Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Pelayan Baru (LPT : KETURUNAN SUCI )


__ADS_3

Di sisi lain saat ini Yuan Lin bersama dengan putri Yueyue dan juga permaisuri zinsy tengah berada di aula. di sana ada 10 orang wanita yang sudah terpilih menjadi pelayan di kerajaan langit untuk melayani Yuan Lin.


Yuan Lin sedari tadi hanya melongo saja melihat 10 wanita yang akan menjadi pelayanannya. karena dia tidak suka hidupnya terkekang dia lebih suka hidup bebas.


"Ibu apa ini tidak berlebihan. aku memang mengiyakan permintaan ibu tapi itu hanya satu bukan banyak seperti ini." kata Yuan Lin dengan protes.


"Mana mungkin banyak. seharusnya pelayan seorang ratu itu 50 orang. aku sudah menguranginya karena meminta saran dari kaisar." jawab permaisuri zinsy dengan tersenyum gembira.


Keduanya pun hanya saling tatap dan tak bisa berkata-kata. tapi bukan Yuan Lin namanya jika tidak membantah tapi melihat mata permaisuri zinsy yang penuh harap dan sangat bergembira untuk menyambut cucunya akhirnya mau tak mau Yuan Lin hanya bisa pasrah saja.


"Baiklah kalian semua mulai sekarang kalian akan mengabdi dan melayani Ratu langit apapun itu." kata permaisuri zinsy pada 10 wanita tadi.


"Baik permaisuri kami mengerti." jawab mereka serentak.


Setelah itu permaisuri zinsy tersenyum pada Yuan Lin dan pergi. disana hanya tersisa Yuan Lin, Yueyue dan 10 pelayan barunya. Yuan Lin menatap satu persatu pelayan itu dengan seksama kemudian hanya mengangguk saja.


"Kenapa kalian hanya diam saja apakah berbicara denganku membuat kalian merasa tidak nyaman. kalian bukan pelayan ku melainkan temanku juga mulai sekarang jadi bersikap biasa saja layaknya berbicara dengan teman kalian." kata Yuan Lin pada 10 wanita itu.


"Aku belum tahu nama kalian." kata Yuan Lin yang membuat mereka semua langsung memperkenalkan namanya satu persatu.


"Baiklah aku akan mengingat nama kalian semua. tapi sebelum itu di antara kalian harus ada yang bisa mengarahkan dan aku akan memilih sendiri apa kalian keberatan?" kata Yuan Lin.


"Tidak sama sekali yang mulia ratu." jawab mereka serentak.


"Li Sien..." kata Yuan Lin yang membuat wanita yang bernama Li Sien maju beberapa langkah.


"Saya yang mulia ratu." jawab Li Sien.


"Kau akan menjadi kepala pelayan. jadi apapun itu kau yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada mereka. nanti akan ada kepala pelayan istana yang akan membimbing kalian dalam mengerjakan tugasnya." kata yuan Lin.

__ADS_1


"Sebuah kehormatan yang mulia ratu terimakasih banyak atas kebaikan yang mulia ratu." ucap Li Sien dengan menundukkan kepalanya.


"Tapi meskipun begitu kau dan mereka sama tidak ada yang tinggi dan rendah semuanya sama jadi jangan merasa tinggi hanya karena aku memberikan kau posisi kepala pelayan. bersikaplah baik pada mereka." kata Yuan Lin .


"Saya paham yang mulia ratu." jawab Li Sien.


"Baiklah sekarang kalian sudah bisa mulai bekerja." kata Yuan Lin.


"Baik yang mulia ratu." kata mereka serempak.


Siang ini Yuan Lin berencana ingin menemui Chen Zu entah apa yang akan di bicarakannya tidak ada yang tahu. sedari tadi dia terus berkeliling mencari suaminya namun tidak mendapatinya.


"Sebenarnya kemana Zhan pergi." ucap Yuan Lin dengan berdecak lidah


Kemanapun dia pergi, 10 pelayan barunya itu selalu ikut di belakangnya. sebenarnya dia agak tidak nyaman dengan kehadiran mereka, dia juga merasakan sesuatu yang tak biasa namun memilih diam dan tidak menghiraukannya.


