Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Menemui Wang Cung Li


__ADS_3

Malam hari pun tiba semua orang sedang menghadiri jamuan makan sedangkan Yuan Lin sendiri saat ini sedang berada di dalam kamar selir Xu Qin. dia tengah mencari surat yang akan ia gunakan untuk membongkar semua perbuatan selir Xu Qin.


"Dimana selir bodoh itu meletakkan suratnya apakah pria itu tau dimana selir bodoh itu meletakkan suratnya." gumam Yuan Lin yang terus mencari ke seluruh tempat.


Tapi dia tidak menemukan apa yang sedang dia cari. karena merasa sudah terlalu lama ada di dalam kamar selir Xu Qin akhirnya Yuan Lin memutuskan untuk pergi. ia diam-diam keluar istana dan bermaksud ingin menemui Wang Cung Li untuk menanyakan hal tersebut.


Tapi tiba-tiba saja dia berhenti karena melihat perdebatan antara dua orang laki-laki dan perempuan. tentu Yuan Lin mengenal kedua orang itu, siapa lagi kalau bukan putri Jiang He dan pangeran Kang Ming He.


Karena merasa tertarik dengan apa yang mereka bicarakan akhirnya Yuan Lin berjalan lebih dekat dan menguping pembicaraan mereka.


"Aku tidak mau tahu kau sudah merenggut apa yang aku punya dan sekarang aku mau kau bertanggungjawab atas apa yang sudah kau lakukan." kata putri Jiang He.


"Bagaimana jika aku menolak?" kata pangeran Kang Ming He dengan wajah datarnya.


"Apa yang kau katakan hah." bentak putri Jiang He dengan terkejut.


"Hei putri Wei Jiang He, kau sendiri yang menolakku karena kau tidak pernah menyukaiku kan. lantas kenapa sekarang kau malah memintaku untuk bertanggungjawab." ujar pangeran Kang Ming He.


"Sekarang aku menyukai mu jadi tidak ada alasan untuk kau menolak karena sekarang aku sed....." ucapan putri Jiang He dipotong oleh pangeran Kang Ming He


"Aku adalah tipe orang yang tidak bisa menetap dengan satu orang. tapi kau harus mengetahui satu hal jika dulu ingat itu hanya dulu bukan sekarang, aku sangat mencintaimu tapi kau bahkan selalu menolakku dan tidak pernah memberikan kesempatan untukku. hah sayang sekali itu semua sudah berlalu." kata pangeran Kang Ming He yang membuat putri Jiang He menatapnya.


"A apa maksudmu?" tanya putri Jiang He dengan tidak mengerti.

__ADS_1


"Ya seperti yang kau lihat sendiri aku sudah tidak mencintaimu lagi oh iya asal kau tahu aku sekarang menyukai kakakmu." ucap pangeran Kang Ming He dengan berbisik di telinga putri Jiang He kemudian pergi meninggalkannya.


Yuan Lin yang mendengar perdebatan mereka pun kini sudah paham bagaimana alurnya. sebenarnya dia juga tidak menyangka jika mereka melakukan hubungan ini tapi justru ini akan membuat rencananya lebih menarik lagi tentunya.


"Sangat menarik." gumam Yuan Lin dengan tersenyum smrik.


Setelah mendengar semua pembicaraan mereka Yuan Lin lantas pergi. ia tidak akan melupakan tujuannya begitu saja. tak butuh waktu lama kini dia sudah berada di depan sebuah sekte besar dengan lambang tengkorak merah. ya dia saat ini berada di depan sekte iblis merah. beberapa orang yang tengah berjaga langsung menodongkan senjatanya Karena melihat Yuan Lin yang tiba-tiba saja muncul di depan mereka.


"Siapa kau." tanya salah satu orang yang tengah berjaga.


"Aku ingin bertemu dengan pemimpin kalian." jawab Yuan Lin yang tak berniat menjawab pertanyaan mereka.


"Ada keperluan apa kau ingin bertemu dengan pemimpin kami?" tanyanya dengan penuh selidik.


"Aku ada urusan dengannya." jawab Yuan Lin.


Yuan Lin menatap mereka dengan tatapan malasnya. tanpa berkata-kata lagi ia langsung saja masuk kedalam sehingga langsung membuat orang-orang itu berteriak dan mengejarnya.


Tentu saja perbuat Yuan Lin membuat keributan di dalam sekte tersebut dan saat ini dia sudah di kepung puluhan orang karena mereka mengira jika Yuan Lin adalah seorang penyusup.


"Tangkap dia karena dia sudah masuk tanpa izin. dia adalah penyusup." seru penjaga gerbang tadi yang membuat Yuan Lin langsung di tangkap.


Dia hanya menurut saja karena ini lebih baik dari pada harus bertarung melawan mereka semua hanya akan menyita waktu berharganya saja. mereka membawa Yuan Lin ke ruangan pemimpin mereka. disana juga para ketua juga tengah berkumpul.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Meng Hou yang merupakan ketua ke empat.


"Maaf ketua dia adalah penyusup disini." jawab Wan Gu yang tengah memegangi tangan Yuan Lin.


Wang Cung Li yang mendengar kata-kata penyusup pun seketika mendongak dan terkejut ketika melihat siapa yang mereka katakan sebagai penyusup. tentu saja ia mendadak gemetaran karena bawahannya telah menangkap orang yang salah.


Dia berusaha menetralkan kegugupannya dengan menekan ludahnya beberapa kali. entahlah dia tiba-tiba saja tidak bisa berkata-kata apapun ketika melihat tatapan datar yang di keluarkan oleh Yuan Lin.


"Ketua Wang ada apa kenapa kau terlihat gugup seperti itu?" tanya Shini Shan ketua ketiga.


"Tidak. kalian boleh keluar sebentar aku akan memberikan dia Pelajaran karena telah berani menyusup ke tempat ini." kata Wang Cung Li.


"Apakah tidak sebaiknya dia langsung di bawa ke penjara bawah tanah saja ketua?" tanya Shini Shan dengan herannya.


"Tidak aku akan terlebih dahulu menanyainya jika kita langsung memasukkan ke dalam penjara bisa saja anggotanya yang lain akan memanfaatkan keadaan ini." jawab Wang Cung Li yang di angguki oleh semua ketua


Setelah semuanya keluar Wang Cung Li menundukkan kepalanya karena merasa takut akan mendapatkan amarah dari Yuan Lin tapi di luar dugaannya karena Yuan Lin malah memuji sektenya.


"Tempat yang sangat bagus tapi sayangnya kau menggunakan ini dengan tidak benar." kata Yuan Lin.


"Aku kesini hanya ingin bertanya apakah kau tahu dimana selir bodoh itu menyimpan suratnya?" tanya Yuan Lin.


"Aku tidak tahu tapi sepertinya aku bisa membantumu." jawab Wang Cung Li.

__ADS_1


"Ya itu yang aku mau. aku tidak akan berlama-lama disini jadi kau pikirkan rencana apa yang akan kau lakukan untuk membantuku." ujar Yuan Lin dengan melesat pergi


Wang Cung Li hanya menghela nafasnya saja. kenapa sekarang dia menjadi sangat takut dengan gadis itu bukannya dulu dia yang paling di takuti di kalangan semua orang bahkan sekte iblis merah merupakan sekte terkuat nomor satu di kekaisaran Wei.


__ADS_2