Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menjelang Pernikahan (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam ")


__ADS_3

Setelah acara penobatan selesai kaisar langit memberi titah pada perdana menteri untuk memberikan pengumuman penting sehingga membuat semua orang kembali lagi karena mereka baru saja akan beranjak pulang


"Di hari pernikahan ratu kita yang baru semuanya penghuni alam atas harus hadir dan menjadi saksi acara sakral itu karena setelah apa yang terjadi dan perselisihan antara kerajaan langit dan kerajaan neraka, besok akan menjadi sejarah bagaimana kedua kerajaan itu bersatu kembali." kata Perdana menteri dengan lantangnya.


Semua orang yang mendengar itupun nampak terkejut. bagaimana tidak gadis muda cantik yang sekarang itu menjadi ratu mereka akan segera menikah dan acara itu adalah besok.


"Bagaimana mungkin ratu kita menikah secepat itu. apakah selama ini raja neraka menjalin hubungan diam-diam dengan ratu."


"Aku juga tidak tahu tapi sepertinya begitu tapi lihatlah, mereka tidak ada kecocokan sama sekali. ratu kita lebih cocok dengan pria yang ada di sebelah raja neraka. bukankah begitu."


"Ya kau benar. siapa pria itu kenapa aku baru melihatnya sekarang??"


Begitulah percakapan beberapa orang yang terkejut dengan berita tiba-tiba itu tapi mereka tentu tidak bisa berbuat apapun kecuali hanya diam saja dan mengiyakan.


Setelah pengumuman itu kini satu persatu orang pun mulai keluar ruangan dan kini di aula tersebut hanya tersisa Yuan Lin, Zhi Qing dan yang lainnya. mereka membicarakan bagaimana acara besok.


sebenarnya mereka sudah menyusunnya jauh-jauh hari .


"Selamat Jiejie....ehh maaf aku salah bicara maksudku selamat ratu Yuan Lin karena sekarang anda sudah menjadi ratu langit, sebuah posisi yang sangat diinginkan semua orang." kata putri Jiang He yang mendapatkan tatapan sinis dari Yuan Lin.


"Ya selamat Lin ehhh maaf-maaf maksud ku Ratu Lin." timpal kedua pangeran


jika sebelumnya mereka sangat senang meledek yuan Lin dengan kalimat yang entahlah apa itu tapi untuk sekarang mereka sebaliknya seakan mereka menganggap Yuan Lin itu benar-benar orang agung dan sudah sepantasnya untuk mereka hormati.


"Ohh ayolahh tolong jangan seperti itu aku tidak suka jika kalian seperti itu." kata Yuan Lin dengan nada malasnya.

__ADS_1


"Lalu kami harus bersikap seperti apa sedangkan kau saja posisinya lebih tinggi dari kami." kata pangeran Huang hun.


"Seperti biasa saja karena bagaimanapun aku sekarang aku tetap adik kalian dan keluarga kalian. bagiku tidak ada posisi tinggi rendah karena semua di mataku sama saja. jadi aku mohon bersikaplah seperti biasa karena aku merasa menjadi orang asing jika kalian memanggilku dengan formal seperti itu." kata Yuan Lin yang membuat semuanya terdiam.


pangeran Han Tian yang merasa suasananya tiba-tiba berubah menjadi hening pun hanya bisa menatap satu persatu orang saja dan akhirnya dia pun mencoba mencairkan suasana dengan merangkul Yuan Lin tiba-tiba.


"Baiklah baiklah kau tetap adik kecilku dan Lin Lin nakalku." kata pangeran Han Tian dengan mengacak-acak rambut Yuan Lin membuat gadis itu tersenyum senang dan itu terlihat dari matanya yang terlihat menyipit


"Ya apa yang di katakan pangeran benar bagaimana pun juga kau tetap adik kita Lin Lin kecil." timpal pangeran Huang hun .


