luar Yuan Lin pun segera melesat untuk menuju ke istana kaisar langit tapi lupa bertanya dimana letak kerajaan itu sehingga dia pun berhenti di pasar dan bertanya pada orang.


Setelah mengetahui dimana kerajaan itu kini dia pun langsung saja menuju ke sana. butuh waktu sekitar satu jam lama untuk sampai ke istana kaisar langit. Beberapa saat kemudian kini Yuan Lin telah sampai di depan istana kaisar langit.


Istana yang sangat megah dengan gerbang bewarna emas menjulang tinggi di depan. sepertinya semua bangunan di istana kaisar langit terbuat dari emas dan berlian hitam. siapapun bisa menebak saat pertama kalinya melihat begitupun juga dengan Yuan Lin

__ADS_1


prajurit yang sedang berjaga dan melihat Yuan Lin ingin masuk pun langsung menghalanginya. mereka menatap Yuan Lin dengan tajam dan penuh selidik tapi itu tidak menjadi masalah bagi Yuan Lin. dia sudah biasa menghadapi hal seperti ini.


"Siapa kau? kemana kau ingin pergi?" tanya salah satu prajurit


"Saya ingin masuk kedalam." Jawab Yuan Lin dengan singkatnya.


"Tunjukan identitas mu lebih dulu." kata prajurit itu lagi.


Yuan Lin pun menunjukkan sebuah lencana bewarna biru dengan lambang bayangan hitam. ya itu adalah lencana pemimpin suatu anggota. dan anggota itu adalah pasukan khusus miliknya. Yuan Lin menamai pasukannya dengan pasukan seribu bayangan.


Melihat hal itu membuat kedua prajurit itu saling pandang saja. mereka tahu dan sangat hafal semua sekte yang ada di alam atas tapi ketika melihat lencana Yuan Lin tentu saja mereka bingung karena mereka tidak tahu.


"Lambang apa ini? dari sekte mana kau berasal. aku tidak pernah tahu jika ada sekte dengan lambang seperti ini. apakah kau baru saja mendirikan sekte karena itu aku tidak tahu." kata prajurit tadi.


"Tidak. sebenarnya aku bukan berasal dari sini. aku berasal dari dunia bawah dan aku mempunyai anggota yang bernama pasukan seribu bayangan." jawab Yuan Lin yang membuat mereka terkejut.


"Aku kesini karena aku mempunyai tugas yang harus ku selesaikan dan tugasku ada di dalam istana ini. tolong ijinkan aku masuk." kata Yuan Lin.


"Tugas apa yang kau maksud?" tanya prajurit itu dengan penasarannya.


"Aku di tugaskan untuk menyembuhkan ne....ah maksud ku aku di tugaskan untuk menyembuhkan permaisuri." kata Yuan Lin yang lagi-lagi membuat mereka terkejut.


Dengan segera salah satu dari mereka pun berlari masuk dan melaporkan pada kaisar langit. kaisar langit dan dewa Wenzui yang sedang berbicara pun di buat kaget mendengar ucapan prajurit tersebut. mereka juga langsung berlari keluar untuk menemui Yuan Lin

__ADS_1


Dari kejauhan dewa Wenzui tersenyum kecil melihat orang yang di tunggu-tunggu sudah tiba. ia juga tidak menyangka jika orang itu adalah seorang gadis.


"Ini kaisar." kata prajurit tadi dengan menunjuk Yuan Lin


"Salam pada kaisar." kata Yuan Lin dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak sopan. apakah begitu caramu memberikan salam pada kaisar hah. lakukan dengan benar." seru prajurit itu sendiri marah karena cara Yuan Lin di anggap tidak sopan karena memang di kerajaan itu tidak ada yang memberikan salam seperti yang dilakukan Yuan Lin tadi.


"Tidak perlu di permasalahkan. apakah benar jika kau membawa penawar untuk mengobati istriku?" tanya kaisar langit tanpa basa-basi.


"Ya saya di tugaskan kemari untuk menyembuhkan permaisuri dan juga menyelesaikan tugasku." jawab Yuan Lin.


"Baiklah ayo masuk." kata kaisar langit dengan gembiranya.


Setelah sekian lama dia berusaha dan tidak mendapatkan hasil apapun kini malah datang seorang yang bersedia mengobati istrinya.


Sedari Yuan Lin terus memperhatikan dewa Wenzui. ia merasa tidak asing dengan wajah pria itu. dewa Wenzui pun juga tahu apa yang sedang di pikirkan Yuan Lin. ia ingin menjelaskannya nanti. untuk sekarang dia akan fokus pada pengobatan permaisuri Zinsy.


mereka menuju ke kediaman dimana permaisuri Zinsy masih terus terbaring. ketika sudah sampai di ruangan itu, dilihatnya seorang wanita yang tengah terbaring dengan wajah pucat pasi bahkan seperti tidak ada aliran darahnya.


"Keadaannya semakin memburuk dan aku sangat berharap jika kau bisa menyembunyikan." kata kaisar langit dengan tatapan sendunya.


"Bagaimana permaisuri bisa sampai seperti ini Kaisar? apa yang sudah terjadi?" tanya Yuan Lin.

__ADS_1


"Semuanya karena iblis neraka itu menyerang kerajaan ku dan melukai istriku. aku tidak akan pernah memaafkan apa yang sudah mereka lakukan pada istriku. putraku satu-satunya sudah pergi meninggalkan ku dan jika sekarang aku akan kehilangan istriku aku sungguh tidak sanggup. jadi ku mohon sembuhkan dia. aku mohon hanya kau harapan ku satu satunya." ucap kaisar Wei yang membuat Yuan Lin merasa iba.


"Baiklah kaisar saya akan berusaha semampu saya. semoga saja penawar yang saya punya bisa menyembuhkan permaisuri." Kata Yuan Lin


__ADS_2