
Yuan Lin tanpa persiapan apapun langsung pergi menuju ke hutan selatan. ia memutuskan untuk tidak singgah di beberapa desa kecil agar segera sampai. ia melesat dengan kecepatan tinggi sambil melihat apa saja yang terjadi di atas udara.
Tak perlu waktu lama kini dia sudah berada di kekaisaran Ming yang artinya jarak yang harus dia tempuh sudah dekat. Ia memanggil Xiao untuk menemaninya dan juga agar tenaga dalam dan energi Qi nya tidak cepat habis.
"Apakah kau tahu dimana letak lembah terlarang?" tanya Yuan Lin yang berada di atas punggung Xiao.
"Di hutan selatan nona." jawab Xiao dengan seriusnya.
"Ya aku juga sudah tahu. yang ku maksud adalah dimana letak pastinya?" tanya Yuan Lin.
"Lembah terlarang ada di ujung hutan selatan. saya tidak bisa ikut nona pergi kesana dan hanya bisa mengantar nona sampai di depan hutan saja." jawab Xiao yang membuat Yuan Lin heran.
"Memang kenapa?" tanya Yuan Lin.
"Jika saya masuk kedalam energi saya akan terserap habis. elemen yang saya miliki bertentangan dengan yang ada disana. seperti yang di katakan tabib tua itu jika nona harus berhati-hati karena di hutan selatan sangat berbahaya. jika nona ingin sampai ke lembah terlarang, nona harus melewati beberapa tingkatan di hutan tersebut." jawab Xiao dengan menjelaskan.
"Hah? beberapa tingkatan? apa yang kau maksud?" tanya Yuan Lin.
"Hutan selatan adalah hutan yang paling berbahaya yang ada di dunia bawah. disana terdapat tiga lembah yang sangat di takuti oleh semua orang yaitu lembah suci, lembah kematian dan yang terakhir lembah terlarang. Ketiga lembah itu mempunyai bahaya dan binatang misteri yang menjaganya. jika nona sampai di lembah Kematian nona tidak akan bisa menggunakan energi Qi." jawab Xiao yang membuat Yuan Lin mengangguk.
"Ohh iya nona jika nona sudah memasuki lembah suci, lebih baik nona gunakan eleman es dan angin karena itu akan sangat berguna disana." lanjutnya.
"Baiklah aku akan mengingat kata-kata mu." ujar Yuan Lin.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di depan sebuah hutan rindang yang penuh dengan pepohonan yang menjulang tinggi bahkan mungkin sinar matahari hanya sedikit saja mencapai dalam hutan tersebut.
Yuan Lin turun dari punggung Xiao dan memperhatikan hutan tersebut dengan seksama. hutan yang memiliki aura tak biasa dan juga ia bisa merasakan banyak sekali binatang binatang kuat yang ada di dalamnya.
"Saya hanya bisa mengantar nona sampai disini saja. tetaplah berhati-hati dan ingat apa yang saya katakan tadi." ucap Xiao yang di angguki Yuan Lin kemudian kembali kedalam cincin dimensi milik Yuan Lin.
"Jadi ini hutan selatan." gumam Yuan Lin dengan melangkahkan kakinya memasuki hutan tersebut.
Baru beberapa langkah dia menginjakkan kakinya di dalam hutan selatan, ia sudah biasa merasakan aura besar dan aura membunuh yang begitu kuat tertuju padanya. Yuan Lin pun berjalan pelan dan tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.
Dia berjalan sambil tetap memperhatikan sekitarnya dan dengan satu tangan yang menggenggam pedang untuk berjaga-jaga jika saja ada binatang yang tiba-tiba menerkamnya.
Semakin kedalam aura yang di rasakan semakin kuat. Di depan Yuan Lin ada sebuah lembah yang terlihat begitu cantik dan menawan. Yuan Lin yang merasa tertarik pun akhirnya mendekati lembah tersebut.
Seekor Serigala putih berukuran sangat besar berdiri di depan Yuan Lin dengan tatapan tajam khas serigala. Yuan Lin masih bisa melihat tingkatan binatang tersebut yaitu berada di tingkat emas, itu artinya tingkatannya masih di bawah Yuan Lin.
"Siapa kau berani-beraninya datang dan mendekati lembah suci ini." kata serigala salju dengan suara beratnya.
"Aku hanya ingin lewat saja." jawab Yuan Lin dengan santainya. karena memang benar ia tidak bermaksud untuk mengambil apapun yang ada di lembah suci itu.
"Omong kosong. manusia yang datang kesini selalu berbicara seperti kau tapi mereka di butakan oleh keserakahan. dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. siapapun yang melewati ini harus berjiwa suci dan kau aku dapat melihat jika kau bermaksud lain datang kesini." kata serigala salju.
Di dalam ruang dimensi Yuan Lin, Serigala ekor sembilan atau bisa di panggil Mix di buat geram dengan perkataan serigala salju. apakah dia pikir dia sangat kuat sehingga berbicara seperti itu pada nonanya.
__ADS_1
"Apakah nona perlu bantuan saya?" tanya Mix yang merasa sudah sangat geram dengan tingkah serigala salju.
"Tidak perlu aku bisa mengatasinya sendiri." jawab Yuan Lin.
Tiba-tiba saja serigala salju menyerang Yuan Lin menggunakan bola esnya yang sangat besar. Yuan Lin yang terkejut pun langsung melompat menghindari serangan tersebut.
Duarrrr....
Bola salju tersebut mengenai beberapa pohon dan menciptakan ledakan yang cukup keras. Tidak sampai di situ saja serangan lainnya yang di layangkan serigala salju pun masih berlanjut.
Melihat hal itupun Yuan Lin juga tidak akan tinggal diam. dia menangkis semua serangan yang di berikan serigala salju dengan pedang birunnya. hingga beberapa saat serigala salju terdiam beberapa saat dan menatap Yuan Lin dengan tatapan sulit di artikan.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya serigala salju yang membuat Yuan Lin heran.
"Ada apa kau menanyakan siapa aku?" tanya Yuan Lin balik dengan nada dinginnya.
"Aku seperti merasakan jika kau mempunyai dantian emas." jawab serigala salju yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Itu tidak benar. aku hanyalah seorang pengembara yang ingin mencari tumbuhan untuk ku gunakan sebagai obat." ujar Yuan Lin dengan berbohong. ia tentu tidak mau jika ada orang lain yang mengetahui jika dia mempunyai dantian emas.
"Tapi percuma saja kau berkata bohong karena disini hanya jiwa suci saja yang bisa melewati dan menghindari setiap seranganku. dan kau memiliki dantian emas itu artinya kau jiwa suci yang lahir 100 tahun sekali." kata serigala salju yang membuat Yuan terdiam.
"Sudahlah aku tidak ada urusan denganmu." seru Yuan Lin yang menghindari setiap pertanyaan yang di lontarkan serigala salju.
__ADS_1