"Suamiku lihatlah putri kita...dia mempunyai saudara yang sangat menyayanginya. aku menjadi terharu melihat ini." kata permaisuri Zinsy


"Itu lebih baik Zin'er bukankah begitu." ujar kaisar langit dengan tersenyum kecil.


Setelah itu mereka pun menuju ke ruang makan. disana sudah tersaji hidangan-hidangan mewah dan lezat. tidak ada yang tidak menikmati makanan itu. semuanya terlihat begitu lahap.


Di luar nampak semua pelayan sedang sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara besok. dengan cekatan dan penuh semangat mereka mengerjakan satu persatu tugas mereka.


Para tamu dari kerjaan lain pun sudah mulai berdatangan. Dengan senyum ramahnya kaisar langit menyambut mereka dan menugaskan beberapa pelayan dan prajurit untuk mengantarkan tamu-tamunya ke ruangan yang sudah dia siapkan.


Dan beberapa saat kemudian datanglah keluarga Chen Zu tapi entah dimana laki-laki tidak ada yang tahu karena yang datang hanya orangtuanya dan adiknya saja.


"Wah wah kau terlihat sangat bersemangat sekali kaisar." kata raja Ruxi Zu dengan nada bercanda.


"Ahh tentu saja aku sangat bahagia karena putriku akan segera menikah. kau kapan akan bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang hah?" kata kaisar langit yang membuat keduanya sama-sama tertawa

__ADS_1


Memang keduanya itu bersahabat sangat dekat dan tidak di pungkiri jika mereka terlihat akrab bahkan sering di katakan mereka adalah saudara.


"Ehhh tunggu-tunggu kenapa aku sedari tadi tidak melihat pangeran Chen? Dimana dia apakah dia tidak datang?" tanya kaisar langit dengan celingukan mencari keberadaan pangeran Chen Zu.


"Aihh itu dia tidak tahu aku. dari kemarin dia tidak kembali. aku pikir dia sedang menyelesaikan tugas. karena memang sebelum itu aku sempat memberikannya tugas." jawab raja Ruxi Zu yang di angguki Kaisar langit.


"Ohh begitu rupanya sayang sekali aku tidak bisa bertemu dengannya. yasudah lebih baik kalian beristirahat saja karena besok akan sangat melelahkan." ujar kaisar langit.


"Emm kaisar apakah boleh jika saya menemui putri Yuan Lin sekarang." ucap Ratu In Ha dengan pelannya karena tidak enak hati.


Mendengar ucapan wanita itu membuat kaisar langit tersenyum saja dan mengiyakan permintaannya sehingga membuat ratu in ha sangat senang.


Mereka pun langsung saja menuju ke ruangan dimana Yuan Lin saat ini sedang menjalani ritual sebelum hari pernikahannya tiba.


"Ayo." ajak permaisuri Zinsy pada ratu In Ha


Ketika masuk pemandangan pertama yang mereka lihat hanyalah kain putih. mereka pun langsung saja menyibak kain itu dan terlihatlah seorang gadis muda cantik jelita tengah berendam di kolam dengan dua pelayan disana


"Permaisuri anda disini." kata pelayan tersebut yang di balas anggukan kepala oleh permaisuri Zinsy


"Apakah ritualnya masih lama?' tanya ratu in ha


"Tidak ratu. sebentar lagi yang mulia ratu langit selesai tapi masih ada beberapa hal lagi yang harus di selesaikan." jawab pelayan tersebut


keduanya pun hanya mengangguk saja. pandangan ratu In Ha pun tak pernah lepas dari Yuan Lin yang saat ini masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Ahhh andai saja dia benar-benar menjadi putriku pasti aku akan sangat senang." ucap Ratu In Ha dengan menghela nafasnya.


"Tidak papa In In aku yakin putramu akan secepatnya mendapatkan pasangan dan kau akan segera mempunyai putri sepertinya." ujar permaisuri Zinsy dengan mengelus tangan ratu In Ha


__ADS_2