Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Keributan


__ADS_3

Malam harinya semua orang menghadiri acara makan malam kecuali Yuan Lin. gadis itu memilih untuk pergi ke ruang dimensinya untuk membuat beberapa pil yang berguna untuk kultivasi seseorang.


Dia ingin menjadikan pemuda yang siang tadi ia temui menjadi pemuda yang kuat dan tangguh sekaligus ia ingin menjadikannya sebagai tangan kanannya. tapi jika ada penghianatan sedikit saja ia tidak akan segan menghabisi pemuda tersebut.


"Apa yang sedang nona lakukan?" tanya Elang halilintar.


"Oh aku sedang membuat pil untuk meningkatkan kualtivasi." jawab Yuan Lin .


Tentu saja Elang halilintar heran karena setahu dia nonanya sudah sangat kuat sekarang. tak berselang lama muncullah sesosok pria di belakang Yuan Lin . ia tersenyum kecil pada elang halilintar.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Pria tersebut


"Sudah aku bilang aku sedang..." ucapan Yuan Lin pun terhenti karena merasa tidak asing dengan suara itu kemudian ia berbalik dan terkejut.


"Kau. bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Yuan Lin pada pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Chen Zu.


"Bisa saja karena mulai sekarang aku tinggal disini dan akan selalu menemanimu. bagaimana apakah kau senang aku akan menemanimu." ucap Chen Zu dengan tersenyum.


"Tidak tidak aku tidak akan mengizinkanmu tinggal disini. kenapa kau harus kesini lagi bukankah kau juga mempunyai tempat tinggal sendiri " kata Yuan Lin dengan nada tidak sukanya.


"Oh ayolah seharusnya kau itu bahagia karena tanpa syarat apapun aku akan tinggal disini." kata Chen Zu.


"Tidak akan. pergilah dari sini kau mengganggu saja." seru Yuan Lin.


"Hei kau itu sangat beruntung. aku ini manusia setengah dewa dan juga setengah vampir tapi mereka... hah apa itu." kata Chen Zu yang langsung mendapat tatapan mematikan dari ketiga teman Yuan Lin.


"Jika kalian mau habisi saja dia aku tidak masalah." kata Yuan Lin yang membuat Chen Zu terkejut.


"Hei apa yang kau katakan." seru Chen Zu.

__ADS_1


"Benarkah nona?" tanya serigala berekor sembilan yang di angguki oleh Yuan Lin.


Tentu saja serigala itu kegirangan karena Chen Zu selalu mengolok-olok dirinya yang mempunyai ekor sembilan.


"Ehh tidak tidak apa yang akan kalian lakukan hah jangan berani mendekati ku atau aku akan menggigit kalian semua." kata Chen Zu dengan berjalan mundur.


"Sekarang aku sudah mendapat perintah dari nona jadi aku akan membalas semua apa yang sudah kau buat padaku. dasar pria tua gila." seru serigala itu.


Serigala ekor sembilan langsung mengejar Chen Zu begitupun dengan naga Yang dan Elang halilintar. nampaknya mereka mempunyai dendam pribadi pada Chen Zu.


"Kejar terooosss hahaha" teriak Yuan Lin dengan tertawa.


Tak terasa kini hari pun sudah pagi. seperti yang Yuan Lin harapkan di luar sedang terjadi keributan karena tiga binatang kesayangan selir Xu Qin sudah tergeletak di tanah.


Yuan Lin yang tak ingin ketinggalan pun dengan secepat kilat membersihkan diri dan berganti pakaian kemudian keluar untuk menyaksikan drama tragis yang tengah terjadi di istana ini.


Tentu semua pelayan yang ada disana hanya menunduk saja tanpa berani menjawab apapun. sedangkan Yuan Lin hanya terkekeh geli saja melihat mereka yang di marahi tanpa sebab.


"Lin Lin apa yang sedang kau tertawakan?" tanya pangeran Han Tian yang tengah menghampiri Yuan Lin.


"Tentu saja tingkah konyol mereka semua." jawab Yuan Lin yang membuat pangeran Han Tian bingung.


"Apa kau tahu jika semua kucing kesayangan ibu selir telah mati karena keracunan makanan?" tanya pangeran Han Tian.


"Tentu saja aku tahu karena aku yang memberi mereka makanan itu." jawab Yuan Lin dengan santainya.


Pangeran Han Tian yang mendengar ucapan Yuan Lin langsung menatapnya dengan bingung karena saat ini Yuan Lin terlihat sangat santai dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Siapa yang sudah memberikan makanan ini pada kucing-kucing ku hah jawab aku." bentak selir Xu Qin.

__ADS_1


"Qin er tenanglah." ucap kaisar Wei dengan menenangkan istrinya.


"Aku yang memberi makan semua kucing itu apakah ada masalah." kata seseorang yang membuat semua orang menoleh.


"Kau!! berani-beraninya kau memberikan makanan beracun pada kucing-kucing ku." bentak Selir Xu Qin dengan marahnya.


"Eittts tunggu dulu. siapa yang kau bilang memberi makanan beracun? aku? kau sedang menuduhku begitu? hah bahkan aku saja tidak tahu bagaimana rasa makanan itu karena makanan itu pemberian putri Jiang He. jadi kau tanyakan saja pada putrimu itu apa yang sudah dia campurkan di makanan itu." kata Yuan Lin dengan santainya.


"A apa yang Lin jiejie katakan." ucap putri Jiang He dengan gugupnya.


"Benar kan apa yang aku katakan. kemarin kau sendiri yang mengantarkan makanan itu padaku. aku bahkan belum memakannya sama sekali. saat itu aku memang sedang lapar tapi saat aku ingin masuk aku melihat ketiga kucing ini yang tengah kelaparan karena itu aku memberikan makanan ini padanya. tapi aku tidak tahu jika setelah mereka memakan ini akan tiada." ujar Yuan Lin


"A aku tidak melakukan apapun ayah. aku mengatakan yang sebenarnya." kata putri Jiang He dengan gugupnya.


Selir Xu Qin menatap putrinya dengan tatapan kesalnya. bagaimana bisa putrinya malah menghabisi kucing-kucing kesayangan.


"Cih dasar tidak berguna. aku menyuruhnya untuk memberikan makanan ini padanya kenapa jadi kucing-kucing ku yang mati." batin selir Xu Qin


"Apakah benar yang kau katakan putri Yuan Lin?" tanya kaisar Wei seakan tidak percaya.


"aku tahu yang mulia kaisar tidak akan percaya padaku. jika anda ingin membuktikannya sendiri makanlah sisa makanan yang Jiang He kasih padaku tapi itu jika anda masih menyayangi nyawa anda." jawab Yuan Lin tanpa takut sedikitpun.


"Bersikaplah sopan pada yang mulia kaisar putri." seru perdana menteri Dong Wu.


Mereka semua yang mendengar ucapan Yuan Lin mencoba mencerna semuanya. putri Jiang He nampak menunduk takut dan juga gugup sehingga selir Xu Qin pun hanya bisa berdecih saja dengan tingkah ceroboh putrinya.


"Sudahlah ini bukan masalah yang serius. mungkin saja ada orang lain yang melakukan ini dan berusaha menuduh putriku yang melakukannya." ujar selir Xu Qin.


Yuan Lin hanya tersenyum kecil saja mendengar apa yang di katakan selir bodoh itu.

__ADS_1


__ADS_2