Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Meminta Izin


__ADS_3

Di dunia atas tepatnya di alam para dewa sedang terjadi kekacauan. ada beberapa orang yang tak setuju jika pangeran Chen Zu kembali dan akan tinggal lagi bersama mereka. mereka terus memberikan penolakan keras. walaupun mereka tahu jika saat ini pangeran Chen Zu sudah berubah tapi entah apa yang mereka pikirkan.


Raja Ruxi Zu yang merupakan raja di alam dewa pun menjadi geram sendiri karena rakyatnya tidak mendengarkan penjelasannya dulu. dia menggunakan kekuatannya untuk membungkam mulut mereka yang masih terus menentangnya. dengan sekali jentikan jari mendadak mulut orang-orang yang tadi banyak sekali bicara menjadi terdiam dengan sendirinya.


"Aku sudah bersabar dengan kalian. apa kalian tidak melihat jika putraku saat ini sudah berubah dan menyesali perbuatannya lantas kalian mempunyai hak apa berkata seperti itu." kata Raja Ruxi Zu dengan tajamnya.


"Ayah tenanglah aku bisa mengatasi masalah ini sendiri. tapi untuk itu aku ingin memohon ijin kepada ayah." ucap pangeran Chen Zu.


"Katakan lah." ujar raja Ruxi Zu.


"Sebelumnya aku menghormati apa yang kalian katakan dan jika kalian keberatan aku ada disini aku akan segera pergi dari sini." kata pangeran Chen Zu yang membuat raja Ruxi Zu terkejut.


"Apa yang kau katakan putraku. ayah tidak akan menyetujuinya. kau baru saja bebas dan kembali kenapa kau harus mendengarkan kata-kata mereka. apa kau tidak kasihan dengan ayah dan ibundamu yang setiap hari selalu menunggu kepulangan mu." kata raja Ruxi Zu.


"Aku tidak mau jika ada orang lain yang mengira aku masih sama seperti dulu. ayah harus percaya jika aku sudah berubah karena itu aku akan menuruti permintaan mereka untuk tidak tinggal disini." ujar pangeran Chen Zu.


"Apa maksudmu putraku apa kau ingin meninggalkan ibumu lagi." seru ratu Qinan Xia yang tiba-tiba saja datang.

__ADS_1


"i ibunda." ucap pangeran Chen Zu dengan gugupnya. hal yang paling tidak bisa ia tinggalkan adalah ibunya tapi saat ini dia tidak punya pilihan lain.


"Iya bunda. aku tidak akan tinggal disini lagi karena mereka tidak setuju jika aku masih berada disini." lanjutnya.


Ratu Qinan Xia langsung menatap 10 orang yang sedang terdiam itu dengan tatapan tajamnya. mata merah khas bangsa vampir miliknya mulai terlihat itu artinya ratu Qinan Xia sedang menahan amarahnya. dengan segera pangeran Chen Zu dan raja Ruxi Zu menenangkan ratu Qinan Xia agar tidak menimbulkan masalah lebih besar lagi


"Ibunda tenanglah aku tidak akan benar-benar pergi aku hanya akan membantu orang yang telah membebaskan ku. dan aku akan menemani perjalanannya karena aku dapat merasakan jika jalan yang akan di laluinya tidak mudah. Chen mohon ijinkanlah Chen pergi. aku berjanji akan sering mengunjungi kalian. dan untuk kalian semua, ingat ini adalah peringatan terakhir jika kalian masih berani menentang ayahku maka aku tidak akan segan-segan untuk menghukum kalian." kata Chen Zu dengan serius.


"Sebenarnya siapa yang telah membebaskan mu putraku kenapa kau seakan-akan memanfaatkan keinginan mereka untuk meninggalkan istana ini." tanya raja Ruxi Zu dengan penasaran.


"Dia seorang gadis ayah." jawab pangeran Chen Zu yang membuat raja Ruxi Zu dan ratu Qinan Xia tersedak ludahnya sendiri.


"Seorang Gadis? bagaimana mungkin. bahkan ayah saja tidak bisa membebaskan mu walaupun sudah berusaha mati-matian seperti itu. sekuat apa gadis itu?" tanya raja Ruxi Zu yang nampak tertarik.


"Yang jelas dia gadis tangguh dan takdir yang telah mempertemukan kita." jawab pangeran Chen Zu.


"Ibunda tidak akan mengizinkanmu pergi." kata ratu Qinan Xia yang bersikeras tidak ingin putranya pergi.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu ratu Qinan Xia Langsung pergi dari aula kerajaan. pangeran Chen Zu menatap ayahnya untuk meminta bantuannya supaya bisa membujuk ibunya. sebenarnya raja Ruxi Zu juga tidak mengizinkan jika putranya yang baru saja kembali akan pergi lagi.


"Ayah akan mempertimbangkan lagi sebelum ayah memberikan keputusan ayah tidak akan mengizinkanmu pergi " kata raja Ruxi Zu dengan menjentikkan jarinya dan menyusul istrinya.


Seketika 10 orang itu menjadi bisa berbicara lagi. mereka menatap pangeran Chen Zu dengan tatapan tidak sukanya. pangeran Chen Zu membalas tatapan mereka dengan mata merahnya yang membuat mereka semua gemetaran. walaupun mereka berada di tingkat awal surgawi namun tetap saja mereka bukan lawan yang sepadan untuk pangeran Chen Zu.


Mereka pun segera meninggalkan aula kerajaan karena takut akan memancing amarah pangeran Chen Zu. setelah semua orang pergi pangeran Chen kembali ke dalam kamarnya. ia harus memikirkan rencana kedua jika saja rencana pertama tidak berhasil.


Saat ini ratu Qinan Xia sedang tidak mau berbicara dengan siapapun. raja Ruxi Zu berusaha untuk membujuk istrinya supaya mau di ajak bicara tapi tetap saja ratu Qinan Xia tidak membuka mulutnya sama sekali.


Sedangkan disisi lain Yuan Lin sedang berada di cincin dimensinya untuk membuat pil guna meningkatkan kekuatannya kembali namun bahan yang digunakan ada yang belum di temukan yaitu inti hati dari binatang siluman yang sudah berumur 10 ribu tahun lebih dan dia sedang bingung dimana harus menemukan binatang tersebut.


Jika sudah berumur 10 ribu tahun lebih tentu kekuatan yang di miliki binatang tersebut tidak main-main dan dia harus menyiapkan diri lebih dulu sebelum berhadapan langsung dengan binatang itu. akhirnya dia pun menuju perpustakaan dan mencari beberapa teknik.


"Teknik gelombang." gumam Yuan Lin. memang benar jika dia belum pernah belajar teknik yang berhubungan dengan air oleh sebab itu dia kan mempelajari itu saja. selain itu teknik gelombang tidak hanya berguna di dalam air saja melainkan juga di daratan bahkan di udara.


Ia mencari lagi beberapa buku lagi yang sekiranya akan dia butuhkan jika berada di air dan yang paling penting adalah pernapasan. ia mencari buku lagi dan menemukannya. tidak ada gerakan apapun hanya perlu mencari beberapa bahan saja seperti membuat pil.

__ADS_1


__ADS_2