
Setelah memastikan jika kaisar langit dan putri Mei di bawa kembali ke istana, kini Yuan Lin pun langsung mengejar orang-orang yang sudah menyerang mereka. Beberapa prajurit juga ikut serta dalam hal tersebut.
Disisi lain, Zhi Qing dengan mudahnya telah mengalahkan beberapa orang yang menyerang Yuan Lin. saat ini dia sedang mengikat mereka di pohon. hingga tak beberapa lama kemudian Yuan Lin datang.
"Bagaimana apakah semuanya sudah baik-baik saja?" tanya Zhi Qing.
"Ya semuanya sudah baik-baik saja. tapi bagaimana bisa kau ada disini? bukankah kau sedang bertugas di kerajaan mu?" tanya Yuan Lin dengan herannya.
"Aku mengambil cuti." jawab Zhi Qing dengan terkekeh pelan.
"Kau ini sekarang seorang raja bagaimana bisa kau berbuat seenaknya saja." kata Yuan Lin yang tidak habis pikir dengan kekasihnya itu.
"Ya aku sangat merindukanmu Nana. lagian disana juga ada pria tua itu jadi aku masih bisa menemuimu." kata Zhi Qing.
"Tapi Nana. kau harus lebih berhati-hati. aku lihat ada seseorang yang sangat berambisi untuk menyakitimu." kata Zhi Qing lagi dengan serius.
"Aku sudah tahu siapa yang menciptakan kekacauan ini. tapi untuk sekarang aku hanya akan diam saja mengikuti permainannya." kata Yuan Lin yang di angguki Yuan Lin.
"Aku percaya padamu. jika kau butuh bantuanmu kau bisa langsung memanggilku." kata Zhi Qing dengan tersenyum manis.
"Hmm aku tau karena kau adalah bawahan ku. dan seorang bawahan harus menuruti setiap perintah tuannya." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing melotot tidak percaya.
"Dasar kau ya... jadi selama ini kau hanya menganggapku sebagai bawahan mu saja hah." kata Zhi Qing dengan mencubit pipi Yuan Lin.
"Ahhh bodoh apa yang kau lakukan. ini sakit lepaskan tidak." seru Yuan Lin
"Sayang kapan kau akan membuka penutup wajah sialan ini. kau tahu aku tidak pernah lagi melihat bagaimana wajahmu." kata Zhi Qing dengan wajah lemasnya.
"Ya memangnya kau harus melihat wajahku." kata Yuan Lin dengan santainya.
__ADS_1
"Tentu saja harus dan itu tidak ada protes atau tawar menawar darimu." kata Zhi Qing dengan tegasnya.
"Kau ini sebenarnya siapa hah?" kata Yuan Lin yang mendadak menjadi geli sendiri mendengar ucapan Zhi Qing.
Seketika wajah Zhi Qing pun langsung berubah menjadi datar dingin dan menyeramkan. dia menatap Yuan Lin dengan tajamnya. auara membunuh mulai keluar dari tubuhnya sehingga membuat Yuan Lin bingung tidak mengerti.
"Zhan..." panggil Yuan Lin tapi tidak ada jawaban ataupun respon dari laki-laki itu.
"Hahaha kau pikir kau bisa lari dariku. aku sudah sangat lama menantikan ini terjadi gadis kecil." kata Zhi Qing dengan suara yang berbeda sehingga membuat Yuan Lin terkejut.
"Zhan jangan coba-coba bercanda denganku." kata Yuan Lin yang perlahan mundur.
"Siapa kau hah!!! dimana Zhan." kata Yuan Lin dengan menatap tajam ke arah Zhi Qing.
Laki-laki itu hanya tertawa saja menanggapi ucapan Yuan Lin. gadis itu masih terus menatap wajah Zhi Qing. ia tahu kekasihmu itu memang memiliki sifat usil pada Yuan Lin. tapi saat ini dia tidak bisa membedakan apakah itu kekasihnya atau justru orang lain.
