Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Membuat Kekacauan


__ADS_3

Saat ini Yuan Lin sudah berada di desa Daun yang masih menjadi bagian dari kekaisaran Wei. karena sudah malam ia memutuskan untuk mencari penginapan dan singgah di sana untuk malam ini.


Yuan Lin melihat ada sebuah penginapan mewah dan masuk kesana. ia memesan satu kamar VIP dan juga makanan untuk mengisi perutnya. tapi lagi-lagi tindakan tidak mengenakkan kembali terjadi pada Yuan Lin hanya karena penampilan gadis itu yang tidak seperti orang-orang kaya pada umumnya.


"Carilah penginapan yang lain nona. disini hanyalah orang-orang berkelas saja yang bisa memesan kamar " kata Shu Yin pemilik penginapan tersebut dengan kasarnya.


Yuan Lin yang mendengar ucapan wanita itu hanya menatapnya dengan aneh. apakah dirinya tidak terlihat sebagai orang berkelas. apakah wanita di depannya itu secara tidak langsung mengatainya sebagai orang miskin dan tidak berkelas.


"Aku kesini hanya untuk memesan kamar saja bibi. jika masih ada tolong siapkan untukku." ujar Yuan Lin .


"Tidak ada kamar kosong disini. lebih baik kau keluar saja. pelanggan Ku akan kabur semua jika melihatmu ada disini." seru Shi Yin dengan menghardik Yuan lin.


"Berapa yang harus ku bayar?" kata Yuan Lin dengan dinginnya. ia sungguh tidak suka jika ada orang lain yang memandang rendah dirinya ataupun meremehkannya.


"20 keping emas untuk semalam." kata Shu Yin dengan memandang remeh ke arah Yuan Lin.


Yuan Lin langsung mengeluarkan satu kantong koin emas yang membuat wanita itu terkejut bukan main.


"Ku pikir ini sudah cukup untuk membayar penginapan ini. jika mau aku bisa membeli penginapan ini." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"A apa...i ini..." ucap Shu Yin dengan tergagap.

__ADS_1


"Lain kali jangan memandang orang hanya dari penampilannya saja bibi. bagaimana dengan kamarnya apakah masih ada satu untukku? jika tidak aku ingin mencari penginapan lain." kata Yuan Lin.


"Sa saya mi minta maaf nona. kamarnya masih ada mari saya antar." ucap Shu Yin kemudian mengantarkan Yuan Lin ke kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya Yuan Lin langsung merebahkan dirinya kemudian membersihkan diri. tak berselang lama pintu kamarnya pun di ketuk dan beberapa pelayan membawakan makanan yang sangat enak untuk Yuan Lin tak terkecuali Shu Yin yang juga membawa satu buah nampan yang berisi minuman anggur.


"Ini adalah minuman anggur yang paling enak di sini nona." kata Shu Yin.


"Hmm terimakasih letakkan saja di situ bibi." ujar Yuan Lin yang masih sibuk menata rambutnya.


Shu Yin pun meletakkan nampan tersebut di atas meja. setelah Yuan lin selesai menata rambutnya gadis itu di buat heran saat berbalik karena Shu Yin masih berdiri disana dengan kepala yang terus menunduk.


"Saya ingin meminta maaf karena sudah bersikap tidak sopan pada nona." ucap Shu Yin dengan menunduk.


"Tidak masalah bibi. aku sudah terbiasa dengan kata-kata itu. hanya saja aku tidak suka jika ada orang yang merendahkan ku. aku sudah memaafkan bibi tapi ku harap ini terakhir kalinya bibi bersikap seperti itu." kata Yuan Lin.


"Terimakasih karena nona sudah memaafkan saya. kalau begitu saya permisi dulu." ucap Shu Yin kemudian keluar dari kamar Yuan Lin.


Setelah Shu Yin keluar Yuan Lin pun segera memakan makanannya. di tengah-tengah acara makannya tiba-tiba ia merasakan sebuah aura yang begitu besar yang ada di desa Daun. ia menghentikan makannya sebentar kemudian beranjak dan membuka jendela.


Karena saat ini ia ada di lantai 3 ia bisa melihat semuanya dari atas. Yuan Lin memperhatikan dengan seksama di setiap sudut desa hingga matanya menangkap sosok bayangan yang sedang berjalan dan ia bisa merasakan aura yang di keluarkan sosok tersebut sangatlah besar. tapi yang membuatnya nampak heran dan bingung ketika dia menajamkan penglihatannya dan melihat jika sosok tersebut mempunyai dua tanduk di kepalanya.

__ADS_1


"Siapa dia? apa yang dia lakukan. mengapa aku merasakan jika makhluk itu mempunyai kekuatan yang besar. apakah mungkin makhluk itu adalah suruhan dari raja iblis." ucap Yuan Lin dengan bertanya-tanya.


Di sisi lain Mo Xu yang saat ini tengah berada di depan sebuah toko yang tempatnya tidak jauh dari penginapan Yuan Lin berhenti dan mengedarkan pandangannya. ia bisa merasakan jika orang yang sedang ia cari ada di desa ini tapi dimana ia juga tidak tahu.


"Dia ada disini. aku harus membuatnya keluar." kata Mo Xu kemudian menjalankan aksinya.


Ia membuat kekacauan di desa itu dengan cara menghancurkan apapun yang ada di depan dan di sampingnya. semua orang yang mendengar kekacauan pun langsung berlari menghampiri orang yang sudah membuat kekacauan.


"Hei siapa kau kenapa kau membuat kekacauan disini." kata salah seorang warga dengan marahnya.


"Tidak usah ikut campur atau aku akan mengancurkan rumah kalian bersama dengan kalian semua." jawab Mo Xu dengan dinginnya.


Duarrrr Pyarrr Brguhhh...


Bangunan bangunan yang ada desa itu ia hancurkan hingga membuat semua orang marah. mereka langsung mengeluarkan senjata masing masing dan menyerang Mo Xu. tapi hanya dengan satu kali hempasan tangan saja semua orang sudah terlempar jauh.


"Kalian tidak akan bisa mengalahkan ku. jangan ikut campur urusan ku. Keluarlah aku tau kau ada disini jika tidak maka akan ku pastikan jika desa ini akan hancur dalam waktu satu malam saja." teriak Mo Xu yang terus melayangkan serangannya.


"Hentikan ku mohon. kau menghancurkan toko ku." teriak salah satu warga dengan menangis tapi Mo Xu tidak menghiraukan dan masih terus menghancurkan apapun itu.


Teriakkan orang orang dapat di dengar jelas oleh Yuan Lin dari penginapan tersebut. ia juga bisa mendengar teriakan Mo Xu yang menyuruh seseorang itu untuk keluar tapi ia juga tidak tahu siapa orang itu karena itu ia masih belum bertindak walaupun sebenarnya dia sudah sangat merasa geram dengan tingkah Mo Xu.

__ADS_1


__ADS_2