
Yuan Lin menepuk jidatnya ketika lupa jika pagi ini dia ada janji untuk bertemu dengan Liao Shan. ia segera keluar dari istana dan menuju ke tempat yang sudah ia katakan pada pemuda itu sebelumnya.
Disisi lain Liao Shan sudah menunggu cukup lama di pinggir hutan. ia nampak celingukan sembari mencari keberadaan Yuan Lin.
"Apakah kau sudah lama menunggu?" tanya seseorang yang membuat Liao Shan terlonjak kaget.
"Nona. ah iya saya baru saja datang." jawab Liao Shan yang masih dengan keterkejutannya.
"Benarkah begitu. tapi tidak masalah jika kau baru saja datang. kau ikut aku sekarang." kata Yuan Lin dengan segera melesat.
"Hah kemana perginya nona Yuan Lin. dia mengatakan jika aku harus ikut dengannya tapi sekarang kemana dia?" gumam Liao Shan dengan menggaruk kepalanya.
Yuan Lin yang saat ini masih melesat pun merasa heran karena tidak ada seorangpun di belakangnya. seketika dia pun berhenti dan menepuk jidatnya sendiri. bagaimana dia bisa lupa jika Liao Shan bahkan tidak punya kultivasi dan tujuannya dia kesini karena ingin agar Liao Shan bisa berkultivasi.
"Yaaaa!! kenapa kau masih saja disini." kata Yuan Lin yang tiba-tiba saja muncul kembali membuat Liao Shan kembali terlonjak kaget.
"Memangnya saya harus kemana nona?" tanya Liao Shan dengan bingungnya.
Karena sudah kesal akhirnya Yuan Lin pun memegang tangan Liao Shan kemudian melesat pergi dengan begitu cepat. tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di depan sebuah gubuk kecil yang berada di hutan siluman. ya itu adalah tempat Yuan Lin sebelumnya.
"Apa yang akan kita lakukan disini nona?" tanya Liao Shan dengan bingungnya.
__ADS_1
"Aku ingin kau menjadi kuat." jawab Yuan Lin dengan mengeluarkan 5 buah pil peningkat kultivasi.
"Tapi saya sudah kuat." kata Liao Shan yang membuat Yuan Lin langsung menatapnya dengan jengah.
"Ahh i iya ba baiklah. tapi bagaimana caranya?" tanya Liao Shan.
"Kau cukup telan pil ini secara bertahap setelah itu kau bisa duduk di dalam sana dan fokuskan pikiranmu. setelah kau berhasil kau bisa menelan kembali pil yang lainnya." jawab Yuan Lin yang di angguki oleh Liao Shan
Liao Shan segera menelan pil itu kemudian masuk dan duduk di dalam. Yuan Lin sendiri memutuskan untuk berkeliling hutan tapi sebelum itu dia memberikan pelindung di sekitar gubuk itu agar tidak akan ada yang mengganggu kultivasi Liao Shan.
Disisi lain terlihat selir Xu Qin tengah memarahi putri Jiang He habis-habisan karena kebodohan yang di lakukan putrinya itu ia harus kehilangan kucing kesayangannya.
"Kau ini tidak bisa di andalkan Jiang er. bahkan wajahmu saja sekarang belum pulih sepenuhnya apakah kau ingin ibu membuat wajahmu itu menjadi lebih buruk lagi." kata selir Xu Qin dengan geramnya.
"Tidak ada lain kali. jika aku mengandalkan mu saja yang ada semua rencanaku hancur." seru selir Xu Qin kemudian keluar dari kediamannya.
Selir Xu Qin diam-diam menemui seseorang. orang yang sama yang Yuan Lin lihat saat berada di bangunan kosong. tapi kali ini selir Xu Qin menemui secara langsung ke sektenya. orang-orang yang berjaga di depan gerbang tentu sudah sangat paham dengan selir Xu Qin apalagi mereka tahu jika wanita itu merupakan kekasih dari pemimpinnya mereka.
Ia langsung saja masuk dan menuju ke ruangan ketua Wang Cung Li disana juga ada beberapa ketua sehingga mereka memutuskan untuk keluar ketika selir Xu Qin membuka pintu ruangannya.
"Ada apa kau kemari sayang?" tanya Wang Cung Li yang melihat wanita di depannya itu dalam keadaan yang tidak baik.
__ADS_1
"Aku mau kau menghabisinya sekarang juga. saat ini adalah waktu yang tepat karena dia sedang pergi keluar aku tidak yakin sekarang dia ada di mana." kata selir Xu Qin tanpa berbasa basi lagi.
"Kenapa kau tidak sabaran He. baiklah kalau begitu tapi aku mau bayaran ku dulu bagaimana." ucap Wang Cung Li
"Tidak masalah." jawab selir Xu Qin yang kemudian mengunci pintu ruangan itu dan mendekat Wang.
Mereka melakukan hubungan di dalam ruangan itu. tidak ada yang berani melarang kegiatan dua orang itu sehingga orang-orang disana hanya membiarkan saja. karena bagi mereka suara-suara seperti itu sudah sering mereka dengar.
Setelah selesai dengan kegiatannya mereka pun keluar. untuk kali ini Wang Cung Li akan turun tangan sendiri karena dia sudah merasa puas dengan bayaran yang di berikan oleh selir Xu Qin.
Ia pergi menyusuri tempat-tempat yang sudah di katakan oleh selir Xu Qin tapi saat sampai disana dia tidak menemukan siapapun hingga tempat terakhir yang harus ia periksa adalah hutan siluman. saat sampai disana dia merasakan ada seseorang di gubuk kecil tapi saat ingin mencoba masuk dia terdorong mundur karena tidak melihat perisai yang mindungi sekitar gubuk itu.
"Tidak mungkin dia berada di dalam sana." ujar Wang Cung Li kemudian berjalan lebih masuk lagi.
Saat perjalanannya tak sengaja dia melihat seorang gadis dengan penutup wajah yang tengah mencari sesuatu di balik batu.
"Benar itu adalah putri Yuan Lin. jadi aku turun tangan sendiri hanya untuk menghabisi seorang gadis lemah sepertinya." gumam Wang Cung Li dengan tidak percaya. karena dia tidak melihat jika gadis bercadar itu memiliki kekuatan.
"Ohh rupanya ada yang ingin bermain-main denganku hahaha baiklah tapi tunggu sebentar lagi karena aku belum menemukan apa yang aku cari." kata Yuan Lin yang terus membongkar semua tumpukan batu-batu itu.
Dia sedang mencari sesuatu yang menarik karena dia dapat merasakan ada sesuatu di dalam tumpukan batu itu. dan benar saja setelah semua batu di singkirkan beberapa rumput emas dan juga berbagai permata ada di sana.
__ADS_1
"Benar kan dugaanku. hahaha aku sangat beruntung. pasti disini masih banyak sekali harga yang tidak mungkin orang lain temukan selain aku hahaha." kata Yuan Lin dengan girangnya. ia kemudian memasukkan semua itu kedalam cincin dimensinya.
"Kemana dia akan pergi." gumam Wang Cung Li dengan mengikuti Yuan Lin dari belakang.