Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kekhawatiran Patricia (LPT S2)


__ADS_3

Di rumah Patricia dan Herluc tengah berbicara serius. dalam pembicaraan mereka kali ini hanya ada perubahan ekspresi wajah yang sangat sulit di tebak.


Patricia tak sengaja menggunakan sisa kekuatan yang dia miliki untuk melihat apa yang terjadi di dunianya terdahulu yaitu dunia kekaisaran. dan setelah melihat apa yang terjadi membuat dia menjadi khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepannya. apalagi ketika dewa yang memberikannya kalung pasangan menemui dirinya di alam bawah sadarnya saat ini membuat wanita itu kembali terkejut.


"Aku memberikan kalung itu karena memang itu di butuhkan untuk takdirnya saja. dan apa yang aku katakan waktu tak semuanya salah dan tak semuanya benar. kehidupan putrimu yang sebenarnya bukan ada di dunia itu." ucap dewa Wenzui


"Apa yang kau maksud? kau mengatakan jika kehidupan putriku yang sebenarnya ada di dunia ku saat ini. lalu kenapa kau berbicara seperti itu." tanya Patricia dengan tidak mengerti.


"Permainan takdir tidak semudah yang kau kira Jia Li. aku tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan. aku hanya memberitahumu sedikit agar kau menyiapkan diri jika hari itu tiba dan juga karena kau sudah ku anggap sebagai putriku sendiri." jawab dewa Wenzui kemudian menghilang.


Seketika Patricia membuka matanya dan langsung menatap suaminya dengan tatapan sulit di artikan. hal tersebut membuat Herluc penasaran apa yang sudah terjadi pada istrinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Herluc.


"Dewa Wenzui menemui dan mengatakan sesuatu yang membuat ku tidak paham apa maksudnya." jawab Patricia.


"Apa yang dia katakan?" tanyanya lagi.


"Dia bilang jika kehidupan putri kita bukan berada di dunia kita saat ini." jawab Patricia yang membuat Herluc terkejut.


"Apa yang pak tua itu katakan, bukankah dia sendiri yang mengatakannya waktu itu jika kehidupan putri kita yang sebenarnya ada disini lalu kenapa dia berkata lain lagi. aihhh semakin tua dia semakin tidak bisa berprinsip." kata Herluc dengan kesalnya.


"Apakah yang dewa Wenzui maksud adalah putri kita akan kembali ke lagi karena aku melihat jika keadaan putri Yuan Lin saat ini baik-baik saja tapi belum ada tanda-tanda dia akan bangun. bagaimana ini aku tidak mungkin membiarkannya kembali lagi. sudah cukup selama ini aku dan putriku terpisah karena takdir yang gila ini." ucap Patricia dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


"Tenanglah. kita tidak tahu apa yang sebenarnya di takdirkan untuk putri kita. kita hanya perlu melihat dan menunggu saja apa yang akan terjadi di masa depan. aku yakin itu adalah yang terbaik." kata Herluc dengan menenangkan istrinya.


Sebenarnya Herluc juga sudah merasa jika takdir putrinya itu begitu besar tapi ia hanya diam saja karena tidak yakin tapi setelah dewa Wenzui memberitahunya ia menjadi semakin yakin jika apa yang dia rasakan tidak sepenuhnya salah.


"Apa yang terjadi ayah kenapa kalian terlihat begitu khawatir? apakah ada yang terjadi?" tanya Johan yang baru saja datang dan langsung menghampiri kedua orangtua angkatnya.


"Tidak tidak itu hanya perasaan mu saja. bagaimana meeting yang kau lakukan? semuanya berjalan lancar bukan?" tanya Herluc


"Hmm sangat lancar bahkan perusahaan kita akan banyak diuntungkan dengan kerjasama ini." jawab Johan dengan tersenyum.


"Baiklah. terimakasih karena sudah menggantikan ku hari ini. kau istirahat dulu ayah akan mengantar bundamu ke kamar." kata Herluc.


"Apakah bunda sakit?" tanya Johan dengan khawatirnya.


"Hmm mungkin. tapi tidak masalah mungkin karena bunda kelelahan saja." jawab Patricia dengan tersenyum manis.


"Kenapa kau malah mencibir adik iparmu. sudah sana ke kamar." timpal Herluc menegur Johan.


"Tapi ada benarnya juga dengan begitu Niken akan berkunjung kemari. oh iya dimana ponselku. dimana aku meletakkannya yaa. apa kau tahu dimana ponselku?" tanya Patricia dengan mencari ponselnya.


Herluc yang melihat tingkah istrinya pun hanya bisa menghela nafasnya saja kemudian menghampiri Patricia dan mengangkat tangan wanita itu dengan malasnya.


"Jika yang kau pegang ini bukan ponselmu lalu apa? televisi?" tanya Herluc yang membuat Patricia melihat ke arah tangannya yang sudah memegang ponsel.

__ADS_1


"Ck kenapa kau tiba-tiba menempel disini." ujar Patricia yang mendapat sentilan di dahinya.


"Kau yang lupa. ahh sudahlah kau membuatku malas." kata Herluc kemudian berlalu pergi meninggalkan Patricia yang terlihat heran.


Dengan begitu antusiasnya wanita itu menghubungi nomor Niken dan menyuruhnya agar berkunjung ke rumahnya dengan alasan dia kurang sehat dan ingin di periksa oleh Zein. tentu hal itu di iyakan oleh Niken dan membuat wanita sangat senang.


"Kalian semua." panggil Patricia pada semua pelayanannya.


"Iya nyonya. apa yang nyonya butuhkan kami akan melayaninya." tanya pelayan wanita yang merupakan pemimpin dari semua pelayan di rumah Patricia dengan sopannya.


"Kalian semua masak yang enak dan mewah sekarang karena putriku akan berkunjung kesini. ingat harus yang enak. sisanya siapkan apapun yang di perlukan. pastikan semuanya lengkap tidak ada yang kurang sedikitpun. apa kalian paham." kata Patricia.


"Paham nyonya. kalau begitu kami permisi." ucap pelayan itu kemudian mereka membubarkan diri dan memulai tugas mereka.


Disisi lain saat ini Niken tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Patricia. ia menunggu kepulangan Zein cukup lama tapi laki laki itu belum menampakkan batang hidungnya.


"Kapan dia pulang?" gumam Niken dengan melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 5 sore.


Beberapa saat kemudian suara pintu terdengar dan membuat Niken langsung beranjak. dilihatnya seorang laki-laki tampan dengan tas hitam di tangannya serta jas, Ya dia adalah Zein.


"Akhirnya kau pulang juga. aku sudah menunggumu lama sekali." kata Niken yang membuat Zein. tersenyum manis.


"Ada apa? apakah kau sangat merindukan ku?" tanya Zein dengan menggoda Niken.

__ADS_1


"Percaya diri sekali kau ini. bunda menyuruhku dan kau untuk ke rumahnya. dia bilang jika dia kurang sehat karena itu aku ingin agar bisa memeriksanya." jawab Niken .


"Baiklah aku akan membersihkan diri dulu setelah itu kita akan pergi." kata Zein dengan mengacak-acak rambut Niken.


__ADS_2