
Setelah mendapatkan jawabannya kini Yuan Lin tengah berada di ruangannya dengan semua pelayanannya. dia meminta salah seorang pelayan untuk menunjukkan bakatnya, sementara dia hanya duduk santai di kursi.
"saya bis bernyanyi ratu. jika berkenan ratu bisa mendengarkan nyanyian saya." kata Ling Ling dengan menundukkan kepala.
Ling Ling mulai bernyanyi dengan suara khas kecil cempreng namun bernada indah. jika di dunia modern mungkin masih di bawah rata-rata.
Semuanya turut maju dan menunjukkan bakat masing-masing. di ruangan Yuan Lin seperti sedang terjadi perlombaan dengan Yuan Lin sebagai juri sekaligus sebagai penonton.
Bukannya membuat antusias justru pertujukan yang mereka lakukan membuat Yuan Lin tidak bisa menahan untuk tidak menguap karena sangat membosankan dan tidak berbobot sama sekali.
"Hahhh sudah cukup kalian membuatku mengantuk.". kata Yuan Lin dengan menghentikan.
"Aku hanya ingin bertanya pada kalian, menurut kalian orang yang berkhianat itu mendapatkan hukuman apa?" tanya Yuan Lin.
"Di hukum mati ratu itulah yang paling pantas bagi seorang pengkhianat." kata salah seorang pelayan.
"Apakah kalian juga berfikir untuk mengkhianati ku?" tanya Yuan Lin.
"Tidak akan ratu." jawab mereka serempak.
"Heemm baiklah kalau begitu. oh ya Li Sien, kau bilang ramuan energi untuk kandunganku sudah jadi, mana itu?" tanya Yuan Lin yang membuat Li Sien terkejut namun seketika langsung tersenyum dan mengambil sesuatu dari dalam balik bajunya.
"Ini ratu. saya mendapatkannya dari tabib terkenal yang tempatnya agak jauh dari istana dan ini terpercaya sekali. ratu bisa langsung meminumnya." kata Li Sien dengan menyerahkan satu botol kecil pada Yuan Lin
__ADS_1
"Kau yang minum duluan." kata Yuan Lin yang membuat Li Sien terkejut
"Bukankah kau tau akhir-akhir ini selalu ada orang yang ingin menyakiti ku dan putraku. bukankah itu sudah tugasmu dan mereka untuk memastikan bahwa aku dan putraku baik-baik saja." kata Yuan Lin yang membuat semuanya terdiam bahasa apalagi wajah Li Sien yang sangat terlihat jika dia tengah gelisah
"Tapi itu hanya untuk wanita hamil ratu. tabib itu sendiri yang bilang tidak boleh di minum siapapun." kata Li Sien.
"Kau bilang kan ini pil pengembali energi seharusnya bisa di minum siapa saja bukankah begitu. jadi kau harus mencobanya dulu untukku jika itu memang baik aku akan langsung meminumnya." kata Yuan Lin yang membuat Li Sien semakin gugup
Yuan Lin yang melihat itupun tersenyum kecil. dia terus memojokkan Li Sien yang akhirnya membuat wanita itu mau tak mau meminum sedikit ramuannya.
"Saya sudah meminumnya ratu. dan ramuan ini terjamin. jika ramuan ini berbahaya tentu sekarang aku sudah tidak baik baik saja." kata Li Sien yang membuat Yuan Lin mengangguk dan langsung meminumnya.
melihat hal itu membuat Li Sien sangat senang karena rencananya berjalan dengan lancar walaupun dia sudah agak curiga jika Yuan Lin sudah tahu semuanya.
Yuan Lin langsung menetralkan racun yang dia tahan di tenggorokannya agar tidak masuk ke dalam perutnya dan menyakiti putranya. walaupun ramuannya sudah dia keluarkan tapi tak menutup kemungkinan jika masih ada sisanya di dalam.
Di lain tempat salah seorang wanita yang berpakaian sama dengan Li Sien menghampiri dan memberitahu sesuatu sehingga membuat Li Sien terkejut bukan main
"Cari tahu siapa yang sudah membunuh orang-orang ku. beraninya dia ingin bermain-main denganku. dan katakan pada semua anggota Kita agar lebih berhati-hati dan waspada karena aku rasa mereka sudah mulai curiga dengan panjang aku lakukan." kata Li Sien dengan tatapan tajamnya
"Baik pemimpin. tapi saran saya sebaiknya pemimpin jangan terlalu dekat dengan wanita itu karena aku pikir wanita itu lebih licik dari ular." kata bawahan Li Sien yang langsung pergi.
"Ahhh yaaa apakah ini semua permainannya. dan tadi itu?? dia sengaja menyuruhku untuk meminum racun itu agar energiku berkurang? sialll!!! baiklah kalau begitu aku juga akan bermain bersama wanita licik. lihat saja siapa yang akan menang dan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga." kata Li Sien dengan mata yang di penuhi dengan dendam.
__ADS_1
"Bukankah itu pelayan pribadi permaisuri?" gumam seseorang yang mengintai pergerakan Li Sien secara diam diam. dia adalah Chen Zu.
Setelah mendengar semuanya, dia pun langsung pergi dan akan memberitahukan pada Yuan Lin. sesampainya di kamar Yuan Lin , Chen Zu mengetuk pintunya tapi bertepatan dengan Zhi Qing yang juga ada disana jadi kebetulan sekali.
"Masuk saja kita bicara di dalam." kata Zhi Qing yang di iyakan oleh Chen Zu.
Di dalam kamar, Yuan Lin tengah membuat ramuan yang sama persis seperti yang di buat oleh Li Sien. melihat jika suaminya datang dia langsung menghentikan aktivitasnya.
"Kau baik-baik saja bukan?" tanya Zhi Qing.
"Iya ada apa kalian tiba-tiba datang bersama seperti ini." tanya Yuan Lin.
"Wanita itu sudah mulai curiga dengan mu. aku baru saja mendengar pembicaraannya. dan aku yakin jika anggota mereka tidak akan tinggal diam saja. aku melihat jika anggotanya salah satunya pelayan pribadi permaisuri zinsy. aku berfikir wanita itu sengaja menaruh anggotanya di dekat orang-orang yang dekat denganmu untuk memudahkan rencananya. kau harus waspada Lin." kata Chen Zu yang membuat Yuan Lin mengangguk paham.
"Aku sudah menduganya. tapi ada satu yang harus aku pastikan lagi. jika memang benar wanita itu adalah dalang di balik semua kejadian ini aku akan mengakhiri hidupnya." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing terkejut.
"kau ingin bertarung dalam kondisimu yang seperti ini. jangan gila Nana, aku tidak akan membiarkan mu membahayakan putra kita." seru Zhi Qing dengan tegasnya.
"Hahhhhh baiklah kau saja." ujar Yuan Lin dengan lemasnya.
"Tapi apa yang ingin aku pastikan lagi? bukankah kau sudah tahu jawabannya dari anggotanya sendiri. tidak mungkin jika mereka berbohong." kata Chen Zu.
"Aku harus Tahu sendiri dan setelah itu aku baru bis mengambil tindakan lebih dari sebelumnya. tidak lama lagi putraku akan lahir jadi tidak akan ku biarkan serangga sekecil apapun menyetuhnya termasuk para Baeresta." kata Yuan Lin.
__ADS_1