Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menyelamatkan


__ADS_3

Setelah mendapatkan beberapa buku Yuan Lin pun memutuskan untuk keluar. dia membuka matanya dan sudah berada di kamarnya. ia menuju ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.


Hari pun berlalu dengan begitu cepat. tak terasa Yuan Lin sudah satu Minggu berada istana. dan hari ini dia ingat jika dia akan menuai gurunya. ia sengaja bangun terlalu pagi karena tidak ingin mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari Fu yang selalu membuatnya kesal.


Yuan Lin beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian berganti baju. ia memakai hanfu berwarna biru tua dengan hiasan merak. rambutnya ia ikat tinggi-tinggi agar tidak mengganggunya. setelah selesai dengan semuanya ia pun keluar lewat jendela belangkang. belum banyak orang yang melakukan aktivitasnya karena memang masih agak gelap.


Dengan hati-hati dia melewati pagar Dengan cara melompat. dia bermaksud ingin melewati gerbang utama tapi masih ada yang berjaga disana sehingga dia pun memilih untuk melalui gerbang kedua. saat sampai ia terpaksa harus sembunyi karena disana juga ada prajurit yang berjaga.


"Ck merepotkan saja. jika tahu begini lebih baik aku melesat saja." gerutu Yuan Lin yang kemudian melesat.


Angin yang tidak terlalu kencang melewati beberapa prajurit yang tengah berjaga di gerbang itu. mereka nampak bingung karena tidak seperti biasanya jika hembusan angin seperti ini tapi mereka tidak terlalu mempermasalahkan dan melanjutkan tugasnya.


Setelah agak jauh dari istana Yuan Lin berjalan dengan biasa. saat sampai di pasar yang sudah lumayan ramai dia pun memutuskan untuk mampir sebentar ke kedai untuk mengisi perutnya. dia memesan mie ayam dan pangsit.


"Aku lupa memberitahu Fu jika aku akan pergi. ah sudahlah pasti dia juga tahu." ucap Yuan Lin yang mengingat jika dirinya lupa memberitahu Fu.


Selesai dengan makanannya Yuan Lin segera pergi dari sana karena hari sudah pagi dan orang-orang sudah mulai beraktivitas kembali. tak lupa dia meletakkan 2 koin emas di atas meja. dia melesat dengan kecepatan sedang. saat sampai di hutan terlarang dia melihat ada sekumpulan orang yang berpakaian hitam tengah mengepung seekor anak singa dengan singa besar yang ada disampingnya yang tengah terkulai tidak berdaya.


"Apa yang mereka lakukan." gumam Yuan Lin dengan naik ke atas pohon.

__ADS_1


Dia memperhatikan dengan seksama orang-orang itu dan ia dapat mengenali jika mereka berasal dari sekte iblis merah. dua orang yang membuat masalah dengannya saja masih belum ia bebaskan dan yang lainnya malah mencari masalah walaupun tidak mencari masalah dengannya tapi bagi Yuan Lin adalah suatu kewajiban untuk menyelamatkan siapa yang tidak bersalah dan pantas untuk di selamatkan.


Anak singa itu terus mengaum dengan kerasnya. dalam usianya yang masih kecil tentu ia tidak berdaya menghadapi orang-orang yang ada di depannya. sedangkan sang ibu sudah terkulai lemas di sampingnya. jika ada di antara orang-orang itu ingin menyentuh ibunya Dengan cepat dia mengaum dan menggeram seakan tidak ada yang boleh menyentuh ibunya sama sekali.


"Hahaha lihatlah bayi singa itu dia berusaha melindungi ibunya. hei kau lebih baik ikutlah dengan kami bersama ibumu karena kau tidak akan bisa melawan kami." kata salah satu dari mereka.


"Gerrrhh..." anak singa itu menggeram marah tapi tidak bisa melakukan Apapun. dia baru saja lahir satu Minggu yang lalu. cara berjalannya saja masih terlihat kesusahan apalagi ingin menyelamatkan ibunya.


Yuan Lin yang melihat dari atas pohon nampak tak tega sehingga dia melompat dan melesatkan satu buah belati hingga mengenai salah satunya.


"Hei siapa itu berani-beraninya menyerang kami. keluar kau dari sana." teriak mereka dengan tidak terima.


"Siapa kau berani-beraninya mengganggu kami?" tanya Song Qi yang merupakan ketua kelima sekte iblis merah.


"Siapa aku tidak penting. kau berurusan denganku karena kau telah membuat mereka seperti itu." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"Cih memangnya kau siapa. apa kau dan dia bersaudara hahaha." timpal Sun Cheng lu dengan sinisnya.


"Banyak sekali bicara." ujar Yuan Lin dengan menyerang lebih dulu.

__ADS_1


Dia tidak suka berbasa-basi jika seseorang sudah membuatnya muak. dengan menggunakan teknik seribu pedang serta kecepatan yang bahkan lawannya saja tidak bisa membaca dan mencari celah untuk setiap serangan yang Yuan Lin lakukan. beberapa orang dari sekte iblis merah pun kini sudah tumbang dan menyisakan 3 orang saja yang paling kuat di antara mereka semua. tapi tetap saja tingkatannya lebih rendah dari Yuan Lin.


"Cih di tingkat bumi saja kalian berani melawanku begitu. hah itu terlalu menggelikan." kata Yuan Lin yang sengaja ingin memprovokasi mereka.


Dan benar saja 3 orang itu yang mendengar ucapan Yuan Lin langsung tersulut emosi sehingga serangannya dapat dengan mudah Yuan Lin baca karena banyak sekali celah yang mereka buat. dalam pertarungan konsentrasi adalah hal utama yang harus di lakukannya jika konsentrasi sudah pecah maka akan dengan mudah kita di kalahkan oleh lawan.


Tak perlu waktu lama kini Yuan Lin telah berhasil membuat semua orang itu tumbang. dia berdiri di tengah-tengah mereka dengan tatapan tajamnya. karena merasa sudah tidak bisa melawan Yuan Lin lagi akhirnya mereka pergi dari tempat itu dengan perasaan marah dan tidak terima. Yuan Lin juga tahu itu karena itu ia akan menyiapkan semua jika sewaktu-waktu mereka datang kembali karena ia yakin pasti mereka tidak akan menerima begitu saja kekalahan ini.


Bayi singa itu menatap Yuan Lin dengan saksama. reaksinya masih sama seperti sedang berhadapan dengan anggota sekte iblis merah.


"Tenang saja singa kecil aku tidak seperti mereka." kata Yuan Lin yang mendekati singa yang telah terkulai lemas dan sudah memejamkan matanya. dia mengeluarkan sebuah pil penyembuhannya.


"Tidak perlu mengobatiku karena racun yang mereka berikan sangatlah mematikan. jagalah anakku dan sebagai imbalannya kau bisa mengambil inti hatiku." kata Singa tersebut.


"Tidak. pil ini penyembuh segala racun termasuk racun yang ada pada tubuhmu jadi telanlah ini." ujar Yuan Lin dengan menolak.


"Kumohon." ucap singkat tersebut yang seketika memuntahkan banyak darah hitam dari mulutnya.


"Ambilah inti hatiku sebelum aku tiada karena jika aku sudah tiada itu tidak akan berguna." lanjutnya yang membuat Yuan Lin terdiam beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2