Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Ya Tuhan Apa Lagi Ini?!!! (LPT S2)


__ADS_3

Semua orang terkejut mendengar perkataan pria bertopeng atau sekarang bisa di panggil Zhi Qing. Zhi Qing terlihat begitu marah saat melihat kekasihnya di lukai di depan matanya.


"Kekasih." seru pangeran Han Tian dan Huang hun dengan terkejut begitupun juga kaisar Wei dan semua orang .


Chen Zu langsung melesat menghampiri Yuan Lin Dan bermaksud untuk mengambil alih tubuh Yuan Lin namun seketika Zhi Qing menatapnya dengan sangat tajam sehingga membuat Chen Zu menghentikannya.


"Kenapa kau memanggil dia sebagai kekasihmu hah. jangan mengarang sebuah cerita dengan cerita konyolmu itu." kata Chen Zu.


"Aku bukan mengarang dia adalah kekasihku. dan kau!!! berani-beraninya kau membuatnya seperti ini." kata Zhi Qing kepada Cui Bai yang sudah menusukkan tombak ke tubuh Yuan Lin.


" A ada apa ketua. ke kenapa ketua ma marah se seharusnya kita senang karena Ki kita memenangkan Pertarungan ini." kata Cui Bai dengan tubuh gemetar ketika melihat pemimpinnya dalam keadaan yang sangat marah.


"Apakah kau tahu jika dia adalah kekasihku hah." seru Zhi Qing dengan marahnya kemudian menghempaskan Cui Bai dan melayangkan beberapa pedangnya sehingga mengenai pria tersebut dan membuatnya langsung tewas.


"Nana bangunlah. ku mohon jangan tinggalkan aku. sayang bangunlah " kata Zhi Qing dengan menepuk pipi Yuan Lin namun gadis itu tak kunjung membuka matanya.


Kaisar Wei dan kedua pangeran menghampiri mereka. Tidak ada yang tidak bingung dengan semua ini. pria bertopeng memanggil Yuan Lin dengan sebutan Nana dan juga mengatakan jika dia adalah kekasihnya.


"Apakah mungkin dia juga berasal dari dunia yang sama dengan Lin Lin ?" tanya pangeran Han Tian


"Entahlah aku juga tidak tahu. tapi bagaimana mungkin Lin Lin berhubungan dengan pria ini. ahhh ini sangat membingungkan." jawab pangeran Huang Hun.


Yuan Lin membuka matanya sebentar dan tersenyum kecil pada pria yang kini tengah memangku tubuhnya. ia ingin mengatakan jika dia sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan kekasihnya namun ia tidak memiliki cukup tenang sekarang.

__ADS_1


"Tidakkkkk!!!! Nana bangunlah jangan tinggalkan aku ku mohon." teriak Zhi Qing dengan menyalurkan kekuatannya pada gadis itu namun tidak ada reaksi sama sekali.


"Tidakkkkk!!!!! brengsek kau sudah menghabisi kekasihku." teriak Zhi Qing dengan menggila.


Ia menyerang semua orang yang merupakan anggota aliansi Wungzo. ia sangat marah dan melampiaskannya pada semua anggotanya. ia sangat membenci hal ini. ia tidak menginginkan ini kembali terjadi lagi di hidupnya.


"Ketua sadarlah. kenapa ketua menyerang kami semua." teriak salah satu anggotanya yang kewalahan menghadapi serangan yang di layangkan pria bertopeng.


"Aku bukan ketua kalian aku adalah orang lain. ketua kalian sudah lama tiada dan aku hanyalah orang lain yang tak sengaja terlempar ke tubuh pria itu." kata Zhi Qing yang sudah di kuasai amarahnya.


"Dia benar-benar gila. ini sungguh gila. bagaimana bisa dia menghabisi anggotanya sendiri seperti ini." kata kaisar Han dengan tidak percayanya.


"Apakah benar jika putri Yuan Lin adalah kekasihnya? jika itu benar, lalu bagaimana bisa ini terjadi. ahh aku bingung sekali sebenarnya ada apa ini. dan apa yang di katakan pria itu jika dia bukan ketua mereka tapi orang lain." ujar Kaisar Ming yang semakin tidak mengerti.


"Entahlah Zhen juga tidak tahu. tapi yang jelas kemenangan sudah milik kita." timpal kaisar Han dengan begitu senangnya.


"Dia adalah jiwa dari masa depan dan mungkin saja mereka benar-benar pasangan kekasih." ujar pangeran Han Tian yang mulai memahaminya.


"Apakah benar begitu. tapi...." ucap kaisar Wei yang tidak tahu harus berkata apa lagi. semakin dia ingin tahu semakin ia di buat bingung pula dengan semua kejadian ini.


Di Lain sisi, di sebuah rumah sakit besar yang merupakan rumah sakit terbesar di kota S, seorang gadis tengah terbaring di ranjang dengan selang infus yang menempel di hidungnya.


Ia mengalami kecelakaan 13 tahun yang lalu dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk gadis itu membuka matanya. wajah pucatnya tidak mengurangi kecantikannya sama sekali walaupun saat ini usianya sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang suster dengan membawa sebuah nampan yang berisi air minum dan beberapa pil obat. ia meletakkan diatas nakas kemudian memeriksa cairan infus dann kondisi gadis yang tengah terbaring itu.


Namun saat tengah merapikan tempat tidur gadis itu, pandangannya pun menangkap sebuah gerakan kecil dari jari telunjuk gadis itu yang membuat suster itu langsung memperhatikan lagi dengan seksama.


"Penglihatan ku tidaklah bermasalah. dia benar-benar melakukan gerakan." ucapnya dengan senyum senangnya.


Selama 13 tahun lamanya dia selalu menjaga dan merawat gadis malang itu. ia juga sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri. panggil saja dia suster Mia.


Beberapa saat kemudian setelah dia menunggu akhirnya gadis itu pun membuka matanya dengan perlahan-lahan yang membuat suster Mia kegirangan bukan main.


"Akhirnya aku sadar juga." ucap Suster Mia dengan senyum ramahnya.


"Di ma na aku?" tanya gadis itu dengan suara terputus-putus.


Ia melihat ke atas dan sekelilingnya yang hanya berwana putih saja serta bau obat-obatan yang memenuhi rongga hidungnya.


"Shitttt!!!! dimana lagi aku kenapa aku masih hidup dan malah berada disini. apakah aku menempati tubuh seseorang lagi." Batin Yuna dengan tidak mengerti semua ini. jalan hidupnya kenapa sangat rumit sekali.


"Kau berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan 13 tahun yang lalu." kata suster Mia yang membuat Yuan terkejut bukan main.


"Siallll aku berada di tubuh orang lain lagi dan mengalami hal yang sama seperti tubuh yang ku tempati dulu." batinnya lagi dengan lemasnya.


"Tunggu sebentar aku akan menelepon dokter yang menangani mu " kata suster Mia dengan mengambil ponselnya.

__ADS_1


Yuna masih terus mencerna semuanya hingga sebuah ingatan dari tubuh yang dia tempati pun terlintas di kepalanya. hampir saja ia berteriak ketika melihat ingatan tersebut karena kecelakaan yang di alaminya sanagt parah dan begitu mengerikan.


"Ya Tuhan apa lagi ini...." batin Yuna dengan menghela nafasnya beberapa kali.


__ADS_2