
Sedari tadi guru Feng Yin selalu merasa ada yang terus memperhatikan dia dan Yuan Lin. ia pun menggunakan kekuatannya untuk melihat siapa yang sedang memperhatikannya. setelah melihat ia di buat terkejut dan langsung menatap Yuan Lin.
"Ya kau benar guru. dia adalah pangeran Meiuzo." kata Yuan Lin dengan mengangguk
"Kenapa harus bersembunyi pangeran. jika ingin mendengar pembicaraan kami maka kemarilah." kata Yuan Lin yang membuat pangeran Meiuzo terkejut kemudian mau tak mau ia pun menampakkan dirinya dan menghampiri mereka berdua.
"Suatu kehormatan bagi saya karena bisa melihat anda pangeran. apakah selama ini pangeran ada di dunia bawah?" tanya guru Feng Yin pada pangeran Meiuzo.
"Benar. aku ada di dunia bawah untuk melindungi kitab itu. sudah ratusan ribu tahun aku selalu menyuruh penjaga pagoda kembar untuk melindungi kitab yang di buat raja Ximen. hanya dia dan temannya yang bisa mengambil kitab itu." kata pangeran Meiuzo dengan menjelaskan.
"Anda tidak perlu khawatir lagi pangeran karena kitab itu sekarang ada padaku dan temanku. aku akan memastikannya jika semua akan baik-baik saja." ucap Yuan Lin dengan meyakinkan pangeran Meiuzo.
"aku percaya padamu gadis kecil." kata pangeran Meiuzo.
"Jika boleh tahu pangeran tinggal dimana sekarang?" tanya guru Feng Yin.
"Dimana saja aku bisa tinggal." jawab pangeran Meiuzo
"Baiklah aku ada urusan sebentar aku pergi dulu." kata Yuan Lin dengan melesat pergi begitu saja.
"Apakah dia itu memang tidak punya sopan santun." kata pangeran Meiuzo yang membuat guru Feng Yin terkekeh kecil.
"Dia memang seperti itu. sudahlah pangeran mari ikut saya. ada yang ingin saya bicarakan padamu." kata guru Feng Yin
__ADS_1
Saat ini Yuan Lin tengah melesat untuk mencari keberadaan Zhi Qing, namun di tengah-tengah perjalanannya ada beberapa orang berpakaian putih yang tiba-tiba saja menghadangnya sehingga membuat Yuan Lin terpaksa harus berhenti.
"Siapa kalian? kenapa menghalangi jalanku." tanya Yuan Lin dengan tatapan datarnya dan menatap lima orang yang tengah berdiri di depan Yuan Lin.
"Gadis kecil. ah ya maaf karena sudah menghalangi jalanmu hanya saja aku ingin meminta tolong sesuatu darimu." kata Bai Yang salah satu dari kelima orang yang menghadang Yuan Lin.
"Apa?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.
"Aku ingin kau menyerahkan kitab itu pada kami." jawab Bai Yang yang membuat Yuan Lin bingung.
"Apa yang kau maksud? kitab? aku tidak memilikinya." kata Yuan Lin dengan berpura-pura.
"Ck kau pikir kami akan percaya denganmu. aku sudah mendengar apa yang kau bicarakan dengan tua Bangka itu. dan juga aku bisa merasakan keberadaan kitab itu ada padamu." kata Bai Yang
"Oh apakah kalian adalah orang-orang dari alam atas?" tanya Yuan Lin.
"Aku sudah bilang aku tidak mempunyai kitab apapun. mungkin kalian salah orang. sudahlah aku tidak punya urusan dengan kalian. minggir jangan menghalangi jalanku." kata Yuan Lin dengan malasnya.
"Gadis sombong. apakah kau tidak takut jika kau akan di paksa oleh kami karena kau masih berbohong dan tidak ingin memberikan kitab itu." kata Mi Youngji yang terlihat kesal dengan yuan Lin.
"Aku sudah bilang aku tidak memilikinya. kalian salah orang." seru Yuan Lin dengan kesalnya juga .
"Serahkan padaku atau aku akan menyerangmu sekarang." kata Bai Yang dengan mengeluarkan senjatanya.
__ADS_1
Yuan Lin hanya bisa menghela nafasnya saja melihat hal itu. saat ini sebenarnya dia sangat menghindari pertarungan tapi mungkin saat ini bukan waktu yang tepat untuk menghindar karena lawan yang akan di hadapi tidak main-main tapi tetap saja kekuatan Yuan Lin masih jauh di atas kelima orang itu.
Pertarungan pun terjadi. Yuan Lin menggunakan pedang birunnya untuk menghadapi kelima orang dari dunia atas. mereka bertarung dengan begitu lihainya sedangkan Yuan Lin masih dengan santainya menghadapi musuh-musuhnya.
Karena kesal tak bisa melukai Yuan Lin akhirnya kelima orang itu menggabungkan kekuatan mereka. mereka mengelilingi Yuan Lin dengan tangan yang di angkat ke atas. Yuan Lin sendiri hanya memperhatikan kelima orang itu dengan tatapan jengahnya.
"Kali ini kau tidak akan bisa selamat gadis sombong. akan ku pastikan hari ini kitab itu akan menjadi milikku dan aku akan mengirimmu ke neraka." kata Bai Yang dengan senyum kemenangan.
Setelah kekuatan mereka di gabungkan dengan segera mereka memberikan serangan pada Yuan Lin. tapi belum sempat Yuan Lin menghindari serangan tersebut sebuah ledakan terdengar dengan kerasnya dan tiba-tiba saja kelima orang yang tadi menyerang Yuan Lin sudah terkapar di tanah.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya seorang laki-laki yang membuat Yuan Lin terkejut.
"Chen." seru Yuan Lin.
Ya. laki-laki itu adalah Chen Zu yang sengaja ingin menemui Yuan Lin karena ia tahu jika Yuan Lin sudah kembali. tapi saat sampai di dunia bawah ia malah melihat orang-orang dari dunia atas sedang menyerang Yuan Lin Dan tentu saja hal itu membuatnya marah sehingga melayangkan seranganya pada kelima orang-orang yang menyerang Yuan Lin.
Bai Yang bangun sambil memegangi dadanya kemudian ia berdiri dengan marahnya dan melihat siapa yang sudah berani menyerangnya dan rekan-rekannya. tapi saat melihat siapa yang menyerang, Bai Yang pun terkejut melihat Chen Zu yang berdiri di samping Yuan Lin.
"Pangeran Chen Zu." seru Bai Yang dengan terkejut.
Siapa yang tidak mengenal Chen Zu di dunia atas, semua orang juga tahu siapa itu Chen Zu. Bai Yang berasal dari kerajaan Suin yang tingkatannya masih berada di bawah kerajaan milik ayah Chen Zu tentu saja dia terkejut kenapa pangeran dunia atas bisa sampai di dunia bawah dan lebih mengejutkan lagi ketika Bai Yang melihat interaksi Chen Zu dan Yuan Lin.
"Kenapa kau menyerangnya?" tanya Chen Zu dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Saya sudah berbicara baik-baik padanya pangeran tapi gadis itu sungguh sangat sombong. apakah pangeran mengenal gadis sombong itu?" tanya Bai Yang Dengan penasarannya
"Jaga bicaramu atau aku akan membuatmu tidak bisa berbicara lagi." seru Chen Zu dengan marahnya.