Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Mencoba Kekuatan Darah iblis (LPT : KETURUNAN SUCI ")


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan sinarnya. di bawah selimut ada dua insan yang masih tidur dengan posisi saling memeluk. ya, mereka adalah pemimpin kerajaan langit dan neraka.


Karena merasakan adanya sesuatu yang hangat yang menerpa di dadanya membuat sosok laki-laki itu mengerjapkan matanya. di lihatnya wajah tenang istrinya yang masih tertidur pulas. dia tersenyum kecil kemudian mengecup kening istrinya dengan lembutnya.


"Terimakasih karena sudah berusaha, aku sangat menyayangimu. tidak akan aku biarkan siapapun menyentuhmu bahkan seujung kuku pun." ucap Zhi Qing dengan mengelus pipi istrinya dengan pelan karena takut mengganggu.


"Apa aku mengganggumu sayang?" tanya Zhi Qing ketika menatap yuan Lin yang tengah mengumpulkan nyawanya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Yuan Lin dengan suara khas orang yang baru saja bangun tidur.


"Aku hanya memandangmu saja. apa tidak boleh memandang istri sendiri." jawab Zhi Qing dengan tersenyum.


Yuan Lin hanya tersenyum saja sebelum akhirnya menyadari sesuatu jika ada yang salah. dia pun tersadar dengan ucapan Zhi Qing. dengan segera dia bangun dari tidurnya dengan tatapan syok.


"Zhan k kau?" ucap Yuan Lin yang di jawab dengan senyuman manis.


"Kenapa kau sangat terkejut?" tanya Zhi Qing namun mendadak dia panik karena Yuan Lin tiba-tiba menangis.


"Hei ada apa? apa aku salah? jangan menangis." kata Zhi Qing.


"Jangan lakukan ini lagi atau aku akan marah padamu. kau tahu aku benar-benar seperti kehilangan hidupku saat kau tidak mengingatku sama sekali. " jawab Yuan Lin dengan sesegukan.


"Aku minta maaf karena sebelumnya aku belum tahu. jika aku tahu aku pasti akan mencari cara agar tidak terjadi." ucap Zhi Qing.


"Jangan lupakan aku Zhan aku aku tidak bisa menjalani hari-hari ku tanpa dirimu." kata Yuan Lin namun membuat suaminya terkekeh dan dengan refleks mengecup bibirnya.

__ADS_1


"Tidak. mana mungkin aku melupakan mu apalagi sekarang sudah ada dia di tengah-tengah kita. kau ingat bukan janji yang pernah aku katakan sebelum kita ada disini, dan lihat bagaimana sekarang. kau juga harus percaya padaku apapun yang terjadi karena kau adalah satu-satunya orang yang menjadi alasanku tetap hidup sampai sekarang." kata Zhi Qing dengan mengusap air mata istrinya dengan lembutnya.


"Kau berjanji?" tanya Yuan Lin.


"Aku berjanji sayang. tapi sebelum itu apakah kau tidak merasa kedinginan atau sengaja memancing ku untuk melanjutkan yang semalam?" tanya Zhi Qing dengan tatapan tengilnya.


Tentu saja Yuan Lin tidak paham namun ketika Zhi Qing memberi isyarat agar melihat ke bawah betapa terkejutnya dirinya ketika mendapati jika tubuhnya tidak tertutup apapun dan tanpa malu menangis di hadapan suaminya.


"Kau!!!!" seru Yuan Lin dengan kesalnya kemudian berlari untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri mereka berdua bergegas ke jamuan makan karena sudah di tunggu oleh kaisar langit dan permaisuri zinsy. seperti biasanya tidak ada suara apapun di ruang makan


di luar, banyak sekali wanita tua dan muda yang datang ke kerajaan langit. tatapan semuanya pun terlihat bingung terkecuali permaisuri zinsy yang nampak tersenyum melihat semua itu.


"Hahaha kau benar sekali kaisar. aku melakukannya karena aku pikir kita butuh beberapa pelayan lagi untuk mengurusi putri kita." Jawab permaisuri zinsy yang membuat semuanya semakin bingung.


"Apa yang ibu maksud?" tanya Yuan Lin.


"Astaga bagaimana mau tidak tahu. lihatlah sekarang bagaimana dirimu. semakin hari cucuku akan semakin besar dan kau tentu saja akan sedikit kerepotan karena tidak bisa bergerak bebas jadi mulai sekarang akan ada pelayan yang siap melayanimu dan cucuku kapan pun yang kau mau. mereka akan siap siaga apapun yang terjadi." kata permaisuri zinsy yang membuat Yuan Lin terkejut begitu juga yang lainnya.


"Istriku apa yang kau lakukan??!" kata Kaisar langit dengan suara sedikit kerasnya namun dengan cepat di hentikan Yuan Lin karena dia tidak mau membuat permaisuri zinsy sedih .


"Tapi putriku dia ..." lagi lagi ucapan Kaisar langit di potong oleh Yuan Lin.


kaisar langit dan Zhi Qing hanya saling tatap saja. tentu mereka sangat terkejut dengan hal ini. karena jika sudah seperti ini musuh akan sangat mudah untuk masuk.

__ADS_1


"Baiklah aku kan menuruti permintaan ibuku selagi ibu bisa senang benarkah begitu." kata Yuan lin dengan menatap Kaisar langit dan Zhi Qing bersamaan.


"Ah i iya benar sekali " jawab mereka serentak.


Setelah itu Zhi Qing pun mengajak Yuan Lin untuk membicarakan hal itu tentu dia khawatir jika akan terjadi sesuatu pada istrinya dan calon buah hatinya apalagi dia sudah melihat pergerakan dari musuh.


"Sayang kau harus tetap waspada karena aku merasa dia sudah semakin dekat dengan kita." kata Zhi Qing.


"Aku mengerti kekhawatiran mu Zhan. tapi percayalah aku akan sangat menjaganya dengan baik. lagi pula masih ada kau disini jadi apa yang perlu di khawatirkan." ujar Yuan Lin dengan tersenyum.


"Aku juga akan mencari tahu keberadaannya. jika memang benar dia semakin dekat dengan kita bukankah itu lebih baik dan akan sedikit mudah." lanjutnya.


"Ya aku percaya padamu. Jika terjadi sesuatu yang mencurigakan kau harus langsung memberitahuku." kata Zhi Qing.


Karena penasaran dengan kekuatan darah iblis yang sudah bangkit, kini Zhi Qing menuju ke sebuah hutan untuk mengetesnya. dia melakukan gerakan gerakan tertentu kemudian sebuah pusaran angin kecil tapi memiliki energi yang besar muncul dari tangannya. dengan segera dia mengarahkannya pada sebuah pohon dan terjadi ledakan.


Duaaarrrrr...


"Gila...." ucap Zhi Qing dengan menatap tangannya dan efek yang di akibatkan oleh kekuatan darah iblis.


Dia mencoba beberapa kali lagi dengan teknik yang berbeda beda dan hasilnya berkali-kali lipat lebih besar dari sebelum dia menggunakan kekuatan darah iblis.


Terlihat penampakan di depannya begitu kacau dan hancur karena percobaan yang dia lakukan. karena tidak mau memancing orang datang akhirnya dia menyudahinya dan pergi.


Sebuah bayangan melesat dengan cepat bertepatan juga dengan Zhi Qing yang meninggalkan tempat itu. namun bukan Zhi Qing namanya jika tidak menyadarinya bahkan gerakan kecil seklipun.

__ADS_1


__ADS_2