"Ekhemm...lebih baik kalian jangan terus mengikutiku karena masih banyak yang ingin aku urus lebih baik kalian temui putri Yueyue dan minta tugas darinya." kata Yuan Lin yang membuat mereka semua hanya saling pandang saja.


"Semuanya, ikuti perintah ratu." kata Li Sien dengan membungkuk kemudian pergi


"Hahh ini terasa sangat menyebalkan. bagaimana bisa ibu permaisuri memberiku banyak sekali pelayan. dan apa katanya, seharusnya 5 pelayan? lantas apa yang akan terjadi denganku." ucap Yuan Lin dengan menggelengkan kepalanya ketika membayangkannya.


Saat sedang berjalan sendirian, Yuan Lin di kagetkan dengan kehadiran suaminya yang tiba-tiba muncul dan sudah ada di belakangnya.


"Apa kau ingin aku pukul hah!" seru Yuan Lin dengan kesalnya.


"Hahaha maaf sayang aku sengaja. kau mau kemana?" tanya Zhi Qing


"Aku mencari mu dari tadi, kau kemana saja?" tanya Yuan Lin

__ADS_1


"Tadi aku mencoba Kekuatan Darah iblis, dan kau wanita kemarin juga ada disana." jawab Zhi Qing yang membuat Yuan Lin berhenti dan menatapnya.


"Dia juga mengikutimu?" tanya Yuan Lin dengan raut wajah serius.


"Iya. aku berhasil membawanya. sekarang dia ada di penjara neraka. aku menyuruh orang ku untuk mengintrogasinya." jawab Zhi Qing.


"Aku yakin bukan hanya satu orang saja. mereka sudah menyebar di seluruh alam atas." kata Yuan Lin.


"Jangan khawatir tidak akan terjadi apapun, aku berjanji itu." ujar Zhi Qing.


Disisi lain, tepatnya di kamar Yueyue, gadis itu nampak bingung ketika semua pelayan Yuan Lin menghampirinya dan meminta tugas.


"Kenapa ratu malah menyuruh mereka kesini. aihh apa yang harus aku lakukan." gumam Yueyue dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bagaimana putri? tugas apapun itu kami siap karena yang mulia ratu yang sudah memberi perintah." kata Li Sien yang membuat Yueyue menjadi canggung.


"Seharusnya kalian jangan menurutinya. aku tidak punya tugas untuk kalian sama sekali." kata Yueyue dengan tersenyum kikuk.


"Bolehkah saya memberikan saran?" tanya Li Sien dengan agak takutnya.


"Silahkan." jawab Yueyue.


"Saya mendengar jika yang mulia ratu tengah berbadan dua, jadi bagaimana jika putri memberikan tugas pada kami untuk membuat pakaian atau hal semacam itu yang menyangkut seorang bayi." kata Li Sien yang membuat Yueyue terdiam.


"Itu saran yang baik menurutku dan tidak ada salahnya. baiklah aku akan memberitahu permaisuri dulu kalian tunggu saja aku akan kembali." ujar Yueyue dengan tersenyum.


Sementara sekarang pasangan suami istri itu tengah berdebat lantaran permintaan Yuan Lin yang membuat suaminya terkejut dan menolak mentah-mentah permintaannya, alhasil Yuan Lin marah dan enggan berbicara padanya.


"Ayolah sayang yang lain saja harga diriku akan hancur karena permintaan mu itu." ucap Zhi Qing dengan merengek

__ADS_1


"Ini permintaan anakmu. jadi jangan salahkan aku. jika tidak mau ya sudah." kata Yuan Lin dengan kesalnya dan berlalu pergi


"Aku mempunyai firasat buruk tentang anak itu. masih di dalam saja sudah menyusahkan ku apalagi ketika sudah keluar. aihhh sayang tunggu aku..." teriak Zhi Qing dengan berjalan sedikit cepat.


__ADS_2