
Setelah jamuan makan selesai, kini kaisar langit dan permaisuri Zinsy akan keluar istana untuk memberitahu semua rakyatnya jika dia sudah dalam keadaan sembuh. ia juga bermaksud untuk memberitahu siapa itu Yuan lin sebenarnya.
Mereka menggunakan kereta kuda mewah milik kerajaan langit dan di kawal puluhan prajurit. tak lupa juga disana ada Yuan Lin. kabar tentang kesembuhan Permaisuri Zinsy pun juga sudah sampai di telinga Chen Zu sehingga laki-laki itu dan keluarganya juga sedang menuju ke kerajaan langit.
Dalam perjalanan semua orang berhamburan keluar ketika melihat kaisar langit dan permaisuri Zinsy juga ada di sana. mereka langsung berbaris untuk memberikan salam pada pemimpin mereka apalagi ketika melihat jika permaisuri mereka sudah dalam keadaan baik-baik membuat semuanya tidak bisa menutupi kegembiraannya.
tatapan semua orang pun beralih pada seorang gadis dengan penutup wajahnya yang juga berada di kereta yang sama dengan pemimpin mereka. mereka tentu bertanya-tanya siapakah gadis muda tersebut apakah dia pelayan kaisar atau tidak.
"Siapa gadis itu? kenapa dia bersama dengan kaisar di kereta itu?"
"Entahlah tapi mungkin dia adalah pelayan permaisuri Zinsy."
"Ya aku juga berfikir begitu. bukankah permaisuri Zinsy baru saja sembuh tentu saja dia membutuhkan orang untuk menjaganya bukan."
"Ya kau benar."
Bisik-bisik itupun tak luput dari pendengaran permaisuri Zinsy dan kaisar langit sehingga membuat mereka tidak nyaman dengan ucapan-ucapan itu. sedangkan Yuan Lin hanya bisa diam saja dan tidak melakukan respon apapun. baginya perkataan seperti itu sudah biasa dia dengar dan tidak akan membuatnya terpengaruh sedikitpun.
"Suami aku tidak mau lagi jika mereka mengatai putriku sebagi seorang pelayan." kata permaisuri Zinsy dengan tidak terimanya.
"Akupun sama. baiklah kita umumkan saja siapa putri kita sebenarnya." kata kaisar langit yang kemudian memanggil perdana menteri dan membisikkan sesuatu di telinga.
__ADS_1
"Untuk semua rakyat di mohon tenang terlebih dahulu karena kaisar kita ingin menyampaikan sesuatu." kata perdana menteri dengan suara kerasnya dan di sertai dengan energi Qi sehingga suaranya terdengar di seluruh penjuru.
Seketika semua orang pun terdiam ketika mendengar perintah dari perdana menteri. mereka penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan kaisar langit pada mereka.
"Ya aku disini ingin mengucapkan banyak sekali terimakasih pada kalian semua. karena jika bukan karena doa kalian juga istriku tidak akan bisa berdiri disini bersama ku, bersama kalian semua. tapi bukan itu saja yang ingin aku sampaikan pada kalian, ada yang lebih penting lagi selain ini. beberapa hari ini aku sering mendengar ucapan-ucapan yang membuat ku dan istriku tidak nyaman karena i...." belum juga kaisar langit menyelesaikan pembicaraannya permaisuri sudah lebih dulu menyelannya
Rupanya wanita itu sudah tidak sabar lagi untuk segera memberitahu siapa itu Yuan Lin yang sebenarnya. dia juga sangat kesal karena kaisar langit sangat pandai berbasa basi.
"Gadis yang berada di sampingku ini dia adalah cucuku. putra pangeran Han Zou. jadi mulai sekarang tidak ada yang boleh memanggilnya pelayan. karena dia akan menjadi pemimpin kalian di masa depan. apa kalian mengerti." teriak permaisuri Zinsy dengan merangkul pundak Yuan Lin.
