Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Kematian Fu


__ADS_3

Bagai di sambar petir Yuan Lin mendengar perkataan kedua pelayan itu. dengan segera ia berlari menuju kamarnya tapi disana tidak ada siapapun sehingga Yuan Lin pergi ke ruangan kaisar Wei.


Brakkkk


Yuan Lin menendang pintu itu dengan kerasnya. kaisar Wei dan dua putranya tentu saja terkejut melihat pintu yang tadinya utuh kini sudah melayang dan hancur menjadi beberapa bagian.


"Katakan dimana Fu sekarang. aku ingin tahu dia dimana." kata Yuan Lin tanpa berbasa-basi lagi.


Prajurit yang berjaga tak jauh dari ruangan kaisar Wei langsung berlarian menghampiri asal suara begitupun juga selir dan anaknya. mereka langsung menuju ke ruangan Kaisar dan alangkah terkejutnya melihat pintu ruangan yang kini sudah hancur.


Putri Jiang He dan selir Xu Qin melihat seorang gadis bercadar dengan tatapan dingin dan tajamnya sedang menatap kaisar dan kedua pangeran. para prajurit langsung menodongkan senjatanya pada Yuan Lin tapi seketika kaisar Wei menghentikannya.


"Lin Lin tenanglah kau bisa bicarakan ini baik-baik." kata pangeran Han Tian yang masih menetralkan detak jantungnya.


"Aku bertanya dimana Fu sekarang kenapa para pelayan bodoh itu mengatakan jika Fu sudah tiada." bentak Yuan Lin yang sudah berusaha menahan amarahnya.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa saling tatap saja mendengar ucapan Yuan Lin.


"Adik tenanglah. apa yang dikatakan para pelayan itu memang benar. sebenarnya saat akan mengkremasinya kita akan menunggu mu tapi kaisar memerintahkan untuk segera di kremasi karena tidak baik Jika menunggu terlalu lama." ujar pangeran Huang Hun.


Yuan Lin langsung menatap pangeran Huang Hun dengan tajamnya. ia menghampiri pangeran Huang Hun dan mencengkeram kerah bajunya. matanya tiba-tiba saja berubah menjadi merah darah serta aura yang di keluarkan Yuan Lin membuat semua orang tertekan.


Dia seakan lupa siapa yang sedang ada di hadapannya saat ini. pangeran Han Tian yang melihat itupun nampak panik begitupun dengan yang lainnya.


"Apa yang kau lakukan pada putraku hah lepaskan dia." seru selir Xu Qin dengan gemetaran .


"Ibu bagaimana ini a aku takut jika dia tahu yang sebenarnya." ucap putri Jiang He dengan ketakutan melihat amarah Yuan Lin.

__ADS_1


"Kau tenanglah ibu tidak akan membiarkan itu terjadi." ujar selir Xu Qin.


Yuan Lin mendengar ucapan ibu dan anak itu lantas melepaskan cengkeramannya dan menghampiri mereka. sontak saja itu membuat keduanya gemetaran bukan main.


"Katakan padaku yang sebenarnya apa yang telah terjadi disini." kata Yuan Lin dengan dinginnya.


"Ke kenapa Lin jiejie menanyakannya pada kami. kami tidak tahu apapun soal itu." ucap putri Jiang He .


"Memang benar kami yang telah menemukan jasad pelayanmu tapi kami tidak berbuat apapun." timpal selir Xu Qin.


"Bohong. aku tahu kalian sedang mengarang cerita. katakan sekarang juga atau aku yang akan mencari tahu sendiri." ucap Yuan Lin dengan mencekik leher putri Jiang He.


Perbuatan Yuan Lin tentu membuat semuanya terkejut bukan main. kaisar Wei yang tadinya hanya menonton saja kini juga sudah mulai marah dengan perbuatan Yuan Lin. ia menghampiri Yuan Lin Dan menyeretnya mundur.


Plakkk.


"Berani-beraninya kau menuduh mereka. asal kau tahu putri Yuan Lin jika saja mereka tidak mengatakan padaku tentu saja aku tidak akan mengetahui jika pelayan itu sudah tiada. lalu kemana dirimu saat itu?" tanya kaisar Wei dengan marah.


"Oh benarkah begitu apakah yang mulia kaisar bisa memastikan itu?" ujar Yuan Lin dengan tersenyum remeh.


Plakkk


"Aku sudah cukup sabar menghadapimu putri Yuan Lin. jangan kau berfikir aku sudah memaafkan mu jadi kau bisa berbuat apa saja disini. jika pelayanmu tiada bukan berati kau harus menuduh istri dan anakku yang melakukannya. itu semua karena kau." kata kaisar Wei dengan suara menggelegar.


"Dua kali ya hahaha sangat menggelikan." gumam Yuan Lin yang sudah merasakan perih di bagian sudut bibirnya.


"Apa yang ayah lakukan pada adikku." seru pangeran Han Tian dengan mendekati Yuan Lin.

__ADS_1


"Begitukah. jadi anak dan istrimu itu sungguh sangat berarti ya. apa dulu kau juga memperlakukan ibuku sama dengan kau memperlakukan mereka?" ucap Yuan lin dengan senyum sinisnya.


"Mulai sekarang aku, Wei Yuan Lin melepaskan marga Wei dari namaku dan mulai sekarang namaku adalah Li Yuan lin. aku tidak terikat dengan siapapun di istana ini termasuk anda yang mulia kaisar." lanjutnya yang membuat pangeran Han Tian terkejut.


"Lin Lin apa yang kau katakan. tarik semua ucapanmu itu." kata pangeran Han Tian.


"Kebenaran. karena mulai sekarang aku hanyalah anak dari permaisuri Jia Li dan aku akan selamanya memakai marga ibuku." ujar Yuan Lin dengan keluar dari sana.


Yuan Lin pergi menuju tempat yang sering di gunakan untuk mengkremasi. ia menatap bekas abu yang ada di tanah. ia masih belum percaya jika pelayan sekaligus temannya sekarang sudah meninggalkannya.


Ia begitu menyesal tidak kembali lebih awal. jika saja ia kembali lebih awal pastilah kejadian ini tidak akan terjadi.


"Fu aku sudah menganggap mu sebagai teman sekaligus kakakku. aku tidak percaya jika kau meninggalkanku seperti ini. siapapun yang sudah melakukan ini padamu aku berjanji akan membalasnya. itulah janjiku." kata Yuan Lin dengan tekad yang sangat kuat. sekarang dendamnya bertambah lagi.


"Mereka berdua benar-benar iblis. aku sudah mengalah untuk semuanya bahkan ibuku juga. tapi sekarang aku akan bertindak dan aku bersumpah akan membongkar semua perbuatan keji kalian di hadapan semua orang." gumam Yuan Lin dengan mengepalkan tangannya.


Pangeran Han Tian menghampiri Yuan Lin yang masih bersimpuh di tanah. ia tahu betul apa yang sedang di rasakan oleh adiknya.


"Lin Lin." ucap pangeran Han Tian dengan. hati-hati.


"Kenapa Gege kemari?" tanya yuan Lin tanpa menoleh.


Ucapan Yuan Lin membuat pangeran Han Tian tersenyum kecil. itu artinya gadis itu masih menganggapnya sebagai seorang kakak.


"Aku tahu apa yang sedang kau rasakan. tapi jangan menyalahkan dirimu atas kematiannya. semua ini hanyalah takdir." kata pangeran Han Tian.


"Ya takdir yang sangat konyol." ujar Yuan Lin dengan terkekeh pelan.

__ADS_1


__ADS_2