
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di kerajaan neraka. Xi Shen melihat itu dengan wajah berbinar tapi sesaat kemudian ia langsung merubah wajahnya menjadi dingin dan datar ketika mendengar percakapan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
"Kumpulan semua orang di aula sekarang dan katakan jika aku sudah kembali." kata Xi Shen dengan suara dinginnya pada Li Chung kemudian mengajak Zhi Qing menuju aula.
Di dalam auala terdapat sebuah singgasana yang megah dengan ukiran sebuah naga api berkepala 3 membuat siapa saja yang duduk di singgasana itu akan terlihat sangat berwibawa dan begitu besar auranya.
Xi Shen mengajak Zhi Qing untuk menaiki anak tangga yang jumlahnya cukup banyak kemudian ia duduk di singgasana itu dengan aura kepemimpinan yang sangat besar. tak heran jika Xi Shen menjadi raja dari salah satu kerajaan terbesar di dunia atas.
Beberapa saat kemudian satu persatu orang mulai berkumpul di aula. saat mereka mendengar ucapan Li Chung tentu mereka tidak percaya dan ingin memastikan sendiri apakah benar jika raja neraka sudah kembali atau belum. dan saat ini mereka dapat melihat dua orang yang berada di atas dengan satu orang duduk di singgasana dengan tatapan tajam dan dinginnya melihat semua orang itu.
"Ternyata benar raja neraka sudah kembali. bagaimana ini kita tidak akan bisa menguasai singgasana itu." bisik Rui Chi yang sangat berambisi untuk merebut singgasana itu dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya bahkan dia mengadu domba semua orang.
"Ya sekarang rencana kita terhambat karena dia kembali. kita perlu menyusun rencana kembali yang lebih matang. tidak mungkin jika sekarang kita bisa mengalahkan raja neraka." timpal Dao Ming yang juga sama seperti Rui Chi sangat berambisi untuk merebut singgasana itu.
Tentu hal tersebut tak luput dari perhatian Xi Shen. sedari tadi ia selalu memperhatikan gerak-gerik Rui Chi dan Dao Ming dan ia tahu apa yang sedang terjadi di kerajaannya adalah ulah mereka berdua.
"Aku dengar semua orang sedang memperebutkan singgasana ini." kata Xi Shen yang membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
"Menurut kalian siapa yang lebih pantas berada di singgasana ini?" tanya Xi Shen dengan nada seriusnya.
Hening tidak ada satu suara pun membuat Xi Shen menatap semua orang dan mengulangi kembali perkataannya.
"Aku bertanya kepada kalian siapa yang lebih pantas duduk di singgasana ini?!" kata Xi Shen dengan suara yang cukup keras.
Melihat perubahan dari raja neraka membuat semua yang ada di aula gemetaran bukan main kecuali Zhi Qing. ia melihat hal itu dengan santainya. banyak orang juga bertanya tanya siapa laki-laki yang ada di samping raja neraka kenapa ekspresi yang di keluarkan hanya datar saja dan tidak terpengaruh dengan aura raja neraka.
"Apakah pendengaran kalian bermasalah. aku bertanya siapa yang paling pantas berada di singgasana ini." kata Xi Shen dengan suara yang menggelegar
Kemudian ia menggerakkan tangannya dan tiba-tiba Rui Chi dan Dao Ming tertarik ke depan dan berdiri di hadapan raja neraka. mereka tentu tidak berani menatap mata raja neraka secara langsung apalagi dengan jarak yang cukup dekat. mereka hanya menundukkan kepalanya saja.
"Tegakkan kepala kalian dan tatap aku. jawab pertanyaan ku. ini hanya pertanyaan sederhana yang aku ajukan pada kalian. aku berfikir memang aku sudah cukup lama menjadi pemimpin dan sudah waktunya aku menyerahkan posisi ini pada calon penerusku. bagaimana menurut kalian siapakah yang paling pantas di antara kalian?" tanya Xi Shen lagi yang membuat keduanya kembali terkejut tak terkecuali semua orang Yang ada di dalam aula tersebut.
Bisik-bisik pun mulai terdengar satu persatu. ada satu perkataan yang di dengar Dao Ming dan Rui Chi yang membuat kedua pria itu menjadi bangga dan besar kepala karena mereka mengira jika calon penerus kerajaan neraka adalah salah satu di antara mereka berdua.
Dengan penuh keyakinan dan percaya diri Rui Chi mengangkat kepalanya dan dengan berani menatap Di Shen. walaupun sebenarnya saat ini dia tengah berkeringat dingin karena menatap mata dingin dan menusuk itu.
__ADS_1
"Ji jika begitu saya akan mengatakannya. yang lebih pantas berada di singgasana ini adalah saya." kata Rui Chi yang membuat Xi Shen menaikkan alisnya.
"Kau harus bisa memberikan alasan yang masuk akal untuk ini. karena aku tidak sembarang memilih orang untuk menjadi calon penerusku." kata Xi Shen yang membuat Rui Chi gelagapan tidak bisa menjawab.
"Tidak. dia tidak pantas junjungan. yang lebih pantas adalah saya karena saya sudah mengabdi sangat lama pada kerajaan neraka dan membuat kerajaan ini bisa sampai di titik seperti sekarang ini." timpal Dao Ming dengan bangga pada dirinya sendiri.
"Maksudmu akan sampai pada kehancuran begitu?" tanya Xi Shen yang membuat Dao Ming terkejut.
"Kalian tahu siapa pemuda yang berada di sampingku?" tanya Xi Shen.
"Hei pak tua kenapa kau membawaku kedalam masalah mu!" seru Zhi Qing yang membuat semua orang terkejut bukan main
Bagaimana tidak dengan beraninya Zhi Qing memanggil raja neraka dengan sebutan pak tua. tentu hal tersebut membuat semuanya terkejut mereka tidak bisa membayangkan bagaimana nasib pemuda itu.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya kembali membuat semuanya terkejut karena reaksi yang di berikan raja neraka pada Zhi Qing jauh dari ekspetasi mereka. Xi Shen malah memukul kepala Zhi Qing seperti seorang sahabat yang sudah lama berteman.
"Apakah aku sedang bermimpi?" bisik Yin Fei tidak percaya.
__ADS_1
"Tidak ini nyata. bagaimana mungkin raja neraka tidak marah dengan panggilan itu. siapa sebenarnya pemuda itu kenapa mereka terlihat sudah saling kenal dan begitu dekat." timpal yang lainnya yang juga menatap Xi Shen dengan tatapan tidak percayanya.
"Kenapa kau malah memukul. aku bisa aku tidak suka di paksa apalagi kau akan menjadikan ku raja disini. ck aku tidak berminat. lupakan saja keinginanmu. selesaikan saja masalahmu disini jangan membawaku kedalamnya." kata Zhi Qing yang kemudian langsung melesat pergi begitu saja yang membuat semuanya kembali terkejut.