Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Aku Lebih Pintar Darimu


__ADS_3

Saat ini di halaman istana dua orang laki-laki tengah bermain pedang dengan begitu lihainya. mereka berdua melakukan adu pedang karena sudah lama tidak melakukannya. dentingan suara pedang terdengar cukup keras sehingga membuat beberapa prajurit yang mendengarnya langsung menghampiri suara tersebut.


Mereka terus melakukan serangan dan juga menahan serangan tanpa memperdulikan sekelilingnya. sedangkan saat ini mereka berdua sudah menjadi tontonan para prajurit.


"Pangeran mahkota dan pangeran Han Tian memang sangat berbakat dalam berpedang." ucap salah satu prajurit yang di setujui oleh prajurit lainnya.


Setelah dirasa keringat sudah membasahi keduanya, merekapun mengakhiri pertarungannya dan langsung terkapar di atas tanah dengan nafas yang tidak teratur


"Pangeran kau masih sangat hebat. kita sudah tidak lama bermain pedang bersama seperti ini." ucap pangeran Huang Hun.


"Kau juga hebat. oh iya bagaimana apakah kau senang menjadi pangeran mahkota sekarang?" tanya pangeran Han Tian.


"Ck ya sangat senang sekali setiap hari aku harus ini harus itu mengurusi ini itu ahh sangat menyenangkan sekali." jawab pangeran Huang hun dengan memukul pangeran Han Tian .


"Kau memang sangat berbakat hahaha." ujar pangeran Han Tian dengan tertawa.


"semua ini karena dirimu pangeran. aku sangat tidak mengharapkan posisi menjadi pangeran mahkota aihh tapi kau benar-benar membuatku sangat kesal." kata pangeran Huang hun..


"Hahaha baiklah baiklah aku minta maaf tapi sebenarnya aku juga tidak menginginkan posisi itu jadi aku sudah sangat lama bermaksud menjadikan mu sebagai pangeran mahkota. jalani saja tugasmu hahaha." timpal pangeran Han Tian dengan beranjak.

__ADS_1


Di dalam ruangan pertemuan semua sekte semua orang masih sangat meragukan apa yang Yuan Lin katakan tadi. bagaimana mungkin jarum yang terlihat sangat tidak berguna itu bisa langsung menewaskan orang jika mengenainya tentu itu sangat meragukan bukan.


Yuan lin juga sudah memprediksi akan terjadinya hal-hal seperti ini karena apalagi ada satu orang yang terus menerus memprovokasi semua tetua agar tidak mempercayainya dan itu membuat Yuan Lin sangat kesal. seperti sekarang ini tetua Wu Zhong dengan percaya dirinya malah membuat gadis itu terpojok karena semua tetua yang ada disini sedikit demi sedikit sudah mulai terhasut dengan omongannya.


"Mana mungkin putri bisa melakukan itu. sebelumnya mohon maaf jika saya lancang tapi dari yang saya dengar putri Yuan Lin adalah seorang putri yang lemah yang tidak mempunyai kemampuan apapun lalu bagaimana bisa jarum seperti ini bisa membuat orang langsung tewas. apakah kalian semua percaya dengan yang di katakan putri." kata tetua Wu Zhong.


"ck dia sangat merepotkan jika saja ini sudah waktu yang pas aku akan mengahabisimu." batin Yuan Lin .


"Tapi Zhen rasa tidak ada salahnya menggunakan saran yang putri Yuan Lin katakan." timpal kaisar Wei dengan percaya karena dia sudah melihat perubahan besar pada diri Yuan Lin Dan untuk hal ini dia tidak meragukan sama sekali.


"Tapi kaisar bagaimana jika tidak berhasil?" tanya tetua Gu Mao Wan.


Yuan Lin pun hanya diam saja kemudian meletakkan jarum-jarum itu di atas meja dan memberikan pada masing-masing tetua. mereka masih tetap meragukan benda kecil dan tajam itu.


"Baiklah Zhen rasa pertemuan kali ini sudah selesai kalian bisa istirahat dulu Zhen akan menyiapkan hidangan untuk kalian." kata kaisar Wei dengan tersenyum.


Setelah semua orang keluar Yuan Lin pun juga ikut keluar. tapi ketika dia melihat tetua Wu Zhong tidak kembali ke kamarnya ia pun akhirnya memutuskan untuk mengikutinya. ia pergi ke sebuah hutan dan disana sudah ada seseorang yang sudah menunggu kedatangannya.


Yuan Lin melihat dari tempat yang agak jauh darinya dan memperhatikan dengan seksama serta memasang telinganya agar mendengar apa yang dua orang itu bicarakan.

__ADS_1


"Bagaimana apakah kau berhasil?" tanya seorang itu yang tak lain adalah Duan Yao tetua sekte gunung hantu.


"Berhasil tetua tapi mereka mengikuti saran seorang gadis konyol hahaha aku yakin mereka hanya akan berakhir sia-sia saja. lihatlah ini." kata Wu Zhong dengan menunjukkan jarum yang di berikan Yuan Lin tadi.


"Mereka ingin melakukannya dengan cara bersih dan saya sangat tidak percaya jika jarum ini akan langsung menghabisi orang yang terkena ini." lanjutnya.


Duan Yao pun menilik dengan seksama jarum itu. disini lain yuan Lin pun tersenyum kecil melihat itu. tentu saja jarum yang di bawa oleh Wu Zhong tidak akan memberikan reaksi apapun karena itu berbeda dengan jarum yang sudah Yuan Lin berikan pada tetua lainnya


"Kau pikir aku sangat bodoh begitu hahaha namun sayangnya aku lebih pintar darimu." gumam Yuan Lin kemudian melesat pergi


"Hahaha apa mereka sangat bodoh sehingga menuruti saran dari gadis konyol itu. baiklah kau tetap laporan apa saja yang akan mereka lakukan dan tetap berhati-hati jangan sampai ada yang mengetahui jika kau adalah orang suruhanku." kata Duan Yao kemudian pergi.


Yuan Lin kembali ke istananya dan menemui pangeran Han Tian. ia bermaksud ingin segera kembali dan melanjutkan perjalanannya. tapi ketika ia melihat kedua laki-laki itu tengah bercengkrama dan melepas rindu akhirnya dia pun mengurungkan niatnya untuk menemui pangeran Han Tian.


Akhirnya ia pun memilih untuk jalan-jalan keluar sebentar ke pasar. banyak sekali orang-orang yang berlalu-lalang dipasar sehingga membuat mereka semua harus berdesak-desakan.


Ia melihat lihat sekelilingnya dan akhirnya menemukan toko barang antik. karena merasa tertarik akhirnya ia pun memilih untuk pergi kesana. dari banyaknya toko di pasar ini hanya toko inilah yang tidak ramai di kunjungi orang.


"Silahkan nona ingin mencari apa disini berbagai barang antik dan senjata tersedia. mari saya antar " kata pemilik toko dengan senyum semangatnya.

__ADS_1


"Aku ingin melihat lihat dulu bibi jika ada yang membuatku tertarik aku akan membelinya." jawab Yuan Lin dengan tersenyum.


__ADS_2