
Karena merasa penasaran apa yang ada di dalam goa tersebut Yuan Lin pun akhirnya memutuskan untuk masuk. tak lupa ia memberikan pelindung di bagian hidungnya sehingga bau busuk itu pun kini sudah tidak tercium lagi.
Saat sampai di dalamnya pun kini ia di buat mual dengan pemandangan yang ada di depannya. bagaimana tidak banyak sekali tulang belulang dan tubuh binatang yang sudah membusuk di sana bahkan Yuan Lin juga melihat disana ada kerangka manusia.
Karena dirasa tempat ini kurang nyaman untuk di gunakan sebagai tempat beristirahat ia pun memutuskan untuk keluar karena siapapun orang juga tidak akan mau jika disuruh tidur di tempat seperti itu begitupun dengan Yuan Lin.
"Lebih baik aku tidur di atas pohon dari pada disini." ucap Yuan Lin seraya beranjak keluar.
Namun sebelum Yuan Lin benar-benar keluar dari goa tersebut sesuatu menarik kakinya dan menyeretnya sehingga membuat gadis itu terkejut dan terjatuh.
"Siallll siapa yang sudah berani melakukan ini hah keluar kau jangan menjadi seorang pengecut." teriak Yuan Lin dengan marahnya.
"Hahaha makanan ku akhirnya datang juga dan aku tidak perlu pergi mencarinya lagi hahaha." kata sosok tersebut yang tiba-tiba saja muncul di depan Yuan Lin.
Yuan Lin menatap sosok tersebut dengan jijiknya. pantas saja tempat ini begitu menjijikkan orang yang menghuninya saja seperti itu. tentu saja sangat menjijikkan di mata Yuan Lin karena sosok tersebut seluruh tubuhnya di penuhi dengan sisik dan bentuk tubuh yang aneh serta lidah yang bercabang dan berlendir.
__ADS_1
"Siapa kau? kenapa kau tiba-tiba menyerangku? aku disini tidak ingin mengganggumu. aku hanya ingin mencari tempat untuk beristirahat saja." kata Yuan Lin dengan dinginnya.
"Hahaha siapa aku? aku adalah raja ular Xin panggil aku raja Xin. dan kau akan membuat ku kenyang selama berhari-hari hahahaha." jawab sosok tersebut yang ternyata adalah siluman ular Xin yang sudah lebih dari seratus tahun berada di dalam goa tersebut dan tak jarang juga Xin keluar untuk mencari makanannya termasuk manusia juga.
"Hah? hahaha apa yang kau bilang tadi? raja ular? hei apakah kau tidak berkaca bagaimana wujudmu sekarang. dilihat dari sudut manapun kau sangat tidak pantas di sebut sebagai seorang raja kau lebih pantas menjadi pelayannya saja lebih tepatnya adalah penjaga gerbang." kata Yuan Lin dengan mengejek Xin
Tentu saja perkataan Yuan Lin benar-benar membuat Xin sangat marah.
"Kurang aja kau manusia rendahan seperti dirimu berani menghinaku yang seorang raja!! aku akan membunuhmu!!" bentak Xin dengan marahnya serta lidah bercabangnya yang sudah keluar.
Yuan Lin hanya menatapnya dengan tatapan malas saja. ia masih dengan santainya menghadapi Xin sedangkan saat ini Xin sudah bersiap untuk menyerang Yuan Lin. tapi baru saja dia mengangkat tangannya, sebuah aura agung yang tidak asing baginya bahkan sangat dia kenali muncul yang mana membuat dia langsung berlutut di hadapan Yuan Lin.
"Berani-beraninya kau ingin menyerang nonaku! apakah kau sudah tidak menyayangi nyawamu lagi hah. dan siapa yang kau bilang raja ular. apakah dirimu benar-benar yakin dengan perkataan itu . apakah aku perlu menunjukkan langsung padamu." kata pria tersebut yang ternyata adalah naga Yang yang sudah berubah wujud menjadi manusia.
"Sa saya mohon maaf pa pada tuan karena tidak mengenali tuan dan berbuat seperti ini padanya." ucap Xin dengan menunduk takut.
__ADS_1
"Apakah kau mengenalnya?" tanya Yuan Lin pada naga Yang.
"Tentu saja nona. dia adalah pengikut setia ayahku. dan dia kemari karena ingin mencari keberadaan ku tapi ku lihat dirimu menjadi lain tidak seperti saat bersama ayahku dulu. apakah kau berfikir jika di dunia bawah tidak akan ada yang mengalahkan dirimu begitu sehingga kau juga menghabisi nyawa manusia untuk kau jadikan makanan." kata naga Yang yang membuat Xin ketakutan bukan main.
"Sa saya minta maaf tuan. saya sudah mencari tuan kemana-mana dan tidak pernah menemukan titik terang keberadaan tuan untuk itu saya memutuskan untuk tinggal di dalam goa ini dan juga saya juga memiliki rasa lapar sana seperti yang lainnya. sekali lagi saya mohon maaf." kata Xin yang masih setia menundukkan kepalanya.
Tentu saja Xin yang mendengar cara berbicara naga Yang dan Yuan Lin di buat terkejut. bagaimana bisa seorang naga Yang putra dari raja seluruh ular menunduk hormat dihadapan seorang gadis biasa. itu sangat tidak masuk akal.
"apa yang sebenarnya terjadi kenapa tuan sangat menghormati gadis ini. apa yang membuat tuan menghormatinya sedangkan dia saja hanyalah gadis biasa. aku yakin ada yang salah disini." batin Xin yang membuat Yuan Lin hanya menaikkan alisnya saja mendengarkan itu.
Karena tidak mendapatkan respon dari Yuan Lin, naga Yang pun menoleh dan mendapati jika gadis itu sedang memejamkan matanya entah apa yang sedang dia lakukan. sesaat kemudian Yuan Lin pun membuka matanya dan langsung balik menatap naga Yang dengan tatapan sangat serius.
"Ada apa nona apakah ada yang terjadi?" tanya naga Yang dengan penasarannya.
"Hah sepertinya begitu. apakah kau tahu dimana letak kerajaan vampir?" pertanyaan Yuan Lin tentu membuat Xin terkejut karena bagaimana bisa seorang manusia biasa mengetahui hal tersebut bukankan ras vampir sangat tersembunyi dan tidak banyak yang tahu. bahkan di dunia bawah saja hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya.
__ADS_1
"Apakah maksudnya si tua Bangka itu sedang dalam masalah? maksud ku adalah pangeran Chen Zu." kata naga Yang dengan nada malasnya.
"Ya dan aku ingin kau dan hei kau kenapa masih di bawah saja hah apakah kau benar-benar ingin aku habisi sekarang. cepat berdiri." kata Yuan Lin yang membuat Xin terlonjak kaget dan dengan refleks ia pun berdiri dengan tegapnya.