
"Bagaimana keadaan putra kita pa?" tanya Cynthia yang sudah sampai di depan UGD dan melihat suaminya.
"Dokter sedang berusaha mama tenanglah papa juga sudah menghubungi tuan Herluc untuk kesini karena keadaan menantu kita juga sedang kritis." jawab wirles yang membuat Cynthia langsung terjatuh ke lantai dan semakin menangis.
"Ma tenanglah semuanya akan baik-baik saja." ucap Wirsel dengan membantu istrinya berdiri.
Tak berselang lama datanglah tiga orang dengan raut wajah panik dan khawatirnya. mereka adalah Herluc Patricia dan Johan.
"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa mereka sampai mengalami kecelakaan?" tanya Herluc.
"Polisi sedang melakukan penyelidikan. saya juga kurang tahu." jawab Wirles.
"Bagaimana keadaan Mereka?" tanya Patricia
"Masih dalam penanganan. kita berdoa saja semoga keduanya baik-baik saja." jawab wirles.
Semua orang menunggu dengan cemasnya. Cynthia tak henti-hentinya menangis yang membuat suaminya bingung bagaimana menenangkannya sedang Patricia semakin di Landa kekhawatiran jika putrinya akan benar-benar pergi meninggalkannya seperti yang di katakan dewa Wenzui padanya.
"Bagaimana ini apa? apakah yang di katakan dewa Wenzui benar. aku tidak mau jika putri kita pergi lagi." ucap Patricia dengan nada pelannya agar tidak di dengar oleh orang lain.
"Aku juga tidak tahu sayang. mungkinkah pak tua itu mengatakan yang sebenarnya." ujar Herluc yang juga tidak mengerti.
Tak sengaja Zika mendengar sedikit pembicaraan mereka sehingga membuat wanita itu bertanya tanya dan penasaran karena ia hanya mendengar beberapa kata saja.
"Pa ma bagaimana keadaan mereka?" kata Rayen yang baru saja datang dengan tergesa-gesa.
"Dokter sedang menanganinya kita berdoa saja untuk mereka semoga baik baik saja." jawab wirles.
__ADS_1
"Permisi maaf apakah disini ada yg tahu dimana keluarga pasien yang ada di ruang ICU?" tanya salah seorang suster pada mereka.
"Ah iya saya disini sebagai mertuanya dan orang tuanya adalah mereka." jawab Cynthia yang membuat Patricia dan Herluc bingung.
"Apa maksudnya?" tanya Patricia yang belum mengetahui jika saat ini Niken berada di ruang ICU.
"Dokter ingin berbicara dengan orang tua pasien." kata suster tadi yang hanya di angguki Herluc.
Patricia dan Herluc menuju ke ruangan dokter yang menangani Niken. raut wajah khawatir tidak bisa di tutupi dari keduanya. hingga sesaat kemudian mereka sampai di ruangan dokter Dion.
"Silahkan duduk." kata dokter Dion mempersilahkan mereka duduk.
"Begini tuan nyonya. keadaan putri anda saat ini sedang kritis serta mengalami keguguran dan harus segera melakukan pengangkatan rahim. akibat kecelakaan itu membuat rahim putri anda terpaksa harus kami angkat. kami juga harus melakukan operasi pada kakinya dan 3 tulang rusuk sebelah kirinya karena patah. wajahnya juga mengalami luka bakar tapi itu tidak cukup serius dan hanya butuh waktu saja untuk penyembuhannya. kami ingin meminta persetujuan wali dari pasien untuk melakukannya." kata dokter Dion .
"Bolehkah saya menemui putri saya terlebih dahulu. saya ingin melihat bagaimana kepadanya sekarang." kata Patricia yang di angguki oleh dokter Dion.
"Boleh tapi hanya sebentar saja karena keadaannya belum memungkinkan untuk di jenguk." ujar dokter Dion.
Ia hanya bisa melihat dari kaca saja karena dokter tidak memperbolehkan untuk masuk. ia benar-benar merasa sedih dan takut jika ucapan dewa Wenzui benar-benar terjadi.
