
Berulang kali Mo Zue mencoba untuk menghancurkan kubah yang di buat Yuan Lin namun sampai sekarang belum ada perubahan justru kekuatan yang dia miliki semakin melemah saja dan tentu saja itu membuat Mo Zue panik.
"Bagaimana apakah sekarang kau khawatir jika aku akan benar-benar menghabisimu. sudahlah aku tidak punya banyak waktu. sekarang kita akhiri saja semuanya disini." kata Yuan Lin dengan melayangkan bola apinya pada Mo Zue
Teriakan demi teriakan terdengar di telinga Yuan Lin ketika gadis itu kembali melayangkan serangannya. dengan sisa tenaga yang di milikinya, Mo Zue mencoba untuk berdiri dan melawan Yuan balik. api amarah dan kebencian dalam diri Mo Zue bertambah sangat besar untuk Yuan Lin.
Tiba-tiba mata milik Mo Zue berubah menjadi semerah darah. kuku-kukunya semakin memanjang serta taduknya yang sedikit demi sedikit mulai bercabang.
"Ohhh jadi ini wujud aslimu. cih sangat menjijikkan." kata Yuan Lin dengan meludah.
"Aku akan membunuhmu gadis sombong." teriak Mo Zue kemudian berlari dan menyerang Yuan Lin.
Di bandingkan tadi, kekuatan Mo Zue yang sekarang jauh lebih kuat namun itu tidak menjadi masalah bagi Yuan Lin. mungkin karena Mo Zue sedang di kuasai amarah sehingga kekuatan yang dimiliki bertambah berkali-kali lipat lebih besar.
Duarrrr...
Serangan Mo Zue mengenai kubah yang di miliki Yuan lin. Yuan Lin pun kembali menyerangnya. ia mengeluarkan cambuknya dan dalam sekali ayunan tanah yang terkena serangannya terbelah. ia tidak ingin berlama-lama lagi untuk ini.
Duarrrr
"Arrrgghhh....dasar gadis tidak berguna berani-beraninya kau melukaiku. aku tidak akan mengampunimu." kata Mo Zue dengan mengusap mulutnya yang sudah mengeluarkan darah
"Sudah cukup aku bermain-main denganmu. dengan kematianmu ku harap kekacauan ini sedikit berkurang. matilah." kata Yuan Lin dengan melayangkan cambuknya di sertai dengan kekuatan yang begitu besar sehingga Mo Zue langsung tewas.
"Terbakarlah." kata Yuan Lin dengan mengarahkan telapak tangannya pada Mo Zue dan tiba tiba sebuah api panas keluar dan langsung membakar habis tubuh Mo Zue.
__ADS_1
Disisi lain raja iblis yang saat ini sedang bermeditasi pun tiba-tiba membuka matanya dan langsung mengeluarkan ekspresi wajah yang sangat menyeramkan.
"Gadis itu....dia menghabisi jenderal ku. Mo Zaw keluarlah." kata raja iblis dengan marahnya.
"Salam pada junjungan saya siap melaksanakan tugas." kata sosok tersebut dengan bersujud di bawah kaki raja iblis.
"Ku terima salam mu berdirilah. cari keberadaan gadis yang sudah menghabisi Mo Zue. aku ingin kau membawanya ke hadapan ku." kata raja iblis yang membuat Mo Zaw terkejut.
"Jenderal Mo Zue tewas?" tanya Mo Zaw dengan terkejut.
"Ya aku bisa merasakannya jika dia sudah di habisi oleh gadis itu." jawab raja iblis dengan geramnya.
"Baiklah saya akan mencarinya dimanapun gadis itu berada dan akan membawanya ke hadapan junjungan. saya permisi. salam pada junjungan." kata Mo Zaw kemudian menghilang.
Setelah menghabisi Mo Zue, Yuan Lin pun langsung melesat pergi dari sana. dalam perjalanannya ia larut dalam pikirannya sendiri. tak terasa kini Yuan Lin sudah berada di perbatasan kekaisaran Wei. dan entah kemauan dari mana ia malah menuju ke arah hutan terlarang.
Ketika ia melihat sekelilingnya ia di buat terkejut ketika sudah berada di antara pohon-pohon rindang itu. bagaimana bisa dirinya sampai di sini, pikirnya.
"Bukankah ini adalah hutan terlarang? kurasa tempat ini sangat bagus untuk pasukan ku nanti." kata Yuan Lin dengan menatap sekelilingnya dan kemudian tersenyum kecil.
"Baiklah aku akan membangunnya disini saja." kata Yuan Lin memutuskan.
Ia mengambil keputusan itu karena tidak pernah ada yang berani datang ke hutan terlarang. jika ada maka itu hanya di pinggir saja jika sampai di tengah-tengah hutan terlarang maka orang itu tidak akan kembali lagi karena binatang yang ada di dalam hutan terlarang sangatlah kuat.
Yuan Lin mengeluarkan api putih dan Es abadinya. ia menggabungkan kedua elemen tersebut kemudian jari-jarinya mulai menggambar pola-pola rumit yang tidak akan di mengerti siapapun kecuali dirinya.
__ADS_1
"Bagus. jika seperti ini aku tidak butuh bantuan siapapun. aku hanya perlu menyuruh mereka untuk melatih pasukanku." gumam Yuan Lin dengan tersenyum senang.
Saat sedang memandangi Gabungan dari dua elemen yang sedang mengerjakan tugasnya tiba tiba saja ia di kejutkan dengan kehadiran seseorang ralat beberapa orang di sampingnya.
"Jantung ku...." seru Yuan Lin dengan menatap orang-orang tersebut dengan tajamnya.
"Ah hahaha maafkan kami nona karena telah membuat nona terkejut. oh iya apa yang sedang nona lakukan disini?" tanya sosok tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah naga Yang yang sudah kembali bersama ketiga temannya.
"Kalian sudah kembali. bagaimana apakah kalian berhasil dalam misi yang ku beri?" tanya Yuan Lin.
"Tentu saja nona. semuanya berjalan dengan sangat lancar. tapi si tua Bangka itu tidak ikut kami kembali karena neneknya melarangnya dan memintanya untuk menginap disana. mungkin beberapa hari lagi dia akan kembali " kata Mix dengan menjelaskan.
"Begitukah? biarkan saja dia." ujar Yuan Lin dengan santainya.
Ketiga makhluk itu yang sedari tadi memperhatikan apa yang ada di depan mereka pun sangat penasaran dengan apa yang sedang nona mereka lakukan sehingga dengan mengumpulkan keberanian lagi naga Yang bertanya kembali pada Yuan Lin.
"Apa yang sedang nona lakukan disini?" tanya naga Yang lagi.
"Aku sedang membuat sesuatu. Besok aku akan membutuhkan bantuan kalian untuk menjemput pasukan khusus yang akan aku buat." kata Yuan Lin yang membuat mereka tidak mengerti.
"Pasukan khusus?" tanya naga Yang dan Mix secara bersamaan.
"Ahhh sudahlah nanti kalian juga akan tahu. baiklah aku akan pergi. kalian beristirahatlah." ujar Yuan Lin dengan meninggalkan mereka.
"Bolehkah saya ikut tuan sekarang?" tanya Xin tiba tiba pada naga Yang.
__ADS_1
"Tentu saja." jawab naga Yang yang membuat Xin tersenyum senang.