"Sialan kau berani-beraninya kau menyentuhku." kata Yuan Lin dengan memukul Zhi Qing dan melayangkan tendangan mautnya pada perut laki-laki.
"Akhhhh....astaga sayang apa yang kau lakukan. aku hanya bercanda saja tadi kenapa kau menganggapnya serius hah." kata Zhi Qing yang sudah tersungkur di tanah.
Yuan Lin yang mendengar suara itupun langsung terkejut dan segera menghampiri Zhi Qing. tapi dia masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Siapa kau hah?!!" seru Yuan Lin
"Aku ini kekasihmu. bagaimana kau tidak bisa mengenali ku. dan lebih parahnya lagi kau malah menyerangku. ahhh ini sangat sakit. dari mana kau belajar teknik tendangan ini nana." kata Zhi Qing dengan meringis kesakitan.
"Itu salahmu sendiri kenapa ingin mempermainkan ku hah." kata Yuan Lin dengan menyilangkan tangannya.
Tentu saja dia sangat kesal pada Zhi Qing karena laki-laki berhasil membuatnya panik dan juga bingung. bukan hanya sekali atau dua kali tapi keusilan Zhi Qing memang sudah mendarah daging.
__ADS_1
Akhirnya Yuan Lin pun membantu Zhi Qing untuk berdiri. dia masih sangat kesal karena itu dia memukul lagi perut laki-laki yang membuat Zhi Qing serasa ingin muntah.
"Kau sangat tega padaku sayang. aku hanya bercanda saja aku minta maaf." ucap Zhi Qing dengan suara memelasnya.
"Singkirkan tanganmu itu sialannn. kau benar-benar sangat menyebalkan Zhan." kata Yuan Lin dengan membuka sedikit pakaian Zhi Qing kemudian menyembuhkan luka Zhi Qing.
"Tadi aku bisa saja membunuhmu. kenapa kau sangat suka membuatku kesal hah." kata Yuan Lin.
"Hehehe karena aku merindukanmu. aku sangat rindu saat kau sedang kesal." kata Zhi Qing dengan tersenyum manis.
Jika di mata orang lain senyuman itu terlihat sangat manis tapi di mata Yuan Lin justru itu sangat mengesalkan.
"Awwww kau memukul ku lagi Nana." seru Zhi Qing dengan memegangi kepalanya
"Pergi saja dari sini kau benar-benar membuat suasana ku menjadi buruk." kata Yuan Lin dengan menoleh ke arah lain.
"Jadi kau mengusir ku? apakah kau tidak merindukanku?" tanya Zhi Qing dengan suara pelannya.
"Tidak akan pernah. pergi sebelum aku benar-benar membunuhmu." kata Yuan Lin dengan menatap tajam Zhi Qing
Laki-laki itupun hanya bisa menelan ludahnya sana dengan kasar. ia tidak percaya jika keusilannya ini akan benar-benar membuat kekasihnya marah besar.
"Hufffttt baiklah aku akan pergi. kau jagalah diri baik-baik Nana." ucap Zhi Qing dengan suara lemahnya kemudian beranjak pergi.
Baru saja beberapa langkah, Zhi Qing sudah merasakan hawa membunuh yang sangat kuat yang tertuju padanya. dia pun menoleh dan langsung bergidik melihat bagaimana kekasihnya saat ini.
"Apakah aku melakukan kesalahan lagi. kenapa dia menatapku seperti ini." batin Zhi Qing.
"Ohhh sayangku cintaku hahaha aku hanya bercanda saja. tidak mungkin bukan aku akan meninggalkan mu. hahaha kemarilah pria tampan mempesona seluruh jagat raya ini akan memberikan pelukan gratis untukmu." kata Zhi Qing dengan berlari menghampiri Yuan karena dia paham apa yang sedang terjadi.
__ADS_1