
Yuan Lin kembali ke istana dan dilihatnya pangeran Han Tian sedang mondar mandir kemudian ia menghampirinya. Yuan Lin menepuk bahu laki-laki tersebut sehingga membuatnya terlonjak kaget.
"Lin Lin kenapa kau mengagetkan ku hah. dari mana saja kau?" kata pangeran Han Tian.
"Aku ada urusan Gege. apa yang Gege lakukan? ku lihat kau seperti orang kebingungan saja. ada apa?" tanya Yuan Lin.
"Apa kau tadi melihat fenomena itu? ini sangat aneh apa kau merasa ada sesuatu yang sudah terjadi?' tanya pangeran Han Tian.
"Itu ya. tentu saja aku tau. dan tugas Gege sekarang adalah membuat para prajurit prajurit itu menjadi lebih Kuat lagi. aku akan pergi dari sini aku tidak bisa terlalu lama di istana karena akan ada banyak masalah di luaran sana dan aku harus mengatasinya." jawab Yuan Lin.
"Apa maksudmu?" tanya pangeran Han Tian dengan bingungnya.
Tak jauh dari tempat mereka sekarang, kaisar Wei yang melihat Yuan Lin sudah kembali pun langsung menghampirinya. ia juga ingin menanyakan hal yang sama pada Yuan Lin mengenai fenomena tadi dan berharap gadis itu akan tahu.
"Putri Yuan Lin kau sudah kembali." kata kaisar Wei dengan tersenyum senang tapi gadis itu justru menatap kaisar Wei dengan datarnya.
"Anda lihat sendiri kan aku sudah ada disini." jawab Yuan Lin dengan nada malasnya sehingga membuat kaisar Wei hanya tersenyum canggung saja.
Entahlah mengapa Yuan Lin sangatlah malas jika bertemu ataupun melihat kaisar Wei. dia masih belum memaafkan semua kesalahan kaisar Wei. jika dia mengingat perbuatnya pada putri Yuan Lin ingin sekali rasanya dia menghabisi pria itu.
"Ada yang ingin ayah tanyakan padamu putri bis..." ucapan kaisar Wei di potong oleh Yuan Lin.
__ADS_1
"Aku tau itu. kumpulan saja semua orang di ruangan rapat ada yang ingin aku sampaikan." kata Yuan Lin yang membuat kaisar Wei mengangguk.
"Apakah kau tahu sesuatu Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian yang nampak penasaran.
"Nanti kau juga akan tahu. aku akan membersihkan diri dulu." ujar Yuan Lin kemudian pergi menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya Yuan Lin segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. seperti biasanya pakaian yang di pakai Yuan Lin tidak mewah seperti putri putri pada umumnya. di bisa saja memakai pakaian mewah seperti itu tapi bagi Yuan Lin apapun yang membuatnya nyaman akan di pakai tanpa rasa malu sedikitpun.
Di ruang rapat, kaisar Wei, perdana menteri dan beberapa petinggi lainnya sudah berkumpul begitupun dengan kedua pangeran. mereka juga sangat penasaran dengan apa yang ingin Yuan Lin katakan. tapi yang di tunggu tunggu belum juga datang.
Tak berselang lama pintu terbuka dan masuklah seorang gadis bercadar dengan penuh wibawanya. aura kepemimpinan yang di miliki Yuan Lin benar-benar sangat besar. ia duduk di kursi yang masih kosong dan melihat satu persatu orang. rupanya perdana menteri yang lama sudah di gantikan oleh Shi Mao Bi salah satu keluarga bangsawan Bi yang terkenal dengan kebaikan dan kedermawanannya.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu terlalu lama." ucap Yuan Lin.
"Kalian tentu melihat kejadian tadi bukan? seperti yang kalian pikirkan jika cahaya tersebut bukanlah cahaya biasa. cahaya itu mengarah ke batu giok dan menghancurkannya sehingga apa yang selama ini tersegel di dalamnya sudah bangkit dan kembali." kata Yuan Lin yang membuat semua orang bingung.
"Apa maksud putri ?" tanya jenderal Chang.
"Raja iblis sudah kembali bangkit." jawab Yuan Lin yang membuat semua orang terkejut.
"Apa bagaimana mungkin. putri anda tahu dari mana?" tanya perdana menteri.
__ADS_1
"Ah itu guruku yang memberi tahu." jawab Yuan Li. dengan berbohong.
"Memangnya siapa gurumu putri Yuan Lin?" tanya kaisar Wei
"Ck Apa itu penting. aku mengatakan yang sebenarnya. aku hanya ingin penjagaan di setiap desa dan perbatasan di perketat lagi karena aku sangat yakin setelah kebangkitan raja iblis kekacauan akan terjadi di mana-mana." ujar Yuan Lin.
"Apa yang di katakan putri ada benarnya. jika raja iblis benar benar sudah bangkit itu artinya masalah besar akan terjadi lagi. kita harus secepatnya bertindak kaisar jangan sampai iblis itu membuat kekacauan lagi." timpal penasehat kerajaan.
Setelah melakukan pembicaraan dengan kaisar dan para petinggi lainnya yuan Lin memutuskan untuk segera pergi. pangeran Han Tian yang melihat Yuan Lin ingin pergi pun seketika menghampiri dan menahan tangannya begitupun juga pangeran Huang Hun yang juga ada di sana.
"Aku tetap harus ikut Lin Lin bagaimana pun kau ini adalah seorang gadis dan aku sebagai kakaknya harus selalu melindungi mu." kata pangeran Han Tian yang masih tetap bersikeras untuk ikut Yuan Lin.
"Apa Gege pikir aku sangat lemah sehingga kemanapun harus di temani. lebih baik Gege di sini saja bersama Hun gege dan bantu kaisar untuk memperketat keamanan serta melatih prajurit lagi agar menjadi lebih kuat." ujar Yuan Lin.
"Yang di katakan Lin Lin benar pangeran. lebih baik kau disini bersamaku. aku yakin Lin Lin kita akan baik-baik saja karena Lin Lin kita yang sekarang bukanlah Lin Lin kecil yang lemah." timpal pangeran Huang Hun.
"Kau seharusnya bisa mengurusinya sendiri pangeran. kau sekarang sudah menjadi pangeran mahkota. aku akan tetap pergi bersama Lin Lin aku tidak mau jika dia kenapa-kenapa." ujar pangeran Han Tian yang membuat Yuan Lin hanya menghela nafasnya saja.
"Kau akan sangat merepotkan ku Gege. walaupun sekarang kau sudah ada peningkatan tapi tetap saja akan merepotkan ku. lebih baik kau disini saja karena di luaran sana aku tidak tahu apa yang sedang menungguku. aku tidak mau mengambil resiko jika kau ikut bersamaku." kata Yuan Lin. ia sengaja menggunakan kata-kata yang agak kasar pada pangeran Han Tian supaya laki-laki itu tidak lagi bersikeras untuk ikut dengannya.
Pangeran Han Tian yang mendengar penuturan Yuan Lin pun hanya menghela nafasnya saja. jujur saja ia sangat ingin menemani gadis itu tapi jika Yuan Lin sudah berkata seperti itu mau tidak mau ia hanya bisa menurut saja.
__ADS_1
"Baiklah " ucap Pangeran Han Tian dengan pasrahnya.