
Setelah perjalanan yang membuat Yuan Lin benar benar kehabisan energi Qi nya kini dia sudah sampai di alam atas tepatnya sedang terbaring lemas di bawah pohon persik yang besar. dia mencoba untuk bersandar pada pohon itu dan bermaksud untuk mengeluarkan beberapa pil penyembuhan yang sudah dia siapkan tapi saat ini dia benar-benar sangat lemah dan tak bertenaga.
Dari kejauhan seorang laki-laki yang melihat Yuan Lin tengah terbaring pun langsung berlari menghampirinya. siapa lagi jika bukan Chen Zu. Laki-laki sudah menunggu kedatangan Yuan Lin di alam atas karena itu dia mencari di setiap titik untuk menemukan Yuan Lin.
Tanpa bertanya ataupun berbasa-basi lagi Chen Zu segera menyalurkan energinya pada tubuh Yuan Lin. Beberapa saat kemudian Yuan Lin pun kembali membaik dan bisa bersandar di pohon.
"Hahh terimakasih karena sudah menolong. aku tidak pernah mengira jika efeknya akan separah ini padaku." ucap Yuan Lin.
"Aku sudah menduga hal itu akan terjadi karena itu tidak sembarangan orang yang bisa ke alam atas." ujar Chen Zu.
"Bagaimana kau bisa tahu jika aku berada disini?" tanya Yuan Lin
"Tentu saja aku tau karena itu aku mencarimu ke beberapa tempat dan yang terakhir aku kesini. bagaimana keadaanmu apakah sudah jauh lebih baik?" tanya Chen Zu.
"Aku baik-baik saja tidak perlu khawatir." jawab Yuan Lin yang di angguki Chen Zu
"Apa kau bisa berdiri?" tanya Chen Zu yang sedikit khawatir dengan kondisi Yuan Lin.
"Sebaiknya kita istana terlebih dahulu. ayah dan ibundaku sudah menunggumu." kata Chen Zu.
"Tidak tidak aku akan mencari penginapan saja. aku tidak mau merepotkan mu." kata Yuan Lin dengan menolak tawaran Chen Zu.
"Baiklah jika itu maumu aku akan menemanimu mencari penginapan. di dekat sini ada satu penginapan ayo." kata Chen Zu
__ADS_1
Mereka pun menuju ke tempat dimana penginapan itu berada tempatnya berada jauh dari keramaian dan suasananya pun juga cukup menyejukkan. mereka masuk dan langsung di sambut oleh pemilik penginapan itu.
"Ahh pangeran apakah anda ingin memesan penginapan? kebetulan disini hanya tersisa satu kamar saja." kata pemilik penginapan tersebut dengan senyum ramahnya.
"Tidak paman bukan aku tapi temanku. dia baru saja datang jadi dia perlu kamar untuk beristirahat." kata Chen Zu yang membuat pemilik penginapan itu menatap Yuan Lin dari atas sampai bawah
"Oh ya benarkah apakah dia adalah kekasih anda pangeran karena jarang sekali bahkan tidak pernah saya melihat pangeran membawa teman seorang gadis." kata pemilik penginapan yang menggoda Chen Zu.
"Ck apa yang paman katakan tentu saja dia temanku. jika aku berani aku sudah dari dulu menjadikannya kekasih paman." ucap Chen Zu dengan berbisik.
Mereka memang sudah cukup dekat dan juga seperti keluarga. Chen Zu terkenal ramah pada orang-orang yang baik dan juga menghormati kedudukannya tapi jika tidak Chen Zu adalah sosok yang sangat kejam di mata orang-orang yang selalu meremehkannya.
Yuan Lin yang melihat interaksi kedua pria itu pun hanya bisa menghela nafasnya saja. ia memang sudah tahu bagaimana sifat asli Chen Zu pada orang-orang sekitarnya jadi dia tidak terkejut sama sekali tapi Yuan Lin kesal karena mereka berdua malah berbicara dan melupakan dirinya.
"Ahh iya benar kenapa kita jadi melupakannya hahaha. baiklah kau bisa ikut saya nona. mari saya antar." kata pemilik penginapan tersebut.
Satu kamar yang tersisa di penginapan itu hanyalah kamar yang berada di lantai paling atas. dari sana siapapun bisa menikmati pemandangan yang indah dan suasana alam yang sejuk. tapi uang sewanya tentu saja tidaklah murah. Yuan Lin harus mengeluarkan 30 koin emas untuk dua malam dia menginap
"Ini kamar nona. silahkan." ucap pemilik penginapan dengan membuka pintu.
Yuan Lin masuk dan memperhatikan setiap sudut dan isi dari ruangan tersebut. ruangan yang cukup nyaman dan sesuai harapannya. tidak sia-sia dia mengeluarkan banyak koin emas .
"Baiklah terimakasih ini sangat nyaman paman." ucap Yuan Lin.
__ADS_1
"Sama-sama nona. sebentar lagi saya akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan pada nona." kata pemilik penginapan tersebut yang di angguki oleh Yuan Lin.
"Jangan lupa besok kau harus ke istana ku." kata Chen Zu dengan mengingatkan.
"Ya ya tapi aku tidak bisa lama-lama karena aku ingin segera pergi menemui nenekku." kata Yuan Lin yang di angguki Chen Zu.
"Baiklah aku pergi dulu kau beristirahatlah." ujar Chen Zu dengan menutup pintu pergi
Setelah Chen Zu keluar Yuan Lin pun langsung saja membersihkan dirinya setelah itu dia berbaring dia di ranjang miliknya dan memejamkan matanya sebentar.
Di sisi lain tepatnya di istana kaisar langit, Dewa Wenzui tiba-tiba saja membuka matanya ketika penglihatannya melihat sesuatu yang sedang dia tunggu.
"Akhirnya permaisuri akan segera sembuh. tapi aku tidak tahu dia seperti apa bagaimana caranya aku bisa mengenalinya." ucap dewa Wenzui dengan berfikir.
Dewa Wenzui adalah salah satu orang kepercayaan kaisar langit yang juga seorang penasehat kerajaan.
Akhir-akhir ini kesehatan permaisuri Zinsy semakin memburuk. sekujur tubuhnya selalu bertambah dingin dan seperti tidak ada aliran darahnya sama sekali. wajahnya pucat pasi seperti seorang mayat. hanya saja dia masih bisa bernafas.
Berbagai cara sudah di lakukan kaisar langit untuk menyembuhkan istrinya tapi belum ada satupun yang berhasil. satu-satunya cara yang dia tahu adalah mencari ratu penyihir dan memaksanya untuk memberikan penawarnya tapi sayang ratu penyihir sudah di habisi oleh seorang gadis dari dunia bawah.
"Bagaimana keadaannya?" tanya kaisar langit pada seorang tabib yang merawat dan mengobati permaisuri Zinsy.
"Mohon maaf kaisar tapi kondisi permaisuri benar-benar memburuk. harapan untuk kembali sehat seperti mustahil untuk saat ini kecuali jika penawar itu sudah di temukan. saya tidak bisa melakukan apapun saat ini kecuali menunggu saja kaisar karena apapun yang saya lakukan selama ini kaisar bisa melihat sendiri bahkan racun itu semakin menyebar." jawab tabib itu yang membuat kaisar langit memijit pelipisnya.
__ADS_1
"Baiklah kau boleh pergi." ucap kaisar langit yang akhirnya duduk menenangkan dirinya.