Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Balas Dendam


__ADS_3

Yuan Lin yang mendengar penuturan putri Jiang He hanya tersenyum kecil saja sambil menyilangkan tangannya ke dada. sementara semua orang yang menyaksikan itu nampak sedang berbisik-bisik membicarakan mereka.


"Apakah aku salah, aku hanya berbicara fakta saja." ujar Yuan Lin dengan santainya.


"Hentikan ini semua putri Yuan Lin kau sudah sangat kelewatan. aku selalu diam dengan semua yang kau lakukan tapi untuk kali ini aku tidak akan membiarkanmu. kau telah menuduh putriku dengan begitu hinaannya dan kau akan mendapatkan hukuman atas itu." timpal kaisar Wei dengan marahnya.


"Apakah kaisar pikir aku takut dengan hukuman itu? aku sudah banyak menelan kepahitan selama masa hidupku bahkan sejak lahir dan itu semua karena siapa? apa kau tahu itu?" tanya Yuan Lin dengan dinginnya


Suasana yang tadinya begitu ramai dengan sorakan dan tepuk tangan semua orang kini hanya menyisakan keheningan saja karena mereka tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya dan memilih untuk diam dan mendengarkan apa yang sedang terjadi.


"Keluarlah." kata Yuan Lin.


Tiba-tiba saja keluarlah 3 orang dengan tangan terikat. semua orang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Siapa mereka Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian.


"Jika aku menjawab mereka adalah orang yang di suruh untuk menghabisiku dan dirimu bagaimana?" tanya Yuan Lin balik.


Memang pangeran Han Tian masih ingat dengan wajah orang yang dulu berusaha ingin mencelakainya tapi dia tidak tahu siapa yang satunya lagi. Selir Xu Qin yang melihat orang suruhannya sekarang berada di depannya dengan tangan terikat pun mendadak menjadi gemetaran.


"ba bagaimana bisa dia tertangkap olehnya. bagaimana ini jika dia buka mulut disini semua orang akan mengetahuinya. aku tidak akan membiarkan ini terjadi." batin selir Xu Qin yang membuat Yuan Lin tersenyum menyeringai.


"Kalian ingat dua orang yang pernah ingin mencelakai pangeran Han Tian saat ulang tahun kaisar Wei? katakan siapa yang menyuruh kalian berdua." kata Yuan Lin dengan tegasnya.

__ADS_1


Kedua orang itu menatap ke arah selir Xu Qin terlebih dahulu sedangkan selir Xu Qin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja memberikan isyarat agar mereka tidak berbicara. tentu kedua orang itu bingung harus berbuat apa. tapi ketika mata mereka tak sengaja bertemu dengan mata Yuan Lin mendadak tubuh mereka pun berkeringat dingin.


Tatapan Yuan Lin begitu mengintimidasi. sangat tajam dan menusuk hingga membuat orang yang di tatap tidak akan bisa berbicara. kemudian salah satunya menunjuk ke arah selir Xu Qin yang membuat wanita itu terkejut bukan main.


"Bohong. dia berkata bohong. pasti ini hanyalah akal-akalan mu saja karena kau sangat iri dengan ku dan juga putriku." seru selir Xu Qin dengan mengelak.


"Kau benar-benar sudah melewati batasanmu putri Yuan Lin." kata kaisar Wei dengan marah.


"Lin Lin aku tidak menyangka kau berani menuduh ibuku seperti itu dengan beralibi merekalah yang di suruh oleh ibuku." ujar pangeran Huang Hun dengan tatapan kecewanya.


Yuan Lin hanya menatap mereka dengan datarnya saja. dia sudah mengira pasti drama seperti ini akan terjadi itu benar saja. semua orang tidak percaya dengan apa yang dia katakan.


"Aku tidak sebodoh itu untuk berbicara omong kosong. apakah kau kenal dengan orang ini selir Xu Qin?" tanya Yuan Lin yang kemudian muncul sesosok pria berjubah hitam di sampingnya.


"Halo sayang kita bertemu lagi." ucap seseorang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Wang Cung Li.


"Apakah kau kenal dengannya?" tanya Yuan Lin sekali lagi dengan tersenyum kecil. ia tentu menyadari jika saat ini wanita itu tengah ketakutan tapi berusaha menutupinya.


"Tidak. aku bahkan tidak mengenal siapa dia. jika kau ingin menuduhku maka berfikirlah terlebih dahulu putri. aku ini adalah ibumu tidak seharusnya kau berbuat seperti itu padaku. aku bahkan sangat sedih saat kau di asingkan ke hutan terlarang." ucap selir Xu Qin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Apa yang kau katakan sayang, tentu saja kita saling mengenal bahkan aku sangat mencintaimu lebih dibandingkan kaisar bodoh itu " timpal Wang Cung Li.


Lagi-lagi semua orang di buat bingung tak terkecuali kaisar Wei. ia sungguh tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi ini.

__ADS_1


"Qin er apakah kau mengenal pria ini?" tanya kaisar Wei .


"Tidak kaisar. aku benar benar tidak mengenalnya. ini semua hanyalah tipuan yang di buat putri Yuan Lin untuk mempermalukan ku." jawab selir Xu Qin dengan menangis.


"Kau benar-benar keterlaluan Lin jiejie. kau sudah menuduh ibuku Seperti itu apakah kau tidak malu. seharusnya kau menghormati ibuku." seru Putri Jiang He .


"Dia? ibuku? hah bermimpi saja. ibuku hanya satu yaitu permaisuri Jia Li dan selamanya akan tetap seperti itu." ujar Yuan Lin.


"Perajurit tangkap putri Yuan Lin dia telah menjadi pemberontak di istana ini." kata kaisar Wei yang membuat beberapa prajurit langsung mengepungnya.


"Jika ada yang berani menyentuhnya atau bahkan melukainya seujung kuku saja maka aku tidak akan segan-segan menghancurkan kalian semua" kata seseorang yang tiba-tiba saja muncul di depan Yuan Lin sehingga membuat para prajurit yang tadinya mengepung Yuan Lin kini sudah terpental mundur.


"Kenapa kau keluar." kata Yuan Lin dengan kesalnya.


"Dasar bodoh. kau pikir aku akan diam saja melihat kau di perlakukan seperti ini." timpal Chen Zu. ya orang itu adalah Chen Zu.


Para gadis yang melihat wajah Chen Zu pun langsung merasa tertarik dan bahkan sudah ada yang jatuh cinta padanya. tak heran sih karena paras Chen Zu sangat tampan dan berwibawa.


"Siapa itu? kenapa dia sangatlah tampan." ucap salah satu gadis yang berasalah dari kekaisaran Ming.


"Kenapa kalian hanya diam saja. katakan yang sebenarnya jangan sampai aku menghabisi kalian semua disini." bentak Chen Zu yang sudah sangat geram.


"A aku disuruh olehnya untuk menghabisinya." kata pria yang mempunyai tato kalajengking di lehernya dengan menunjuk selir Xu Qin kemudian menunjuk Yuan Lin.

__ADS_1


"Kaisar apa yang sudah putri Yuan Lin katakan. kenapa dia berbicara seperti itu padaku. aku sungguh tidak mengerti ini." ucap selir Xu Qin dengan air mata buayannya.


Ya tentu saja kaisar Wei dan pangeran Huang Hun di buat geram dengan perbuatan yuan Lin begitupun dengan perdana menteri Dong Wu.


__ADS_2