
Setelah menyelesaikan makannya ia pun segera beranjak kemudian berjalan dengan pelan sembari memperhatikan orang-orang yang tengah berlalu lalang.
Yuan Lin berhenti sebentar karena merasa ada yang tengah memperhatikannya dari kejauhan tapi dia tidak akan menoleh ke belakang melainkan dia akan terus berjalan tanpa menghiraukan orang yang tengah memperhatikannya.
Dengan secepat kilat yuan Lin sudah menghilang dari tempatnya sehingga membuat orang yang memperhatikan Yuan Lin merasa bingung dan juga heran.
"Kemana perginya gadis itu." gumam seorang pria yang keluar dari persembunyiannya.
Pria itu celingukan mencari di sekelilingnya tapi ia tak menemukan sosok yang tengah ia cari. disisi lain saat ini Yuan Lin tengah bersembunyi di salah satu toko yang menjual berbagai macam pakaian. ia bisa melihat jelas orang yang tadi mengikutinya.
"Siapa dia kenapa mengikuti ku." ucap Yuan Lin .
Tapi seketika Yuan Lin terkejut ketika tak sengaja melihat sebuah tato kalajengking merah yang ada di leher pria tersebut.
"Kalajengking merah... mungkinkah itu orang yang di ceritakan Liao Shan. jadi dia sudah mengawasiku baiklah aku juga akan masuk kedalam permainannya sendiri." ucap Yuan Lin dengan menyeringai seram.
Ia pun keluar dari toko pakaian itu dan mulai berbaur kembali dengan orang-orang begitupun pria misterius itu yang juga mengikuti Yuan Lin. Yuan Lin sengaja ke tempat yang agak sepi supaya dia bisa mengetahui siapa sebenarnya orang yang tengah mengikutinya.
Setelah sampai di depan hutan Yuan Lin pun berhenti dan berpura-pura untuk duduk sebentar menghilangkan penat. pria misterius yang melihat Yuan Lin sedang lengah pun memanfaatkan kesempatan ini dengan menyerang Yuan Lin menggunakan sebuah belati yang sudah di lumuri racun.
Tentu Yuan Lin sudah tahu sehingga dia menghindarinya dengan cepat kemudian berdiri mencari siapa sudah menyerangnya. tiba-tiba seorang pria dengan jubah hitamnya datang yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan heran.
"Siapa kau? kenapa kau menyerangku?" tanya Yuan Lin berpura-pura ketakutan.
"Tidak penting siapa aku yang aku ingin saat ini hanya kematian mu saja jadi bersiaplah untuk itu." kata pria misterius itu dengan menyerang Yuan Lin.
__ADS_1
Yuan berlari menghindari serangan itu dengan berteriak meminta tolong. hingga tibalah dia di tengah-tengah hutan yang sangat sepi.
"Mau lari kemari kau sekarang tidak akan ada orang yang akan menolongmu." kata pria misterius dengan menyeringai seram.
"Tolong siapapun tolong aku..." teriak Yuan Lin kemudian menatap pria itu dengan datarnya.
"Kau pikir aku takut jika disini hanya ada kau dan aku saja. cih jangan bermimpi." ujar Yuan Lin dengan dinginnya.
Perkataan Yuan Lin tentu saja membuat pria itu terkejut karena tiba-tiba saja gadis yang tadinya terlihat sangatlah lemah kini menjadi sangat berani bahkan menatap matanya saja dia berani.
"Sombong sekali kau." seru pria itu dengan marahnya.
Yuan Lin hanya mengangkat bahunya dengan acuh saja sehingga membuat pria itu geram kemudian langsung menyerang Yuan Lin. Yuan Lin dengan sigap menerima serangan itu mengunakan pedangnya.
"Aku harus berhati-hati dia sangat kuat." batin Yuan Lin .
"Rupanya aku sudah tertipu denganmu. kau cukup kuat tapi kau tidak akan bisa mengalahkan ku." kata pria itu
Yuan Lin sudah mengeluarkan cambuk serta pedang birunnya dia juga sudah menggunakan teknik naga surgawi tingkat satu tapi orang yang menjadi lawan Yuan Lin saat ini benar-benar sangat kuat. pantas saja jika pria itu di katakan kultivator hitam serangan yang di gunakan juga bukan main-main.
Yuan Lin memaksakan diri untuk tetap melawan pria itu hingga dia mendapatkan luka sayatan di lengannya. saat ini Yuan Lin sudah tumbang karena serangan itu. darahnya pun sudah mulai menetes karena luka yang di dapatkan lumayan dalam.
"Sial jika begini aku benar-benar akan di habisi oleh pria sialan ini." ucap Yuan Lin dengan memegangi lengannya.
"Bagaimana gadis kecil apakah kau masih mau menyombongkan dirimu lagi." kata pria itu dengan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Sekarang aku akan membunuhmu gadis sombong." lanjutnya dengan melemparkan pedangnya ke arah Yuan Lin.
Yuan Lin tentu tidak akan tinggal diam saja tapi saat ini dia benar-benar tidak bisa berdiri. saat pedang pria misterius itu hampir mengenai jantungnya Yuan Lin sudah pasrah saja dengan nasibnya tapi suatu hal tak terduga terjadi tiba-tiba saja pedang itu hancur menjadi berkeping-keping.
Hal itu tentu membuat Yuan Lin Dan pria itu terkejut bukan main. seseorang tiba-tiba muncul dan menatap Yuan Lin dengan menggelengkan kepalanya.
"Seharusnya kau meminta bantuan ku kenapa kau malah diam saja saat pria gila ini ingin menghabisimu." kata seseorang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Chen Zu.
"Siapa kau jangan ikut campur." seru pria misterius itu.
"Kau sudah berani melukainya itu artinya kau juga mencari masalah denganku. aku tidak akan mengampunimu." kata Chen Zu dengan mata merahnya yang sudah menyala terang.
"Si siapa kau?!" tanya pria itu dengan gemetaran melihat mata Chen Zu yang sudah memerah.
Chen Zu tidak menghiraukan ucapan pria itu dia menghempaskan tangannya sehingga pria itu terpental menabrak pohon dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Siall." makinya kemudian berdiri.
Mereka bertarung dengan sengitnya. Yuan Lin hanya melihat pertarungan mereka dengan seksama. walaupun lawan yang harus di hadapi adalah seorang kultivator hitam tapi tak membuat Chen Zu merasa kewalahan atau kesulitan sama sekali.
Karena merasa ingin kalah akhirnya pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Chen Zu sudah mengira itu akan di lakukan oleh pria misterius itu sehingga dia pun hanya membiarkannya saja.
Tiba-tiba saja pria itu berubah menjadi sangat menyeramkan. matanya yang merah serta dua tanduk yang ada di kepalanya dan dua taring yang panjang. ia menatap Chen Zu dengan tajamnya tapi laki-laki itu hanya tersenyum kecil saja melihat itu.
"Pencundang seperti dirimu tidak layak untuk hidup." kata Chen Zu.
__ADS_1
"Diamlah manusia bodoh seperti mu tidak tahu apa-apa jadi terimalah ini." kata pria itu dengan melayangkan sebuah bola api pada Chen Zu.
Chen Zu menghindarinya dengan cara melompat kemudian ia membalas menyerangnya.