Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Berhasil Mendapatkannya


__ADS_3

"Jadi pria itu juga mempunyai naga. kenapa aku merasakan jika aura naga miliknya hampir sama dengan naga Yang." gumam Yuan Lin.


Naga Zue pun mulai menyerang naga berkepala dua dengan serangan yang tajam dan mematikan. Hingga beberapa serangan akhirnya membuat pria bertopeng lepas dari naga berkepala dua.


"Kau masuk saja aku akan mengatasinya sendiri." kata pria bertopeng yang membuat naga Zue mau tak mau akhirnya masuk lagi kedalam cincin dimensi milik pria bertopeng.


Pria bertopeng pun menyerang naga berkepala dua dengan pedangnya. keduanya pun terlibat pertarungan yang sangat serius. Yuan Lin hanya memperhatikan pertarungan itu dengan santainya.


"Ada gunanya juga pria bodoh itu." ucap Yuan Lin dengan tersenyum kecil.


Ia terus memperhatikan pertarungan antara keduanya. namun lama kelamaan serangan yang di berikan oleh pria bertopeng pun mulai melemah dan dia kerap kali mundur beberapa langkah dan memegangi bahu sebelah kanannya.


Hingga saat pria itu sedang lengah, naga berkepala dua ingin menyemburkan racun es nya pada pria bertopeng, namun dengan segera Yuan Lin datang dan menangkis serangan tersebut dengan energi api yang dia gabungan dengan elemen angin.


Saat seperti ini Yuan Lin berfikir tidak masalah jika berkerja sama dengan musuh namun tujuan yang harus ia capai adalah nomor satu. dan setelah berhasil mengalahkan naga berkepala dua ia akan segera mengambil bunga lotus es dan meninggalkan hutan selatan.


Melihat Yuan Lin yang melawan naga berkepala dua itu membuat pria bertopeng memanfaatkan keadaan dengan mengambil bunga tersebut namun sebelum itu terjadi Yuan Lin sudah bertindak. mau tak mau akhirnya mereka berdua bekerja sama untuk mengalahkan naga berkepala dua.


Dua senjata berbeda sudah ada di tangan Yuan Lin sedangkan pria bertopeng menggunakan pedang jiwa untuk melawannya. mereka menyerang naga berkepala dua secara bersamaan dan menjadikan serangan tersebut sangat kuat dan mematikan.


"Berani-beraninya kau melukai ku." teriak naga berkepala dua dengan melihat ke arah ekornya yang terkena serangan tersebut.

__ADS_1


Mereka terus melakukan serangan dengan begitu seriusnya. naga berkepala dua menghadapi kedua orang tersebut merasa kewalahan. bagaimana bisa ada manusia sekuat mereka, pikirnya.


Yuan Lin mengangkat tinggi-tinggi tangannya dan tercinta seribu pedang di atasnya kemudian ia melepaskannya menuju ke arah naga berkepala dua. ia melihat Jika pria bertopeng saat ini tengah menahan rasa sakit yang ia juga tidak ketahui.


"Aku harus secepatnya mengambil bunga itu." gumam pria bertopeng yang membuat Yuan Lin langsung menatapnya dengan tajam.


Ia tidak ingin berbasa-basi lagi dan segera memberikan serangan terakhirnya pada naga berkepala dua sehingga naga tersebut langsung mati dan hancur mencari serpihan-serpihan es kecil.


Saat melihat pria bertopeng semakin mendekati bunga tersebut membuat Yuan Lin langsung melesat dengan sangat cepat dan mengambilnya lebih dulu. ia mencabut bunga tersebut menggunakan energi Qi yang lumayan besar.


"Kauuu!!!!! akhhhh...." teriak pria bertopeng dengan marahnya ketika Yuan Lin berhasil mengambil bunga lotus es


"Heh kau pikir aku peduli denganmu. nikmati saja rasa sakitmu. aku pergi dulu." kata Yuan Lin dengan tersenyum mengejek ke arah pria bertopeng.


Tapi ia hanya mengangkat bahu acuh saja melihat hal itu kemudian langsung pergi tanpa berkata apapun.


"A aku tidak akan mati. tidak akan." ucap pria bertopeng dengan mencoba berdiri dan menahan rasa sakitnya. Namun lagi lagi ia kembali terjatuh dan tenaganya seperti terkuras habis.


Yuan Lin melesat dan ingin segera sampai di kekaisaran. namun belum juga ia keluar dari hutan selatan tiba-tiba saja ia berhenti dan pikirannya tertuju pada pria bertopeng. entah kenapa seperti ada sesuatu yang menariknya untuk kembali ke tempat itu. ia pun memperhatikan bunga. yang ada di tangannya itu dengan seksama.


"Cih merepotkan saja." gerutu Yuan Lin yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat tersebut.

__ADS_1


Di dalam ruang dimensi miliknya kedua temannya di buat terheran-heran dengan tingkah Yuan Lin yang rela kembali ke tempat tadi demi pria yang menjadi musuhnya.


"Apakah Lin Lin sudah gila. jangan bilang jika dia ingin memberikan bunga itu padanya " kata Chen Zu yang langsung mendapat pukulan di kepalanya


"Apakah kau sangat ingin lidahmu terlepas." kata Xiao dengan sinisnya.


Mereka berdua memang sedang berada di cincin dimensi milik Yuan Lin sedangkan ketiga temannya yang lain masih melatih calon pasukan khusus di kota kecil milik Yuan Lin.


Ketika sampai di tempat tadi, Yuan Lin melihat jika pria bertopeng sedang menahan rasa sakit. ia terlentang di atas tanah dengan satu tangannya yang memegangi bahu kanannya. melihat hal itupun membuat Yuan Lin teringan kejadian dimana kekasihnya dulu mengalami hal yang sama dengan pria bertopeng dan itu membuat hatinya langsung merasakan sakit ketika melihatnya.


"Ada apa denganku. kenapa aku tiba-tiba teringat dengannya. apa yang sebenarnya terjadi." gumam Yuan Lin yang tidak mengerti dengan semua yang dia rasakan.


Pria bertopeng yang menyadari jika Yuan Lin kembali ke tempat ini pun langsung mencoba berdiri dengan sekuat tenaganya. ia tidak akan memikirkan apapun lagi tentang harga dirinya.


"Ku mohon berikan bunga itu padaku." ucap pria bertopeng dengan suara pelannya.


"Hah aku tidak salah dengar kau memohon padaku." ujar Yuan Lin dengan tidak percaya jika ucapan itu yang akan keluar dari mulut pria bertopeng.


"Ku mohon..." ucapnya lagi.


"Kau dan semua anggotamu itu seharusnya tiada dari dunia ini karena dengan adanya kau dan anggotamu hanya akan menambah kekacauan saja." kata Yuan Lin dengan menatap pria bertopeng kemudian langsung melesat pergi meninggalkannya

__ADS_1


Melihat kepergian Yuan Lin membuat pria bertopeng hanya bisa tersenyum kecut saja. namun seketika tatapannya terhenti pada sebuah kelopak bunga lotus es yang terjatuh di tanah. rupanya gadis itu tidak sengaja menjatuhkan satu kelopak bunganya lotus es. dan itu tentu membuat pria bertopeng berbinar.


__ADS_2