Disisi lain di ruang UGD, keadaan Zein juga tak jauh berbeda dengan Niken hanya saja tidak separah Niken namun tetap saja kondisinya sangat kritis. dokter Kenzie dokter yang menangani Zein mendadak panik ketika mendengar detak jantung Zein semakin melemah.
Dengan segera ia menempelkan alat pacu jantung ke dada Zein yang membuat tubuh laki itu bergerak naik dengan sendirinya. tiga kali percobaan masih belum ada perubahan bahkan detak jantung Zein semakin melemah. ia melakukannya lagi hingga kali kelima.
Tiiiiiiiiiiitttttttt....
"Catat jam kematiannya." ucap dokter Kenzie dengan mengelap keringatnya.
__ADS_1
Ia menatap wajah Zein dengan sedihnya pasalnya Zein adalah teman baiknya di rumah sakit ini. ia juga tidak menyangka Zein akan menjadi pasiennya seperti sekarang ini dan lagi ia juga tidak menyangka Zein temannya akan pergi secepat ini.
Di luar ruangan sudah ada keluarga Zein yang masih setia menunggu dengan cemasnya. ketika dokter Kenzie keluar, Cynthia langsung melontarkan banyak sekali pertanyaan.
"Maaf nyonya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain. saya minta maaf untuk hal itu. Zein sudah tiada." kata dokter Kenzie dengan raut wajah sedihnya.
Bagai di sambar petir mereka yang mendengar ucapan dokter Kenzie. Cynthia juga langsung jatuh pingsan ketika mendengar itu. mereka langsung membawa Cynthia ke ruangan yang sudah di sediakan.
Zika terus menangis yang membuat putra kecilnya juga ikut menangis. wirles sendiri tengah terduduk lemas di lantai ketika mendengar ucapan dokter Kenzie.
Beberapa saat kemudian Cynthia sadar dan langsung bangun. ia menangis dengan terus memanggil nama Zein. suaminya tetap berusaha untuk menenangkannya walaupun sebenarnya ia juga merasa sangat kehilangan.
"Aku ingin melihatnya. dokter itu berbohong. aku yakin putra ku baik-baik saja." kata Cynthia dengan berlari keluar.
Ia berlari seperti orang gila dengan terus memanggil nama Zein. setelah sampai di ruangan Zein tadi ia kembali menangis ketika melihat kain putih menutup semua tubuh seseorang yang berada di dalamnya
Ia membuka secara perlahan dan melihat wajah pucat pasi yang tidak asing di matanya. Wirles yang juga melihat itupun langsung memeluk istrinya untuk menenangkannya.
" ini tidak mungkin pa. putra kita tidak mungkin tiada. ini pasti salah putra kita masih hidup pa. dia pasti hanya berbohong saja." ucap Cynthia
"Sayang bangunlah jangan membuat mama seperti ini cepat bangunlah mama tidak akan memaksamu lagi. mama mohon bangunlah hiks Zein bangunlah." ucap Cynthia yang semakin tersedu ketika tidak mendapatkan respon apa-apa dari Zein.
"Kak Zein bangunlah jangan tinggalkan kami hiks bangun kak." ucap Zika dengan menggoyangkan tubuh Zein berharap laki-laki itu akan bangun.
"Ma tenanglah. ini sudah takdir putra kita. kita harus mengikhlaskannya." ucap Wirles
Hey hey night everyone...gimana kabar kalian? sehat yah. gimana menurut kalian? apa yang kalian tebak tentang kelanjutan cerita ini...hehe pastinya itu kan, yeahhh bener sekali. mangkanya baca terus kelanjutan ceritanya yah.
__ADS_1
Oh ya saran kalian gimana ya, mau cerita ini di gabung atau gimana, soalnya cerita kali ini tentang kisah Yuan Lin dan Zhi Qing kelanjutannya yang katanya kalian penasaran dgn kelanjutan kisah mereka berdua. kalau aku maunya jadi satu cerita aja soalnya aku takut kehilangan kalian. susah payah aku udah disini dan serasa ngga rela gitu kalau kalian ninggalin aku 😥😥
gimana gimana? disini aja ya biar ngga repot.