
Tak terasa hari yang di nanti pun kini tiba. sudah sejak kemarin semua orang menyiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan ratu mereka. bahkan mereka rela tidak tidur semalaman demi mempersiapkan semuanya dan memastikan tidak ada yang terlewat sedikitpun.
Semua tamu undangan juga sudah datang dan satu persatu mulai memenuhi aula yang akan di gunakan untuk acara tersebut. hidangan mewah juga sudah tersusun rapi di sana. bukan hanya tamu undangan khusus saja yang boleh datang tetapi juga semua rakyat entah dari kalangan atas atau bawah semuanya bebas menghadiri acara tersebut.
Di sebuah ruangan ada seorang wanita paruh baya dengan tangan yang sibuk memoles wajah gadis yang kini duduk di depan meja rias, ya siapa lagi kalau bukan ratu Yuan Lin sementara wanita yang meriasnya adalah ratu In Ha ibu dari pangeran Chen Zu.
Ya sebenarnya ratu In Ha sedikit takut untuk merias wajah Yuan Lin karena memang wajah Yuan Lin tanpa di rias pun sudah sangat cantik. ia takut justru riasannya itu akan membuat wajah Yuan Lin menjadi berbeda dan bertambah jelek karena itu sedari tadi dia berkeringat dingin.
Yuan Lin yang menyadari itupun akhirnya memegang tangan ratu In Ha dan menatap wanita paruh baya itu dengan helaan nafasnya. mendapatkan tatapan seperti itu membuat ratu In Ha tersenyum canggung.
"Aku benar-benar takut jika riasanku ini akan membuat wajahmu berbeda putriku." ucap Ratu In Ha pada Yuan Lin.
"Itu tidak mungkin karena bunda ratu sangat pandai merias. tidak perlu ada yang di khawatirkan karena semuanya akan baik-baik saja. tenangkan dirimu dan anggap saja jika aku adalah boneka yang akan ku rias sesuka hatimu " kata Yuan Lin dengan menenangkan ratu In Ha.
"Tapi ..." ucap Ratu In Ha
"sudahlah bunda ratu jika kau terus saja seperti ini maka riasannya tidak akan selesai. sebentar lagi acara akan di mulai tidak baik membuat para tamu menunggu." timpal Yuan Lin
Akhirnya dengan helaan nafas beberapa kali ratu In Ha pun menuruti apa yang Yuan Lin katakan. sekarang dia benar-benar serius dan melawan ketakutannya. dia percaya jika dia tidak akan membuat putrinya Malu.
Setelah beberapa saat kemudian, permaisuri Zinsy masuk dengan langkah terburu-buru. sedari tadi dia menunggu kedatang mempelai wanita tapi sampai sekarang yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang. para tamu sudah sangat menantikan kedua mempelai.
__ADS_1
"Ya lord....siapa gadis ini In In?" tanya permaisuri Zinsy dengan terkagum-kagum.
Sontak saja pertanyaan itu membuat keduanya saling pandang saja karena tidak paham. permaisuri Zinsy pun berjalan mengelilingi Yuan Lin dengan terus menatapnya dari atas sampai bawah
"Apa yang kakak bicarakan, tentu saja dia adalah ratu langit, putri Yuan Lin." kata ratu In Ha yang membuat permaisuri Zinsy terkejut bukan main
"Ahhh iyaa aku lupa. tapi kau benar-benar sangat berubah putriku. kau sangat sangat cantik sampai sampai aku tidak mengenalimu. astaga riasan mu benar-benar luar biasa adikku." kata permaisuri Zinsy yang masih terkagum-kagum.
"Ahh benarkah, syukurlah jika begitu. kau tahu aku sangat takut jika riasan ku malah akan membuat putriku berbeda." ucap Ratu In Ha.
"Mana mungkin. lihatlah bagaimana sekarang putri kita yang begitu cantik." kata Permaisuri Zinsy
"Anda berlebihan ibu permaisuri. apakah ini sudah selesai?" tanya Yuan Lin yang menatap dirinya di pantulan cermin
"Kau memang sangat cantik sekarang Lin Lin . yang di katakan permaisuri Zinsy benar aku juga sempat tidak mengenalimu." ucap sebuah suara yang membalas suara hati Yuan Lin. ya dia adalah Chen Zu.
Rupanya pria itu sudah beberapa hari berada di ruang dimensi Yuan Lin. entah apa yang di lakukan pria itu tidak ada yang tahu.
"Ck aku tahu itu. kenapa kau ada disana? keluarlah sebentar lagi acara akan di mulai. jika aku tidak melihat batang hidungmu kau lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." Ucap Yuan Lin yang membuat Chen Zu menelan ludahnya.
Sementara di luar melihat Yuan Lin yang hanya menatap pantulan cermin tanpa bergeming membuat kedua wanita itu bingung.
__ADS_1
"Apakah aku terlalu berlebihan dengan riasannya? ayolah jangan membuat aku takut putri." tanya ratu In Ha pada Yuan Lin.
"Tidak bunda ratu. seperti yang di katakan ibu permaisuri tadi. aku sangat berterimakasih untuk ini. berkatmu aku bis berubah seperti ini." ucap Yuan Lin yang membuat ratu in ha menghela nafasnya lega.
"Yasudah ayo semuanya sudah menunggu sedari tadi." kata Permaisuri Zinsy
Dari arah berlawanan dua sosok pria paruh baya sudah berdiri di depan pintu. mereka seakan berebut untuk mendampingi Yuan Lin sampai ke tempat sakral itu. terlihat dari tatapan keduanya yang memancarkan api semangat menggebu-gebu.
Melihat situasi itupun membuat permaisuri Zinsy mengambil tindakan. ia segera menggandeng tangan Yuan Lin Dan melewati keduanya begitu saja.
"Ehhh apa yang kau lakukan Zin'er." kata kaisar langit
"Ingatlah kalian berdua itu sudah tua kenapa tingkah kalian masih sama seperti seorang bayi hah. ini adalah acara penting putri kita jangan sampai semuanya menjadi kacau hanya karena tingkah kekanak-kanakan kalian berdua." timpal permaisuri Zinsy dengan sinisnya
Akhirnya kedua pria paruh baya itupun mengalah dan berdamai. di luar dugaan mereka justru permaisuri malah meletakkan Yuan Lin di antara mereka berdua
"Dampingi putri sampai di sana ingat jangan sampai ada yang lecet sedikitpun." kata permaisuri Zinsy
Yuan Lin yang melihat itupun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja tapi dia juga menurut dan berjalan dengan menggandeng dua ayahnya.
Di aula kerajaan sudah di penuhi dengan lautan manusia dengan karpet merah yang berada di tengah-tengah mereka serta hiasan hiasan indah yang menambah kesan romantis.
__ADS_1
Seorang laki-laki gagah sudah setia menunggu kedatangan gadisnya. ia rela berdiri begitu lama hanya untuk menunggu gadisnya datang. hingga beberapa saat kemudian pun suasananya yang tadinya riuh suara berganti dengan keheningan ketika dua orang pria dengan satu gadis cantik di tengahnya berjalan di atas karpet merah yang membentang di atas lantai.
Tidak ada suara apapun kecuali langkah kaki dari ketiganya. semua mata menatap ketiga sosok tersebut tanpa berkedip apalagi ketika melihat gadis yang berada di tengah-tengah mereka.