Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Aksi Niken (LPT S2)


__ADS_3

Dorr....Dor....Dorrrr


Niken terlihat begitu semangat menembakkan pistolnya pada sasaran yang sudah dia siapkan. Ia berlatih di sebuah ruangan yang di khususkan untuk seperti itu.


"Ahhh ini sangat menyenangkan. aku sudah lama tidak seperti ini. kemampuan ku masih sama seperti dulu. mungkin saja sekarang aku juga bisa membuat kelompok lagi." gumam Niken dengan tersenyum senang.


"Kelompok apa yang kau maksud." kata Zein yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang gadis itu.


"Sejak kapan kau ada disini?" tanya Niken dengan dengan terkejut.


"Sejak tadi. sebenarnya aku merasa ada yang aneh dengan mu nik. apa yang terjadi padamu kenapa setelah kau sadar dari koma kau seperti berubah menjadi orang lain. aku sampai tidak mengenalimu." kata Zein yang masih di Landa rasa bingung.


"Bukankah aku mengatakannya padamu waktu itu tapi kau tidak mempercayai ku." ujar Niken dengan sinisnya.


"Oh ayolah itu sangat tidak masuk akal." kata Zein.


"Itu terserah kau saja. ya aku bermaksud baik padamu dengan memberitahumu karena kau sudah menjagaku selama ini." ujar Niken yang mengarahkan pelatuk pistolnya pada sasaran di depannya.


Zein pun seketika berdiri di depan Niken yang membuat gadis itu menatapnya dengan heran. Zein pun menarik tangan Niken untuk ikut dengannya. tentu saja gadis itu tidak suka di perlakukan seperti itu.


"Lepaskan tanganku." seru Niken dengan tidak sukanya.


"Hufffttt maaf entah kau benar Niken yang aku kenal atau bukan, tapi ku rasa kita perlu berbicara." ujar Zein.


"Bicara saja disini. aku masih ingin berlatih." ucap Niken.

__ADS_1


"Jika benar kau bukan Niken lalu siapa kau sebenarnya. ahhh aku sangat bingung dengan yang kau katakan." kata Zein dengan meremas rambutnya frustasi.


"Aku hanya bercanda saja. tentu saja aku Niken. bukankah kau sangat pintar kenapa kau juga sangat bodoh dengan mudahnya aku tipu." kata Niken yang membuat laki-laki melototkan matanya tidak percaya.


"Jadi mana yang benar kenapa kau membuat ku bingung seperti ini." seru Zein yang tidak bisa berkata-kata lagi .


"Kau mencintaiku bukan?" tanya Niken yang membuat laki-laki itu langsung diam dan menatapnya.


"Jadi percayalah apa yang aku katakan. hmm maaf juga untuk waktu itu karena sudah membuat mu berada dalam kesulitan. aku tau kau melakukan semua ini hanya demi diriku. tapi ya karena aku pintar aku akan memberikan mu satu kesempatan lagi." kata Niken yang membuat Zein tidak mengerti.


"Apa yang sedang kau bicarakan aku tidak mengerti?" tanya Zein dengan menggaruk tengkuknya.


"Aku bilang aku ingin mencoba denganmu apakah kau sudah tuli." seru Niken dengan menatap jengah ke arah Zein.


Ya Niken sudah memikirkan untuk mencoba membalas perasaan laki-laki itu. entah karena memang di hatinya sudah ada rasa atau karena Zein sangat mirip dengan kekasihnya dulu atau justru karena dia merasa kasihan. ia tidak tahu apa alasannya tapi ia akan mencobanya. tidak tahu bagaimana akhirnya tapi tidak ada salahnya bukan membalas perasaan seseorang.


"Kesempatan tidak datang dua kali. jadi pikirkan sekarang aku akan menghitungnya 3 detik." kata Niken yang membuat Zein tersenyum.


"Baiklah kita akan mencobanya." ujar Zein dengan senyum manisnya.


Niken hanya mengangguk saja kemudian melanjutkan latihannya. sedangkan laki-laki itu kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan tugasnya sebagai seorang dokter. selama perjalanan senyum manisnya tidak pernah luntur dari bibirnya.


Tentu dia tidak menyangka dengan apa yang di katakan Niken padanya. walaupun ia masih banyak sekali pertanyaan di dalam benaknya tentang siapa Niken sebenarnya setelah sadar dari komanya. karena ia melihat Niken sebagai orang lain.


Setelah berlatih senjata Niken memutuskan untuk keluar mencari udara segar tak lupa ia juga membawa pistolnya. ia berjalan kaki menjauh dari apartemen milik Zein. ia juga tidak tahu ini dimana namun banyak sekali kendaraan dan orang-orang yang tengah berlalu lalang.

__ADS_1


Dari kejauhan dua orang tengah memperhatikan Niken dengan seksama. mereka sedari tadi terus mengikutinya. saat ini Niken berada di antara kerumunan orang hingga dia mendengar sebuah teriakan seorang wanita. ia pun mencari sumber suara dan melihat seorang pria tengah berlari dengan membawa dua buah tas sedangkan wanita tadi berteriak dengan mengejarnya.


"Ck kenapa disini sangat aneh. apakah merekan hanya diam dan melihat saja." ucap Niken dengan tidak mengerti.


Ia langsung berlari mengejar pria yang membawa tas tersebut dengan begitu cepatnya. tentu itu bukan masalah besar untuk menyelesaikan masalah kecil seperti ini. Dua orang yang sedari memperhatikan Niken dari kaca mobilnya pun hanya saling pandang saja.


"Ckckck dia benar-benar tidak berubah sama sekali." kata wanita cantik itu dengan menggelengkan kepalanya. dia adalah Patricia


"Sangat agresif hahaha." ujar Herluc dengan tertawa.


"Sudahlah lebih baik kau kembali ke kantor agar pekerjaan mu cepat selesai." kata Patricia.


"Itu masalah mudah." ujarnya yang membuat Patricia hanya menghela nafasnya saja.


Aksi Niken saat ini tentu menjadi sorotan banyak orang. apalagi ketika dia mengeluarkan pistolnya dan menembakkan peluru di kaki pria yang tengah di kejarnya membuat beberapa orang mengabadikan momen tersebut dengan mengeluarkan ponsel mereka dan mengambil video.


Pria itu tersungkur yang membuat Niken langsung meringkuknya kemudian mengambil tas wanita tadi yang saat ini masih jauh berada di belakangnya.


"Apakah kau mati?" tanya Niken dengan dinginnya.


"Akhh ti tidak. ampuni aku." jawab pria terseksi yang langsung membuat Niken menendang perutnya dengan kesal.


Ia mengembalikan tasnya pada wanita tadi dan menyerahkan pria tersebut pada polisi. ia menatap sekelilingnya dan pandangan semua orang masih tertuju padanya hingga ada seorang anak kecil menghampirinya dan menunjukkan sesuatu yang ada di leher Niken.


Gadis itu pun menunduk dan terkejut ketika melihat kalung dengan liontin berbentuk bulan sabit melingkar indah di lehernya apalagi kalung itu tengah mengeluarkan sinarnya yang agak terang.

__ADS_1


"Apakah kalung ini juga ikut bersamaku sampai kesini. tapi bagaimana bisa. dan kenapa ini bersinar." ucap Niken dengan tidak mengertinya kemudian memasukkan kalungnya kedalam baju.


__ADS_2