Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Baeresta (LPT : KETURUNAN SUCI )


__ADS_3

Zhi Qing sengaja mempermainkan seseorang yang sedari tadi mengintainya dengan melesat kesan kemari. benar saja sosok tersebut akhirnya berhenti mengejar Zhi Qing untuk memastikan dimana sebenarnya Zhi Qing berada namun sosok tersebut tidak menampakkan wujudnya, dia tetap bersembunyi.


Seperti ada sebuah energi yang menariknya untuk keluar dari persembunyiannya, kini sosok yang tadi mengintai Zhi Qing pun keluar. seorang wanita dengan pakaian hitam serta penutup wajah hijau.


Dengan segera Zhi Qing pun memblokir pergerakannya dari segala arah. wanita itu terlihat waspada ketika melihat cahaya merah yang mengelilinginya. dia belum menyadari jika orang yang dia intai sedari tadi yang melakukannya.


"Cahaya apa ini?" ucap wanita itu dengan bingung namun tidak menurunkan kewaspadaannya


Dia mencoba melawan dan menghancurkan cahaya tersebut agar bisa pergi namun tidak semudah yang dia kira. energi yang di hasilkan dari cahaya itu benar-benar besar.


"Kau tidak akan bisa menghancurkan cahaya ini." kata Zhi Qing dengan menampakkan dirinya.


Melihat orang yang sedari tadi di intainnya membuat wanita itu langsung merubah ekspresinya dan mengeluarkan aura membunuh.


Zhi Qing yang merasakan aura itupun hanya tersenyum saja. dia mengakui aura membunuh yang di keluarkan wanita misterius itu memang besar namun dia masih bisa menahannya karena masih jauh di bawahnya.


"Aku tidak suka basa-basi, kenapa kau mengintaiku?" tanya Zhi Qing


"Itu bukan urusanmu. singkirkan cahaya sialan ini dan aku akan mengampuni nyawamu." jawab wanita itu dengan mata tajamnya.


"Aku bertanya baik-baik padamu seharusnya kau juga menjawab ku dengan baik-baik. bukankah itu pertanyaan yang sederhana dan siapapun bisa menjawabnya." kata Zhi Qing.


"Sudah aku bilang itu bukan urusanmu." seru wanita tadi

__ADS_1


"Kau yakin tidak ingin mengatakannya?" tanya Zhi Qing yang enggan untuk bermain-main lagi.


"Sampai matipun aku tidak akan pernah memberitahumu. singkirkan cahaya sialan ini!!!" kata wanita itu dengan menyeru


"Baiklah." ucap Zhi Qing dengan suara lemahnya


Seketika cahaya api itu pun hilang membuat wanita tadi tersenyum penuh kemenangan. dia pikir hanya karena dia mengancam Zhi Qing sudah berhasil membuat laki-laki yang kini adalah raja neraka takut. tapi dia belum tahu bagaimana isi pikiran raja neraka .


"Anak baik. seperti kataku tadi aku tidak akan membunuhmu tapi kau harus menjadi milik ku. jadi, ikutlah denganku dan kau akan merasakan sesuatu yang paaaling indah bersamaku." kata wanita tadi yang langsung berubah menjadi wanita penggoda.


Seulas senyum smrik keluar dari sudut bibir Zhi Qing. dia hanya menatap dan mendengar ocehan wanita tadi yang kemana-mana bahkan tak malu mengucapkan hal tidak senonoh di depan Zhi Qing.


Mungkin jika saat ini ada Yuan Lin atau Xi Shen wanita itu sudah mati tidak berbentuk lagi.


Wanita itu mendekati Zhi Qing dengan tatapan yang tak biasa. dia memandang Zhi Qing dari atas sampai bawah. saat sudah berada di depannya dan ingin membelai wajah Zhi Qing dengan segera tangannya di tepis kasar oleh Zhi Qing hingga membuat wanita itu tersungkur di bawahnya.


"Cuihhh.... berani-beraninya ku menolakku. akan ku beri pelajaran kau pria bodoh." seru wanita tadi dengan marahnya karena merasa harga dirinya di injak-injak oleh seorang pria yang menjadi targetnya itu


Dengan segera wanita itu menyerang Zhi Qing namun langsung di tahan dan di serang balik oleh Zhi Qing. dalam sekejap Zhi Qing sudah membuat wanita itu berlutut di hadapannya.


Zhi Qing memanggil orang kepercayaannya dan beberapa saat kemudian pria dengan badan kekarnya tiba di tempat kejadian. Zhi Qing memerintahkan agar mengintrogasi dan harus bisa membuat wanita itu membuka mulutnya karena dia tidak mau mengotori tangannya sendiri.


"Paksa dia untuk berbicara dengan cara apapun asal jangan sampai membunuhnya." kata Zhi Qing pada Xiu Meng salah satu jenderal neraka kepercayaannya.

__ADS_1


"Baik yang mulia raja saya mengerti." jawab Xiu Meng dengan membawa wanita itu.


Xiu Meng membawa wanita tadi ke kerajaan neraka tepatnya di penjara bawah tanah yang terkenal dengan siksaannya di seluruh alam atas. penjara bawah tanah kerajaan neraka di gunakan untuk menghukum jiwa-jiwa manusia sesuai dengan apa yang di lakukannya selama hidup di dunia.


Ada 3 tingkatan penjara bawah tanah di kerajaan neraka, biasa, sedang, dan menyakitkan. disana ratusan ribu jiwa di siksa dan di hukum sampai jiwa mereka benar-benar hancur dan kembali lagi. tidak ada ampunan atau waktu istirahat, bagi jiwa yang memberontak akan langsung di bakar dengan api abadi.


"Bawa dia." kata Xiu Meng dengan melemparkan tubuh wanita tadi dengan kasar.


Beberapa prajurit langsung membawanya menuju ke sebuah penjara bawah tanah biasa. Xiu Meng langsung menyiram wanita tadi dengan air yang membuatnya gelagapan.


"Bangun jal*Ng." kata Xiu Meng dengan suara kerasnya.


Perlahan wanita itu bangun dan mendongak menatap Xiu Meng. seulas senyum terbit dari bibir wanita itu. penutup wajahnya sudah di ambil tadi oleh prajurit yang membawanya.


"Hahaha kau pikir dengan kau seperti ini aku akan membuka mulutku? kau salah besar. lebih baik sekarang kau lepaskan aku sebelum pemimpin mengetahui apa yang kalian lakukan padaku." kata wanita itu


"Benarkah begitu? siapa namamu?" tanya Xiu Meng dengan menundukkan tubuhnya mensejajarkan dengan wanita itu.


"Panggil aku Baeresta." jawab wanita itu dengan senyum misteriusnya.


"Baeresta....hmm nama yang sangat aneh. kenapa kau mengikuti raja ku?" tanya Xiu Meng lagi yang ternyata langsung membuat wanita yang mengaku namanya Baeresta itu berbinar.


"Ohhh ternyata dia raja hahaha. itu karena dia sangat tampan aku ingin memilikinya tapi dia menolakku. bukankah itu sangat melukai harga diriku." jawab Baeresta.

__ADS_1


Baeresta terus mengoceh yang tidak-tidak membuat Xiu Meng hanya diam saja. namun lama-kelamaan Xiu Meng merasa jika ocehan Baeresta sudah di luar batas. dia menamparnya yang membuat wanita itu langsung jatuh tersungkur dan pingsan seketika.


"Bangunkan dia." perintah Xiu Meng pada prajurit yang sedari tadi menyaksikannya.


__ADS_2