
Yuan Lin Bertarung melawan Mo Zue dengan menggunakan pedang merahnya. Yuan Lin bisa merasakan jika pertarungan kali ini sangatlah berbeda. ketika ia bertarung dengan jenderal Mo Xu ia mengakui jika Mo Xu mempunyai kekuatan yang sangat besar berbeda dengan Mo Zue, justru Yuan Lin dengan begitu mudahnya melayangkan dan menangkis semua serangan yang di lakukan oleh Mo Zue.
Yuan Lin memang belum mengetahui jika Mo Zue merupakan jenderal terkuat ketiga yang dikirim oleh raja iblis. Mo Zue terus menyerang Yuan Lin menggunakan kekuatannya namun kekuatan yang dia miliki saat ini tidaklah kekuatan yang sebenarnya.
Pertarungan masih terus berlanjut. Yuan Lin memberikan serangan dengan seribu pedang bayangan. seketika di atas Yuan Lin muncul banyak sekali pedang dan langsung menyerang Mo Zue. Pria itupun menahan serangan Yuan Lin dengan sekuat tenaga namun karena Yuan Lin mengerahkan kekuatan yang begitu besar akhirnya Mo Zue pun tak kuat lagi menahannya dan dia terpental mundur.
"Siallll. dia sangat kuat jika seperti ini aku akan benar-benar kalah." ucap Jenderal Mo Zue dengan memegangi dadanya.
Tak sampai di situ saja Yuan Lin kembali melayangkan serangannya pada Mo Zue. ia tidak akan membiarkan musuhnya kembali bangkit dan balik menyerangnya. jika musuhnya sedang lengah itu tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu.
Duarrrr...
Ledakan terjadi ketika Yuan Lin memberikan serangan menggunakan bola apinya. debu-debu yang berterbangan yang sebabkan oleh ledakan tersebut masih mengumpul di tempat itu sehingga harus menunggu beberapa saat untuk melihat hasilnya.
Setelah beberapa saat Yuan Lin memandanginya dan debu-debu sudah tidak ada ia di buat bingung karena jenderal Mo Zue tidak berada disana. ia pun mengedarkan pandangannya tapi sesaat kemudian ia menundukkan badannya dan mengayunkan pedangnya ke belakang ketika dia merasakan ada seseorang yang menyerangnya dari belakang.
"Kau pikir aku bodoh hah." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"Hahaha kau memanglah sangat bodoh." jawab jenderal Mo Zue dengan tertawa.
Yuan Lin menatap Mo Zue dengan tajamnya sedangkan Mo Zue nampak terdiam beberapa saat sebelum akhirnya tiba-tiba dia menghilang yang membuat Yuan Lin bingung dan celingukan. di lihatnya semua orang-orang yang tadi menyerang itu juga mengakhiri pertarungannya dan berjalan meninggalkan desa Awan.
__ADS_1
Tentu hal tersebut membuat bingung semua orang apalagi ketika mayat para kultivator dan prajurit juga ikut bangun dan bergabung kemudian pergi dari sana.
"Apa yang terjadi? mengapa mereka tiba-tiba saja pergi? dan i itu... bu bukankah mereka semua sudah tewas saat bertarung, lalu mengapa mereka bangun kembali?" tanya pangeran Shi Ming Zu dengan bertanya-tanya begitupun pangeran Kang Ming He dan Shen Liu.
"Tidak perlu di kejar. mereka di kendalikan oleh seseorang. dan orang itu sudah pergi dari sini." kata Ketua Ling.
"Salam pada kaisar Liu." kata Yuan Lin yang sudah berada di depan mereka.
"Apa yang putri lakukan disini?" tanya kaisar Liu.
"Tidak saya hanya kebetulan lewat saja tadi dan saya melihat ada pertarungan disini karena itu saya membantu kalian." jawab Yuan Lin.
Ketua Ling menatap Yuan Lin dengan tatapan sulit di artikan sehingga membuat Yuan Lin dan kaisar Liu nampak heran.
Entah kenapa Yuan Lin sangat tidak menyukai jika namanya di kait-kaitkan dengan kaisar Wei apalagi ada seseorang yang menyebut dirinya adalah putri kaisar Wei. tapi yang membuat Yuan Lin tertarik adalah kata-kata terakhir yang di ucapkan ketua Ling.
"Siapa itu jenderal Mo Zue?" tanya Yuan Lin tanpa menjawab pertanyaan dari ketua Ling.
"Dia adalah jenderal terkuat ke tiga dari kerajaan neraka." jawab ketua Ling yang membuat Yuan Lin berfikir sejenak.
"Apa yang sedang putri pikirkan?" tanya pangeran Shen Liu.
__ADS_1
"Ahh tidak ada." jawab Yuan Lin ketika sadar dari lamunannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini kaisar Liu?" tanya pangeran Kang Ming He.
"Begini pangeran, menurut prajurit yang sedang berjaga di desa ini orang orang itu datang secara tiba-tiba dan membuat kekacauan disini. dan saat saya datang mereka sudah bertarung disini. ketua Ling mengatakan jika orang-orang itu bukanlah manusia." jawab kaisar Liu yang membuat kedua pangeran Ming bingung.
"Bukan manusia? apakah maksudnya mereka semua seperti prajurit yang sudah tewas tadi?" tanya pangeran Kang Ming He.
"Apa yang pangeran katakan benar. mereka adalah mayat yang di hidupkan kembali oleh kekuatan jenderal Mo Zue." jawab ketua Ling.
"Jadi benar yang di katakan Ketua Bai. sebelumnya mohon maaf kaisar, ketua Bai juga tadi mengatakan hal yang sama. dia melihat orang-orang itu berjalan dari hutan yang ada di perbatasan sana dan menuju kemari. saat saya memeriksa di hutan tersebut memang ada bekas pertarungan tapi saya tidak tahu karena itu kami sampai disini karena ingin memastikannya." kata pangeran Kang Ming He.
"Sebelumnya saya minta maaf jika memotong pembicaraan kalian. tapi lebih baik kita membicarakan masalah ini tidak disini." kata Yuan Lin yang di setujui semua orang.
Merekapun segera pergi dari sana dan menuju ke istana. Yuan Lin juga tidak mau ketinggalan karena ia juga ingin tahu lebih banyak tentang jenderal Mo Zue dan juga ia akan menanyakan tentang jenderal Mo Xu juga pada ketua Ling.
Sesampainya di istana, Kaisar Liu menyuruh mereka semua untuk menghadiri jamuan makan terlebih dahulu sebelum membicarakan hal tersebut karena ia tahu mereka kelelahan setelah melakukan pertarungan tadi.
"Sebaiknya kita membicarakan masalah ini nanti saja. Zhen sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan jadi sebaiknya kita mengisi tenaga kita dulu." kata Kaisar Liu.
"Bukannya saya menolak tapi saya baru saja makan. saya akan berkeliling saja karena saya baru pertama kalinya datang kesini." kata Yuan Lin yang di angguki kaisar Liu.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu. mari." kata kaisar Liu.