Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Di Kelabuhi (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

"Bagaimana sayang apakah kau terkejut?" tanya seorang pria dengan berdiri dan tersebut manis pada putri Mei.


"Kau!!!! bagaimana bisa kau ada disini hah. bukankah yang bersamaku tadi adalah pangeran Chen Zu kenapa tiba-tiba berubah menjadi dirimu." seru Putri Mei debgab berdiri.


"Pangeran Chen Zu??? Mana ada. aku yang melayani mu bermain-main tadi tapi aku sengaja hanya diam saja karena ingin melihat bagaimana caramu bermain. dan kau tahu kau sangat agresif sayang." kata pria itu yang ternyata adalah pria yang sudah pernah tidur juga dengan putri Mei dan juga memiliki rasa tersendiri pada putri Mei namun gadis itu malah menolaknya dengan kasar sehingga pria itu menyimpan dendam pada putri Mei. panggil saja Dia Oh YonKu.


"Lalu dimana pangeran Chen Zu sekarang hah. kau sembunyikan dimana dia." seru Putri Mei dengan marahnya.


FLASHBACK...


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Oh YonKu pada Yuan Lin.


Mereka bertemu tidak sengaja di pasar dan Oh YonKu menceritakan bagaimana dia dengan putri Mei. entah sebuah kesempatan atau memang langit berpihak pada Yuan Lin karena bisa bertemu dengan salah satu orang yang pernah bermasalah dengan putri Mei.


"Gadis itu ingin menjebak temanku karena itu aku ingin meminta bantuanmu. bukankah kau mencintainya?" kata Yuan Lin


"Hahhh cinta??!! ya itu dulu tapi sekarang tidak akan pernah aku sangat menyesal pernah jatuh cinta dengan gadis licik dan ular seperti dia. terus terang saja apa yang bisa aku bantu aku pasti akan melakukannya untukmu." kata Oh YonKu dengan tegasnya.


"Tidak banyak kau hanya perlu menuruti semua perintahku saja. tidak Leh khawatir aku akan memberikan berapapun bayaran yang kau inginkan. bagaimana apakah kau setuju?" kata Yuan Lin dengan menawarkan sesuatu yang membuat orang lain akan langsung menerimanya.


"Selain uang apa lagi yang akan aku dapat?" tanya Oh YonKu yang sepertinya masih kurang dan tidak yakin dengan apa yang di katakan Yuan Lin.


"Ck kau benar-benar sudah di beri hati malah minta jantung. tentu itu akan sangat menyenangkan bagimu. ya aku tahu selain kau mencintai putri Mei sebenarnya kau juga sangat menginginkan tubuhnya bukan." kata Yuan Lin yang membuat Oh YonKu tidak mengerti.


"Nanti kau juga akan tahu sendiri yang terpenting kau hanya perlu mengikuti apa kata-kata ku saja. mudah bukan." ujar Yuan Lin yang di angguki oleh Oh YonKu.

__ADS_1


"Baiklah aku setuju." jawab Oh YonKu dengan mantapnya.


FLASHBACK END...


"Mana aku tahu aku dari kemarin disini. mungkin kau salah kamar." jawab Oh YonKu dengan santainya.


"Tidak mungkin hah. dasar brengsekk!!!" umpat putri Mei dengan melayangkan serangan pada perut Oh YonKu.


"Kau!!!! berani-beraninya kau memukulku hah." seru Oh YonKu dengan marahnya kemudian di mencengkeram dagu putri Mei sangat erat.


"Sa kittttt...." ucap putri Mei


"Kau pikir aku tidak sakit. kekuatanmu itu tidak ada apa-apanya saat mengenaiku. tapi asal kau tahu karena mulut kotormu itu aku menjadi seperti sekarang. seharusnya sebagai seorang wanita kau bisa menjaga sikap dan omongan Mei. aku benar-benar muak dengan dirimu." kata Oh YonKu dengan melemparkan tubuh putri Mei ke kasur.


Dengan segera putri Mei bangun dan bermaksud untuk melarikan diri karena ia bisa melihat di mata Oh YonKu pria yang baru saja ia tiduri itu tengah memancarkan Api amarah yang sangat besar padanya.


Tidak ada yang bisa di lakukan putri Mei untuk melawan karena saat ini Oh YonKu benar-benar sangat kuat. hanya ada satu cara saja yang bisa di lakukan putri Mei, menurut dan menikmati setiap permainan yang di lakukan Oh YonKu.


Disisi lain Chen Zu tengah berada di ruang dimensi Yuan Lin. Ya gadis itu rupanya membawa Chen Zu ke ruang dimensinya.


Beberapa saat kemudian Chen Zu pun mengerjakan matanya dan perlahan-lahan dia merasakan pusing yang luar biasa di kepalanya.


"Nona Pak tua ini sudah sadar." kata Xiao dengan suara sedikit keras.


"Dimana aku? apa yang terjadi kenapa kepalaku sangat pusing." ucap Chen Zu yang masih memegangi kepalanya.

__ADS_1


Perlahan-lahan penglihatannya pun mulai jernih dan bisa melihat dengan jelas siapa saja yang berada di depannya dan berada di manakah dua sekarang.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Yuan Lin yang membuat Chen Zu berdiri.


"Sebenarnya apa yang terjadi denganku. seingatku tadi aku ada di kedai karena menunggumu kenapa tiba-tiba saja aku ada disini dan kepala sangat pusing." kata Chen Zu.


"Dasar bodoh. bagaimana kau bisa mempercayai sebuah surat saja hah. kau sudah tahu bukan jika aku ingin menemui mu aku akan langsung mendatangimu bukan mengirim surat seperti yang di lakukan gadis bodoh itu." kata Yuan Lin yang membuat Chen Zu tidak mengerti.


"Apa yang kau maksud?" tanya Chen Zu.


"Kau itu hampir saja di perkosa apa kau tahu." kata Naga Yang yang membuat Chen Zu terkejut.


"Apakah kau bercanda. jangan berbicara omong kosong." seru Chen Zu dengan tidak percayanya.


"Karena memang kenyataannya seperti itu. kau itu sebenarnya bodoh juga hahaha." ujar Xiao dengan terkekeh geli.


"Apa yang kau maksud hah!" bentak Chen Zu dengan kesalnya.


"Sudah kenapa kalian ini selalu bertengkar hah. seharusnya kau itu lebih berhati-hati lagi Chen. jika saya aku tidak memata-matai dirimu aku tidak tahu bagaimana nasibmu sekarang. mungkin saja besok kalian sudah menjadi pasangan suami istri." kata Yuan Lin yang membuat Chen Zu terkejut lagi.


"Suami istri?!!! sebenarnya apa yang terjadi apa yang kalian sedang bicarakan aku tidak paham sama sekali." kata Chen Zu.


"Kau ingat bukan dengan gadis yang menghadangmu saat kau akan kembali dari kerajaan langit? ya kau hampir saja menjadi suaminya." kata Yuan Lin dengan menyilangkan tangannya ke dada.


Tentu saja Chen Zu terkejut bukan main mendengar ucapan Yuan Lin. mendadak dia langsung memeriksa semua bagian tubuhnya apakah masih sama seperti semua atau sudah ada perubahan.

__ADS_1


"Syukurlah..." ucap Chen Zu dengan menghela nafasnya lega tali seketika raut wajahnya langsung berubah menjadi datar.


Jika sudah seperti itu tidak ada yang bisa ikut campur lagi masalah Chen Zu karena itu semuanya langsung meninggalkan Chen Zu begitupun dengan Chen Zu yang juga ikut menghilang.


__ADS_2