
Setelah berbincang-bincang kaisar langit pun menemani kaisar Wei untuk berkeliling istana tapi pria itu terlihat heran dan bingung ketika melihat banyak pelayan yang tengah sibuk mempersiapkan sesuatu yang entah apa itu.
Melihat hal itupun kaisar langit hanya bisa tersenyum kecil saja karena dia tahu apa yang ada di dalam pikiran kaisar Wei.
"Oh iya apakah putriku sudah memberitahu mu juga jika di dalam acara pernikahannya dengan raja neraka dia juga akan aku nobatkan menjadi penerusku?" tanya kaisar langit yang membuat kaisar Wei terkejut dan langsung menatap kaisar langit.
"Apa yang anda katakan tadi?? penerus?" tanya kaisar Wei dengan terkejutnya
"Ya memangnya kenapa? kenapa anda terlihat terkejut seperti itu. apakah putriku belum memberitahumu." kata kaisar langit yang mendapatkan gelengan kepala dari kaisar Wei
"Tidak perlu terkejut bukankah kau tahu takdir besar yang dimiliki putriku." Kata kaisar langit yang membuat kaisar Wei terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia menghela nafasnya.
"Ya saya tahu yang mulia kaisar tapi sepertinya saya tidak akan membiarkan putriku menetap disini karena tempat tinggal putri Yuan Lin bukanlah disini melainkan di dunia bawah jadi untuk itu maaf karena saya tidak akan mengizinkannya." kata kaisar Wei yang membuat Kaisar langit m rubah ekspresi wajahnya menjadi datar seketika.
"Apa yang anda maksud kaisar?" tanya kaisar langit dengan raut wajah datarnya
"Seperti yang tadi saya katakan jika saya tidak akan mengizinkan putri saya untuk tinggal disini ataupun menjadi penerus dari yang mulia kaisar langit dan secepatnya saya bersama yang lainnya termasuk putri Yuan Lin akan segera meninggalkan kerajaan atas. lebih baik yang mulia kaisar langit mencari orang lain saja untuk menggantikan posisi anda." kata Kaisar Wei
"Siapa kau berani berbicara seperti itu." kata kaisar langit dengan nada suara marahnya karena dia merasa tersinggung dengan perkataan kaisar wei.
"Saya adalah ayah putri Yuan Lin Dan saya lebih berhak atas putri Yuan Lin di bandingkan anda yang mulia kaisar langit." jawab kaisar Wei dengan penuh penekanan
__ADS_1
"Ohh hahaha ku beritahu satu hal, kau tau bukan mengapa putri Yuan Lin merupakan pewaris tunggal dari kerajaan langit? apakah kau tahu kenapa? ya tentu saja jawabnya karena ayah kandung Yuan Lin adalah putraku sendiri dan kau hahhh terlalu percaya diri sekali dengan kata-kata mu itu." ujar kaisar langit dengan sinisnya.
"saya masih bersabar dan menghargai mu sebagai penguasa langit yang mulia kaisar tapi jika Anda sudah melewati batas seperti ini saya tidak akan membiarkan itu sekalipun itu adalah anda yang mulia kaisar langit terhormat." kata kaisar Wei dengan penuh penekanan dan percaya diri.
Keduanya pun saling menatap dengan sengitnya aura mereka pun keluar hanya saja aura milik kaisar Wei tidak ada apa-apanya di bandingkan aura milik kaisar langit. beberapa prajurit yang melihat kejadian itupun hanya bisa terdiam saja mereka merutuki kaisar Wei karena telah berani menantang kaisar langit yang agung.
Di lain tempat yang tak jauh dari keberadaan mereka saat ini, raja neraka dan kedua pangeran Wei serta pangeran Kang Ming He tengah berjalan bersama. hingga akhirnya Zhi Qing pun menyadari sesuatu dan langsung melesat begitu saja membuat yang lainnya bingung tapi juga ikut menyusul
"Hentikan!!!! ada apa ini?" seru Zhi Qing dengan suara kerasnya karena dia merasakan amarah keduanya tengah tidak terkontrol.
"Ayah apa yang ayah lakukan?' tanya pangeran Han tian dengan terkejutnya ketika melihat bagaimana kaisar Wei saat ini.
"Tidak ada yang boleh ikut campur karena dia ingin mengambil Lin Lin kita." kata kaisar Wei yang membuat bingung semuanya.
"Ohh tidak bisa sekarang juga saya akan membawa putri Yuan Lin kembali dan tidak akan saya biarkan putri ku disini menanggung beban yang begitu besar itu." kata kaisar Wei yang tak ingin kalah
Keduanya pun terlihat perseteruan tapi bukan dengan kekuatan melainkan hanya adu mulut saja. keduanya sama-sama tidak ada yang mau mengalah dan merasa bahwa diri mereka sendiri yang paling berhak atas Yuan Lin.
Zhi Qing dan semua orang yang ada disana pun mencoba untuk melerai keduanya tapi nampaknya dua pria tua itu tidak ingin berhenti begitu saja. mereka berdebat seperti anak kecil yang memperebutkan sesuatu.
"Aihhh sebenarnya mereka ini anak kecil atau siapa." gumam Zhi Qing yang tidak habis pikir dengan tingkah keduanya.
__ADS_1
Para prajurit yang melihat itupun hanya bisa melongo saja karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat seorang yang agung bertingkah layaknya seorang anak kecil.
"Apakah aku sedang bermimpi?"
"Tidak. ini benar-benar nyata."
"Ini adalah fenomena terlangka sepanjang sejarah."
Begitupun kata para prajurit yang melihat kejadian itu. mereka tetap saja melongo sedangkan 4 orang yang kini tengah sibuk memisahkan keduanya sudah tidak tahu mau berbuat apa untuk memisahkan mereka.
"Hentikan!!!! ada apa ini?!! apakah kalian tidak malu seperti itu. lihatlah semua orang memperhatikan kalian. dimana wibawa kalian yang katanya pemimpin hah." sebuah suara seorang wanita menggelegar dengan kerasnya. ya dia adalah Yuan Lin.
Tentu saja Yuan Lin kesal dengan perbuatan kedua pria tua itu. bagaimana tidak mereka berselisih seperti anak kecil dan tidak memikirkan wibawa mereka yang sebagai seorang pemimpin.
mendengar suara itupun membuat keduanya dan semuanya orang menoleh. dilihatnya Yuan Lin tengah berjalan menuju ke arah mereka dengan tatapan mata datar dan tajamnya.
"Aku sudah berusaha melerai mereka Nana tapi mereka ahhhh kepalaku sakit sekali mereka seperti anak kecil apalagi anda kaisar langit. bagaimana jika ada orang luar yang melihat kejadian ini. apakah kau siapa jika wibawamu sebagai seorang pemimpin kerajaan atas tercoreng." kata Zhi Qing yang juga tak kalah kesalnya dengan Yuan Lin.
"Sebenarnya apa yang kalian permasalahkan hah." kata Yuan Lin dengan menatap keduanya dengan nyalang.
Kaisar langit dan kaisar Wei pun hanya diam saja dan tak berani menatap. tapi sebagai seorang kaisar tentu saja tidak akan melakukan itu karena mereka masih mementingkan wibawa mereka.
__ADS_1
"Ahhh kenapa kau menatapku seperti itu." kata kaisar langit dengan memalingkan wajahnya.