
Disisi lain Yuan Lin tengah membaca buku tentang petunjuk gerbang ke alam atas. ia dengan fokusnya terus mencari dimana keberadaan gerbang itu. setelah beberapa saat membaca akhirnya ia pun mendapat petunjuk dimana letak gerbang menuju alam atas.
Di buku itu tertulis gerbang alam atas hanya akan terbuka setiap 50 tahun sekali. letaknya berada di perbatasan hutan dan lautan. seseorang yang bisa masuk ke dalam gerbang itu hanyalah orang-orang yang mempunyai tingkatan kultivasi tinggi salah satunya seperti Yuan Lin. namun juga ada resikonya, orang itu akan kehabisan sebagian energi Qi nya saat sudah sampai di alam atas.
Namun semua itu bukanlah masalah bagi Yuan Lin karena gadis itu masih mempunyai banyak sekali pil-pil yang mampu mengembalikan energi Qi nya dalam sekejap.
"Hanya terbuka 50 tahun sekali?? aku tidak tahu kapan itu." gumam Yuan Lin
"Aku harus menemui guru." lanjutnya kemudian beranjak.
Ia pun pergi mencari keberadaan gurunya untuk menanyakan hal tersebut. ia pergi ke gunung tempat dimana gurunya selama ini tinggal dan bersemedi. tak perlu waktu lama kini di sudah sampai di gunung tersebut tapi ketika ia masuk kedalam dilihatnya guru Feng Yin tengah bersemedi.
Akhirnya Yuan Lin pun mengurungkan niatnya untuk bertanya pada gurunya karena tidak ingin mengganggu atau menghentikan meditasinya. tapi baru saja dia ingin pergi gurunya memanggilnya yang membuat Yuan Lin menoleh.
"Ah maafkan aku guru apa aku mengganggu mu?" tanya Yuan Lin dengan tidak enak hati.
"Tidak. aku tahu kau akan datang menemuiku. apa yang membuat mu kesini?" tanya guru Feng Yin pada Yuan Lin.
"Aku sudah menemukan petunjuk gerbang menuju alam atas tapi aku tidak tahu kapan gerbang itu akan dibuka. di buku itu hanya tertulis jika gerbang itu akan terbuka setiap 50 tahun sekali." jawab Yuan Lin yang membuat guru Feng Yin hanya tersenyum kecil saja.
"Ini hanya kebetulan ataukah memang takdir mu seperti ini. 10 hari lagi gerbang itu akan segera terbuka." kata guru Feng Yin yang membuat Yuan Lin terkejut
"10 hari?? jadi gerbang itu akan segera terbuka. aku belum menyiapkan apapun untuk itu." kata Yuan Lin
"Tidak masalah kau masih punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya. selesaikan dulu urusanmu disini setelah itu aku akan menunggumu di perbatasan hutan dan lautan." ujar guru Feng Yin yang di angguki Yuan Lin.
__ADS_1
"Baiklah. aku akan pergi dulu." kata Yuan Lin dengan melesat pergi.
"Aishhhh anak itu apa dia tahu dimana perbatasan itu." gerutu guru Feng Yin yang hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dengan tingkah Yuan Lin.
Setelah mengetahui kapan gerbang akan dibuka, Yuan Lin pun memutuskan untuk melihat sendiri letak gerbang tersebut. dia bahkan lupa bertanya dimana perbatasan itu berada.
"Ck bagaimana aku bisa lupa. tapi setahuku hanya ada dua lautan di kekaisaran ini. aku yakin perbatasan itu ada di salah satunya. baiklah aku akan memeriksanya sendiri." ucap Yuan Lin
Ia memanggil Xiao untuk menemani perjalanannya menuju kekaisaran Liu. dengan senang hati elang itu pun langsung membawa Yuan Lin terbang. gadis itu bersantai di atas punggung Xiao sambil melihat awan dan menikmati udara segar.
"Nona kita akan kemana?" tanya Xiao.
"Kekaisaran Liu. setahuku disana ada lautan." jawab Yuan Lin dengan memejamkan matanya di atas punggung Xiao.
Xiao pun menajamkan ppenglihatannya.hampir sampai di kekaisaran Liu dari kejauhan ia bisa melihat lautan yang luas.Tak butuh waktu lama kini mereka sampai di hutan tepatnya di kekaisaran Liu.
"Kenapa nona tiba-tiba saja ingin ke laut? apakah ada sesuatu?" tanya Xiao
"Ya karena tak lama lagi aku akan pergi ke alam atas dan aku ingin melihat perbatasan itu dulu. aku yakin jika gerbang itu ada disini walaupun aku tidak sepenuhnya tahu." jawab Yuan Lin.
"Tapi bukankah ada satu lautan lagi? kenapa nona yakin jika disinilah letak gerbang tersebut?" tanya Xiao dengan heran
"Entahlah hatiku mengatakan jika disinilah tempatnya. baiklah karena aku sudah memeriksanya lebih baik kita kembali saja." kata Yuan Lin.
Xiao pun dengan patuhnya langsung terbang membawa Yuan Lin. saat ini dia ingin menuju ke kota kecil miliknya karena sudah lama ia tidak mengunjunginya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di depan kota kecil milik Yuan Lin. penjaga pintu yang sudah tau pun langsung saja mempersilakan Yuan Lin dan Xiao untuk masuk.
"Nona anda datang." kata Qian Yu dengan gembiranya.
"Ya. bagaimana keadaan disini apa semuanya baik-baik saja?" tanya Yuan Lin pada Qian Yu.
"Sangat baik nona. oh iya apakah nona bersedia makan bersama kami karena kebetulan kami akan segera makan." kata Qian Yu
"Baiklah. tapi aku akan ke kediaman ku dulu. ada yang harus aku periksa." kata Yuan Lin yang di angguki oleh Qian Yu.
Anggotanya yang melihat jika nona mereka datang, langsung menundukkan kepalanya seperti memberikan salam kemudian melanjutkan latihan mereka.
Yuan Lin yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun hanya bisa mengangguk saja. sebenarnya dia tidak terlalu suka di perlakukan seperti itu oleh orang-orang yang sudah dia anggap sebagai keluarganya karena menurutnya itu terlalu berlebih.
Setelah sampai di kediamannya ia pun langsung merebahkan diri di kasur. ya rupanya dia hanya ingin berbaring saja di kasur yang sudah sangat lama tidak dia tiduri. suasana yang sunyi sepi membuat ia sangat nyaman dan tidak ingin beranjak dari sana.
Hoammm...
"Aihh disini sangat nyaman aku jadi ingin tidur. hahhh lebih baik aku melakukan aktivitas lainnya saja." ucap Yuan Lin yang tak ingin tidur.
ia pun kembali keluar dan melihat aktivitas para anggotanya. ia pun berfikir untuk berlatih sebentar bersama mereka. ia mengeluarkan pedangnya dan bergabung bersama salah seorang pria.
"Ahh nona maafkan saya. saya benar-benar tidak tahu jika nona ada disini." ucap pria tersebut dengan gemetaran.
"Tidak masalah. ayo bertarung." kata Yuan Lin
__ADS_1
"Sa saya tidak berani." ucap pria tersebut.
"Anggap saja ini sebagai latihanmu juga. ayo tunggu apa lagi. aku ingin melihat bagaimana perkembangan orang-orang ku." kata Yuan Lin.