Semua orang yang mendengar perkataan permaisuri Zinsy pun di buat terkejut. mereka seakan bermimpi mendengar kabar itu. setelah sekian lama, kini mereka mendengar kembali kabar pangeran Han Zou. sosok pangeran yang semua orang kagumi dan di bangga-banggakan.
Dan lebih mengejutkan lagi bukan hanya itu tapi siapa gadis yang tadi mereka sangka dia adalah pelayan permaisuri Zinsy. banyak yang tidak percaya dengan apa yang di katakan permaisuri Zinsy pasalnya tidak ada penampilan yuan Lin yang layaknya seorang putri.
"Apakah permaisuri Zinsy sedang bercanda?"
"Bagaimana mungkin pangeran Han Zou memiliki seorang putri seperti itu.".
"Ya aku juga berfikir hal yang sama. jika memang benar seharusnya gadis itu menjaga martabat keluarga dan pangeran Han Zou dengan menjaga penampilannya. bahkan pelayan di rumahku saja lebih bagus dalam berpenampilan dari pada dia."
"Ya kau benar. aku tidak yakin itu."
__ADS_1
"Hei kalian cukup!!! aku bilang cukup!!!!" teriak permaisuri Zinsy dengan marahnya yang membuat Yuan Lin Dan kaisar langit terkejut.
"Ibu tenanglah tidak perlu mendengarkan apa yang di katakan orang-orang. ingat kau sedang dalam masa pemulihan." kata Yuan Lin.
"Ya putriku benar. kau jangan mudah terpancing emosi seperti itu Zin'er. kau harus bisa menjaga kesehatmu." kata kaisar langit.
"bagaimana aku bisa sabar mendengar putriku di katakan seperti itu oleh mereka." kata permaisuri Zinsy.
Akhirnya mau tak mau Yuan Lin pun angkat bicara karena tidak mau memperpanjang masalah. semua orang hanya diam sambil memperhatikan apa yang akan di katakan gadis itu.
"Aku sudah sangat terbiasa dengan kata-kata yang kalian lontarkan padaku bahkan sudah berada di luar kepala. aku tidak habis pikir kenapa di dunia bawah dan dunia atas masih sama saja. apakah tidak bisa jika kalian tidak melihat orang dari luarnya saja. jika penampilan ku membuat kalian semua tidak nyaman aku minta maaf. tapi aku memang seperti ini. aku tidak suka kemewahan seperti orang-orang pada umumnya. aku akan memakai apapun yang nyaman di tubuhku. jika kalian keberatan aku akan dengan senang hati membuat mata kalian tidak bisa melihat selamanya." kata Yuan Lin yang membuat semuanya hampir tersedak ludahnya sendiri.
Bagaimana tidak di awal ucapannya terlihat begitu berwibawa seperti seorang pemimpin pada umumnya tapi di akhir kalimat gadis itu mengatakan hal yang membuat semuanya tidak percaya bahkan kaisar dan permaisuri juga ikut terkejut.
"Apakah putri Yuan Lin sadar dengan perkataannya." bisik dewa Huzuei pada temannya.
"Entahlah aku baru pertama kali melihat ada seorang gadis yang sangat berani seperti itu. jalan pikirannya tidak bisa di tebak oleh orang lain selain dirinya sendiri." kata Ming Xei yang merasa tertarik dengan Yuan Lin.
Entah kebetulan atau apa di samping Ming Xei ada Chen Zu yang langsung menatap laki-laki itu dengan datarnya.
"Gadis itu tidak akan pernah tertarik padamu jadi jangan berfikir untuk bisa memilikinya. lebih baik hilangkan saja pikiran konyolmu itu." kata Chen Zu yang membuat kedua laki-laki itu menoleh.
__ADS_1
"Pangeran Chen Zu kau juga ada disini." kata dewa Huzuei yang di angguki Chen Zu.