
Saat ini Yuan Lin sudah sampai di perbatasan kekaisaran Wei dan kekaisaran Han. ia berhenti sejenak karena bingung ingin pergi ke arah mana. saat sedang berfikir tiba tiba sekelebat bayangan yang tidak asing baginya berada tak jauh darinya membuat Yuan Lin terkejut dan mengejarnya.
Merasa ada yang mengikutinya dari belakang membuat Zhi Qing mempercepat lajunya dan ingin mengetahui siapa yang terus mengikutinya. ia mengira jika orang yang mengikutinya adalah suruhan dari raja neraka. ia berhenti di hutan dan langsung mencari tempat persembunyian.
Ketika orang yang di ikutinya tidak ada, Yuan Lin juga ikut berhenti dan menatap sekelilingnya dengan teliti.
"Aku yakin dia adalah Zhan tapi kenapa dia malah menghindari aku. " gumam Yuan Lin
Dari atas pohon Zhi Qing dapat melihat jelas siapa yang mengikutinya sehingga ia pun terkejut bukan main kemudian melompat turun tepat di belakang Yuan Lin tanpa menimbulkan suara
Tapi tidaklah mudah untuk mengelabuhi Yuan Lin. gadis itu tentu tahu jika ada seseorang di belakangnya tapi berpura-pura tidak tahu dan masih belum berbalik.
"Tidak perlu berpura-pura seperti itu aku tau itu kau." kata Zhi Qing yang membuat Yuan terkejut dan berbalik.
Yuan Lin menatap sosok laki-laki tinggi dan tampan itu dengan seksama. ia memperhatikan setiap inci tubuh Zhi Qing tanpa terlewat. sungguh saat ini ia seperti bermimpi karena bisa melihat kekasihnya lagi apalagi di dunia yang menurutnya sangat aneh itu.
"Bagaimana kau bisa sampai disini lagi?" tanya Zhi Qing dengan menyilangkan tangannya ke dada.
"Ck apakah tidak ada pertanyaan lain selain itu." kata Yuan Lin menatap Zhi Qing dengan sinisnya.
"Tidak ada. aku hanya perlu tahu itu saja. bukankah kau sudah bahagia bersama laki-laki yang bernama Zein itu. kenapa kau bisa sampai kesini lagi." kata Zhi Qing.
"Itu semua karena kau. jika waktu itu kau tidak mengambil alih tubuhnya aku tidak akan sampai disini dan tentunya aku masih berada disana." ujar Yuan Lin .
__ADS_1
"Emm begitukah. kenapa kau tidak kembali saja." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Hei ada apa denganmu. aku kesini mencarimu." kata Yuan Lin dengan kesalnya.
"Kenapa kau ingin mencariku kenapa tidak mencari laki-laki sialan itu saja. bukankah kalian sudah menghabiskan dua malam bersama untuk apa mencariku lagi." kata Zhi Qing yang entah kenapa setiap dia mengingat kejadian itu dia ingin sekali marah.
Yuan Lin hanya bisa menghela nafasnya saja mendengar penuturan Zhi Qing. ia pikir Zhi Qing tidak akan memikirkan perkataannya lagi tapi justru kesalahpahaman itu masih berlangsung sampai sekarang. dan ya salah satu hal yang paling sulit di lakukan Yuan Lin adalah membujuk seorang Zhan jika tengah merajuk seperti sekarang ini.
"Aku masih ada urusan." kata Zhi Qing yang bermaksud ingin pergi meninggalkan Yuan Lin.
"Dengarkan dulu penjelasan ku bodoh. kenapa kau dari dulu masih saja sama. kau bahkan tidak mendengarkan perkataan sampai selesai." seru Yuan Lin dengan menarik baju Zhi Qing. saat ini ia ingin sekali memukul laki-laki itu karena kesal.
"Tidak perlu di jelaskan aku juga sudah paham." kata Zhi Qing yang masih bersikeras untuk pergi
"Hei dengarkan aku dulu." seru Yuan Lin dengan memukul kepala Zhi Qing dengan kerasnya.
"Kau mengataiku sialan." seru Yuan Lin dengan melototkan matanya.
"Ti tidak a aku salah bicara." ucap Zhi Qing dengan menelan ludahnya kasar ketika melihat Yuan Lin dengan ekspresi seperti itu.
Ya salah satu kelemahan Zhan atau Zhi Qing adalah kemarahan Yuan Lin. dia paling tidak bisa melihat Yuan Lin marah karena dimatanya, sosok Yuan Lin atau Yuna jika sedang marah akan terlihat seperti iblis sungguhan. lebih baik dia melihat kekasihnya menangis dari pada harus melihat kemarahannya.
"Dengarkan dulu penjelasan ku. kau salah paham bodoh." kata Yuan Lin.
__ADS_1
Mereka pun mencari tempat yang sesuai untuk berbicara. dan kini mereka sudah berada di tepi sungai yang suasananya sangat tenang dan sunyi hanya terdengar gemericik air sungai saja dan hembusan angin segar.
Setelah mereka duduk Yuan Lin pun mulai menjelaskan semuanya dengan sangat rinci dan tidak ada satupun yang dia tutupi dari Zhi Qing. ia tidak mau jika kesalahpahaman itu terus berlanjut.
"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang." seru Zhi Qing dengan kesalnya.
"Jangan meneriaki ku bodoh. waktu itu ucapkan ku belum selesai dan kau langsung memotong saja. karena kebodohan mu itu aku sampai mengalami kecelakaan asal kau tahu. aku bisa sampai disini mungkin juga karena itu." kata Yuan Lin.
"Jadi laki laki sialan itu sudah mati?" tanya Zhi Qing yang di angguki Yuan Lin.
"Memang pantas. jika saja aku tidak membutuhkan tubuhnya aku sudah mengakhiri hidupnya lama sebelum dia menyentuhmu." ujar Zhi Qing dengan tersenyum smrik.
"Setelah ini kau mau kemana? bukankah kau sudah menghancurkan tempat tinggal mu." tanya Yuan Lin
"Ya begitulah aku sudah muak dengan semua itu karena itu aku menghancurkannya. tapi mungkin aku ingin pergi kesana lagi untuk mencari sesuatu." jawab Zhi Qing.
"Hmm baiklah aku juga ada urusan yang harus ku selesaikan. baiklah aku akan pergi." kata Yuan Lin tapi sebelum itu tangannya di tahan oleh Zhi Qing yang membuat gadis itu menoleh.
"Aku akan ikut denganmu." kata Zhi Qing
"Ikut?" tanya Yuan Lin dengan herannya.
"Ya tapi sebelum itu aku harus ke aliansiku dulu." jawab Zhi Qing yang hanya di angguki oleh Yuan Lin
__ADS_1
Akhirnya Yuan Lin membiarkan Zhi Qing untuk ikut dengannya dan saat ini mereka sedang menuju ke aliansi Wungzo yang sudah rata dengan tanah. entah apa yang akan di lakukan Zhi Qing disana tidak ada yang tahu.
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di aliansi Wungzo yang hanya menyisakan reruntuhan bangunan saja. Zhi Qing langsung pergi ke tempat yang dulunya adalah ruangan pribadinya. ia menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan setiap reruntuhan bangunan yang ada di sana.