
Dua hari pun berlalu. Zhan mulai khawatir dengan semuanya apalagi setelah melihat bagaimana sikap manja Niken pada Zein. seperti hari ini Niken memaksa untuk ikut Zein ke rumah sakit dan menemaninya. awalnya Zein tidak ingin mengajak Niken tapi karena Niken merajuk dan mengancam tidak ingin menjadi istrinya lagi akhirnya terpaksa mengajaknya.
Saat ini mereka tengah berada di mobil. wajah Niken terlihat begitu senang dan sesekali kepalanya keluar dari jendela mobil seperti anak kecil. Zein hanya menggeleng saja melihat tingkah Niken seperti itu. hingga sesaat kemudian ia merasakan kepalanya sedikit pusing setelah itu ia tidak mengingat apapun lagi.
"Morning queen." suara yang tak asing di telinga Niken membuat wanita itu menoleh dan tersenyum manis ke arah laki-laki itu.
Ya dia adalah Zhan yang berhasil mengambil alih tubuh Zein setelah berusaha sangat keras.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Zhan dengan senyum manisnya.
"Aku sangat baik. kenapa kau baru keluar sekarang kau tau aku sangat merindukanmu." kata Niken dengan bibir yang di majukan.
"Benarkah kau merindukanku?" tanya Zhan.
"Tentu saja apa aku terlihat sedang bercanda" seru Niken
"Tapi bagaimana kau bisa merindukan ku, ku lihat kau sudah bahagia sekarang bersama laki-laki ini." kata Zhan yang membuat Niken menoleh dengan tidak mengerti.
"Apa yang kau maksud?" tanya Niken
"Aku ingin bertanya satu hal padamu. apa kau masih mencintai ku?" tanya Zhan dengan menatap mata Niken
"A apa yang kau katakan." kata Niken dengan terbata. jujur saja saat ini dia bingung harus mengatakan apa pada Zhan.
"Hanya pertanyaan sederhana saja dariku dan kau selalu menjawab dengan cepat tapi kenapa sekarang kau bingung. apa justru kau sudah mencintai orang lain?" tanya Zhan yang membuat Niken terkejut.
"Itu tidak benar aku...." belum sempat Niken selesai berbicara Zhan sudah menyela lebih dulu.
__ADS_1
Laki-laki itu menatap Niken dengan senyum kecutnya. wajahnya memperlihatkan raut kecewa yang sangat terlihat jelas di mata Niken.
"Aku tau apa yang ada di dalam hatimu. hufffttt jika kau memang sudah mencintai orang lain aku tidak bisa melakukan apapun untuk memaksamu terus mencintai ku. apalagi sekarang ada benang penyatu di antara kalian berdua. jujur saja aku kecewa padamu Nana, tapi aku tidak bisa melakukan apapun karena disini aku hanya sebagi bayangan saja. hidupku di dunia ini hanya ingin melihat mu bahagia denganku bukan dengan orang lain, itulah alasanku masih hidup sampai sekarang. tapi... sudahlah aku hanya ingin melihat mu bahagia kau tidak perlu memikirkan bagaimana diriku. aku disini dan di depanmu hanya ingin memastikannya sendiri apakah kau masih mencintai ku atau tidak tapi ya begitulah ternyata kau sudah mencintai orang lain jadi aku ingin pergi. jagalah dirimu. yang perlu kau tahu aku selalu mencintaimu Nana tapi mungkin untuk sekarang aku akan pelan-pelan melupakan semuanya." kata Zhan yang membuat Niken terkejut.
"Apa yang kau katakan zhan. aku belum selesai bicara. kemana kau akan pergi. sudah aku bilang jangan pergi dariku." kata Niken dengan memegang tangan Zhan namun laki-laki itu hanya tersenyum kecil saja.
"Zhan ku mohon Zhan jangan berkata seperti itu dengarkan aku dulu." kata Niken lagi tapi tidak di hiraukan oleh Zhan.
Sedikit demi sedikit Zein sudah dalam kesadarannya walau kepalanya saat ini terasa pusing dan berkunang-kunang. ia tidak terlalu memperhatikan jalan dan malam menoleh ke arah niken yang sedari tadi terus berbicara dan memanggil nama Zhan.
"Sa sayang apa yang terjadi kenapa kepalaku sangat pusing." tanya Zein
"Zhan dimana Zhan aku ingin berbicara dengannya lagi. dia salah paham dengan ku aku belum selesai berbicara. Dimana Zhan." kata Niken dengan menggoyangkan tubuh Zein.
Perlahan-lahan rasa pusing itu mulai hilang tapi Niken masih tetap menanyakan keberadaan Zhan. hal itu membuat Zein bingung hingga dia menoleh ke depan dan langsung terkejut ketika melihat palang merah di depannya.
Bertepatan dengan itu sebuah kereta yang sedari tadi terus berbunyi memperingatkan agar mobil Zein segera menyingkir melaju dengan kencangnya.
"Zein awasssss...." teriak Niken ketika melihat ke depan.
Brakkkkkkk....
Boooommmmm....
Semua orang berteriak ketakutan ketika melihat mobil yang di kendarai Zein tertabrak oleh kereta dan meledak di sana. sedangkan kereta yang menabrak mobil Zein terguling keluar dari lintasan.
Dengan segera mereka memanggil polisi dan pemadam kebakaran untuk memadamkan api serta memanggil ambulan. beberapa saat kemudian datanglah polisi, pemadam kebakaran dan petugas rumah sakit.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya salah seorang polisi
"Saya menemukan ini di saku celana pria yang mengendarai mobil itu." jawabnya dengan menyerahkan sebuah dompet.
"Zhanie Zein...aku merasa tidak asing dengan nama itu." ucap polisi itu dengan mencoba mengingat.
"Benar sekali dia putra pemilik perusahaan MD Entertainment." ujar polisi itu dengan menghubungi ayah Zein.
"Apa!!!!!" pekik Wirles dengan berdiri yang membuat semua orang yang sedang berada di ruang meeting terlonjak kaget.
"Baiklah saya akan segera ke sana." lanjutnya dengan. menutup telepon dan langsung berlalu begitu saja.
Semua orang hanya saling pandang saja melihat hal itu kemudian meeting di lanjutkan.
Di rumah, Cynthia yang mendengar kabar dari suaminya pun juga terkejut begitu dengan Zika. Selama dalam perjalanan ke rumah sakit mereka Cynthia terus menangis yang membuat baby Jona ikut menangis.
"Tenanglah ma Zika yakin kak Zein baik-baik saja." ucap Zika dengan menenangkan ibunya.
"Apa kau sudah menghubungi Niken?" tanya Cynthia yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Zika.
Zika mencoba menghubungi Niken tapi tidak ada jawaban bahkan nomornya tidak bisa di hubungi. hal tersebut membuat keduanya semakin khawatir dan menyuruh supirnya untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di rumah sakit dan dengan berlari mereka menuju resepsionis untuk bertanya dimana ruangan Zein.
"Ada nyonya pasien atas nama Zhanie Zein sedang di tangani di UGD sedangkan yang perempuan berada di ICU." kata resepsionis dengan ramahnya.
"Perempuan? siapa?" tanya Cynthia yang semakin khawatir jika perempuan itu adalah Niken.
__ADS_1
"Identitasnya belum di ketahui." jawabnya