
Oh YonKu benar-benar membuat putri Mei tidak berdaya dan kehabisan semua tenaganya. cara bermainnya juga sangat kasar karena pria itu benar-benar dalam keadaan marah dan melampiaskan semuanya pada putri Mei.
Kini keadaan putri Mei benar-benar sangat mengkhawatirkan. dia terkulai lemas dengan kondisi pakaian yang sangat berantakan. hampir semua bagian tubuhnya ada tanda merahnya. gadis itu mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menggerakkan giginya. walaupun sebenarnya dia juga menikmatinya tapi tetap saja bukan dengan pria itu dia ingin melakukannya.
"Kau lihat saja Oh YonKu apa yang akan aku lakukan padamu sialannn. seharusnya aku lebih dulu menghabisimu." kata putri Mei dengan marahnya dan semakin membenci Oh YonKu.
Dia pun membenahi pakaiannya dan berlalu keluar untuk melaporkan pada Wu Xun apa yang sudah terjadi padanya. dia benar-benar kesal pada pamannya karena rencana yang dia buat sehingga membuat dia harus merasakan hal seperti itu.
Putri Mei pun menuju ke kediaman pamannya. tapi di tengah jalan seseorang menghadangnya sehingga membuat gadis itu terkejut bukan main.
"Pangeran Chen." seru Putri Mei ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya.
Chen Zu hanya menatap putri dengan tajam dan datar. tidak ada ekspresi apapun di wajah tampannya itu. putri Mei yang melihat itupun seketika merasa bergidik sendiri. auara yang di keluarkan Chen Zu juga aura yang akan membuat semua orang tertekan.
"Ke kenapa pangeran menatapku seperti itu." ucap putri Mei dengan gugupnya.
"Gadis licik dan ular seperti mu seharusnya sudah lenyap dari dunia ini." kata Chen Zu dengan suara dinginnya kemudian dia menggunakan kekuatannya untuk mengikat tubuh putri Mei.
"Apa yang kau lakukan?! kenapa kau mengikatku seperti ini." kata putri Mei dengan memberontak.
Dalam sekali jentikan jari keduanya pun kini sama-sama menghilang. Chen Zu membawa putri Mei ke sebuah tempat tersembunyi yang mana itu adalah tempat rahasianya dia.
__ADS_1
Dia melemparkan tubuh putri Mei hingga menabrak dinding. melihat bagaimana Chen Zu memperlakukan dirinya tentu saja putri Mei tidak paham dan juga terkejut. ia tidak menyadari apa kesalahannya.
"Kenapa kau melakukan ini apa kesalahan ku?" tanya putri Mei dengan polosnya dan tidak mengerti.
"Putri Mei...dengan tidak tahu malunya kau masih bertanya dimana dan apa kesalahan mu?." kata Chen Zu dengan suara dingin dan penuh penekanan.
"A aku ti tidak tahu... lepaskan aku ku mohon." ucap putri Mei dengan mencoba memberontak tapi nihil tidak ada hasil apapun yang ada justru ikatan itu malah semakin erat mengikat tubuhnya
"Apa yang kau mau?" tanya Chen Zu dengan dinginnya
"Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan pangeran. ku mohon lepaskan aku aku tidak bisa bernafas." ucap putri Mei lagi.
"Terus bergeraklah dan tidak akan lama lagi kau hanya akan tinggal nama saja." kata Chen Zu
"Apakah aku perduli?!! jika saja kau tidak memakai rencana murahan itu tentu saja saat ini kau sudah menguasai diriku tapi ckckck rencana bodoh itu justru akan menghancurkan mu sendiri." kata Chen Zu yang membuat Putri Mei terkejut.
"A apa yang kau maksud?? a aku tidak mengerti." ucap putri Mei dengan berpura-pura.
"Kau tahu saat ini aku ingin sekali melenyapkan mu...tapi aku tidak mau karena waktunya belum pas. dan untuk sekarang aku akan membiarkanmu terus seperti ini agar kau bisa menghirup udara segar lagi. " kata Chen Zu dengan sedikit mengeratkan ikatannya sehingga membuat putri Mei meringis kesakitan.
Setelah itu ia pun langsung menghilang begitu saja aja meninggalkan putri Mei yang tengah berteriak memanggil namanya terus menerus. semakin memberontak, putri Mei semakin merasa ikatan itu semakin menjeratnya. jadi satu-satunya cara hanya diam dan tidak terus bergerak.
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa tahu hal ini....sialannn aku jadi terkurung disini. tempat apakah ini kenapa aku sama sekali tidak mendengar suara apapun." ucap putri Mei dengan menajamkan Indra pendengarannya tapi tidak ada suara yang dia dengar bahkan sedikit saja.
"Ck sialannn... bagaimana caranya aku bisa lepas dari ikatan ini. semua badanku rasanya sudah remuk gara-gara pria baji**** gila itu dan sekarang ikatan sialann ini menambah rasa sakitku,,jika saja aku bisa bertelepati..."gerutunya dengan terus menerus mengumpat.
Beberapa saat kemudian datanglah beberapa orang pria yang tiba-tiba saja muncul di hadapan putri Mei. ada lima pria berbadan besar dan berotot yang mengelilingi putri Mei. gadis itu yang tadinya tertidur kini membuka matanya ketika merasakan kehadiran Seseorang.
Senyuman yang tadinya di penuhi dengan semangat kini sekarang pudar dan menatap kelima pria tersebut secara bergantian. dia tidak tahu siapa mereka kenapa mereka ada disini juga.
"Ternyata di di bilang tuan benar. gadis ini lumayan juga. beberapa hari ini kita benar-benar akan bersenang-senang dengannya." kata salah seorang pria dengan mencolek dagu putri Mei.
"Si siapa kalian hah. mau apa kalian disini. jangan berani-berani untuk menyentuhku atau kau akan tahu akibatnya. jangan mendekat aku adalah putri Mei putri kaisar langit dan permaisuri Zinsy." seru Putri Mei ketika pria itu berusaha untuk menyentuhnya lagi.
Plakkkk....
Satu tamparan keras mendarat di pipi putri Mei. sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan tamparan seperti ini dan dia baru tahu bagaimana rasanya di tampar oleh seseorang.
"Sudahlah tunggu apa lagi aku sudah sangat tidak sabar." kata salah seorang lagi yang terlihat sangat tidak sabaran.
"Apa yang ingin kalian lakukan hah. menjauhlah dariku dasar brengsekk." seru Putri Mei dengan memberontak lagi tapi justru ia semakin tidak bisa bernafas. dan lagi-lagi dia hanya bisa diam dan pasrah saja dengan semua yang di lakukan kelima pria tersebut.
Disisi lain, Wu Xun terlihat sedang cemas karena menunggu kepulangan putri Mei karena tidak biasanya gadis itu terlambat melaporkan apalagi hal itu adalah masalah pribadinya sendiri.
__ADS_1
Rupanya dia belum tahu jika semua rencana yang sudah dia susun matang-matang berhasil di gagalkan oleh Yuan Lin. jika dia tahu entah bagaimana reaksinya apalagi ketika mendengar atau melihat bagaimana keadaan putri Mei sekarang.
"Sebenarnya pergi kemana dia apakah dia masih bersenang-senang dengan laki-laki itu. ck sudahlah lebih baik aku tunggu saja." ujar Wu Xun