Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Membicarakan Kekacauan


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan untuk masalah ini. semua kultivator yang aku kirim untuk menghentikan kekacauan ini tidak pernah kembali sampai sekarang." kata kaisar Liu yang.


"Bukan hanya kau saja kaisar aku juga sama sampai sekarang kultivator itu juga belum kembali." timpal kaisar Meng.


"Masalah yang kita hadapi saat ini cukup serius. kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk mencegah agar tidak terjadi lagi penculikan para gadis itu." ujar kaisar Wei.


Semua kaisar saat ini tengah melakukan pertemuan di kekaisaran Han. karena masalah yang tidak pernah ada habisnya ini membuat mereka semua harus kembali memikirkan jalan keluar. kasus penculikan para gadis itu saat ini sudah menyebar di seluruh kekaisaran sehingga membuat para kaisar di buat kewalahan menghadapi karena hampir setiap hari mereka selalu mendapat laporan jika ada gadis yang hilang.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa orang-orang itu melakukan penculikan pada gadis-gadis?" tanya kaisar Han yang selalu merasa janggal dengan kejadian tersebut.


"Aku yakin mereka melakukannya bukan tanpa alasan. mereka pasti sedang mempersiapkan sesuatu yang entah apa itu tapi yang jelas Zhen bisa merasakan kekacauan yang sebenarnya bukanlah ini." Jawab kaisar Wei.


"Apa yang anda maksud kaisar?" tanya yang lainya dengan tidak mengerti.


"Hanya ada satu alasan mengapa mereka menculik semua gadis, karena mereka ingin menjadikan mereka tumbal." jawab kaisar Wei yang membuat semua orang terkejut.


"Itu artinya mereka?? ahh bukan aliansi itu sudah kembali lagi?" tanya kaisar Ming dengan terkejut.


"Mungkin saja seperti itu. aku juga tidak tahu pastinya tapi kita harus selalu waspada dan berhati-hati karena masalah yang kita hadapi akan semakin sulit. kita harus mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang." jawab kaisar Wei.


Mereka semua saling menatap kemudian mengangguk menyetujui apa yang di katakan kaisar Wei.


"Mohon maaf yang mulia kaisar menganggu." kata seorang prajurit dengan menunduk.

__ADS_1


"Ada apa kau datang kesini apakah di luar sedang terjadi masalah?" tanya kaisar Han dengan herannya.


"Hamba membawa surat untuk anda." jawabannya dengan menyerahkan gulungan surat.


"Kau boleh pergi." titah kaisar Han.


Ia kemudian membuka gulungan tersebut dan membacanya dengan seksama. di bagian bawah surat ada sebuah lencana bewarna emas kemerahan. entah dari siapa kaisar Han juga tidak tahu.


"Ini sebuah surat peringatan untuk kita semua. aku tidak tahu siapa yang sudah mengirim ini tapi yang aku yakin orang yang sudah menulis surat ini ada di pihak kita. dia mengatakan jika sesuatu hal yang sangat besar tidak lama lagi akan terjadi untuk itu kita di suruh untuk mempersiapkan semuanya dari sekarang karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah ini." kata kaisar Han.


"Tidak usah terlalu di pikirkan kaisar mungkin orang itu hanya iseng saja karena tidak sengaja mendengar pembicaraan kita." timpal kaisar Ming .


Disisi lain Yuan Lin tengah bersantai duduk bawah pohon dengan satu tangan yang memegang buah apel. hingga tak berselang lama sebuah bayangan melesat menghampirinya.


"Bukan seperti itu. saat aku sampai di kekaisaran Han aku melihat semua Kaisar juga sedang ada disana. mungkin mereka sedang membicarakan masalah ini jadi aku berfikir tidak perlu memberikan satu persatu karena aku yakin kaisar Han pasti memberitahu semua." jawab Liao Shan.


"Ohh benarkah. itu lebih bagus. ku lihat kau semakin kuat dan pintar dalam menjadi seorang mata-mata." kata Yuan Lin dengan menggigit buah apelnya.


"Ya itu semua berkat pil-pil dan latihan yang kau berikan padaku." jawab Liao Shan.


"Kau tentu tahu apa yang harus kau lakukan setelah ini bukan?" tanya Yuan Lin yang di angguki oleh Liao Shan kemudian laki-laki langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Ck dasar seharusnya dia berterimakasih padamu karena aku sudah membantunya untuk meningkatkan kultivasinya. oh iya Gege pasti sudah selesai aku akan menemuinya saja." ucap Yuan Lin kemudian juga ikut pergi.

__ADS_1


Benar saja saat dia sampai di depan gubuk pangeran Han Tian juga hendak keluar. laki-laki itu Baru saja menyelesaikan Kultivasinya.


"Bagus sekali Gege jika seperti ini aku tidak akan merasa khawatir lagi denganmu." kata Yuan Lin yang membuat laki-laki itu mendongak.


"Kau sudah kembali. ya ini sangat hebat bahkan aku belum pernah merasakan tubuhku ringan seperti ini. benar-benar sangat cepat sekarang aku sudah berada di ranah surgawi awal. terimakasih Lin Lin." kata pangeran Han Tian dengan senyum senangnya


"Ya ya tidak masalah. ayo kita pergi memeriksa desa desa terdekat disini. aku bisa merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi disana." kata Yuan Lin yang di angguki oleh pangeran Han Tian.


Mereka pergi menuju ke desa terdekat yaitu desa Awan Biru. saat sampai disana benar saja sedang terjadi kekacauan yang di buat oleh anggota aliansi Wungzo yang membuat Yuan Lin sangat geram kemudian dia menghampiri mereka dan langsung menendang perut orang itu hingga terpental mundur. gadis yang tadi di tarik paksa itu pun langsung berlari menjauh dengan ketakutan.


"Tidak ada habis-habisnya kalian membuat kekacauan disini." kata Yuan Lin dengan dingin.


"Heh gadis bodoh apa masalahmu kenapa kau menyerangku hah." kata pria itu dengan marahnya.


"Tentu saja itu masalahku. kau sudah membuat kekacaun dan kau menganggap itu bukan masalah ck benar-benar bodoh." ujar Yuan Lin dengan senyum kecilnya.


"Banyak bicara. kalau begitu kau yang akan menggantikannya." kata pria itu kemudian menyerang Yuan Lin.


"Kau pikir aku takut dengan ancamanmu." ujar Yuan Lin yang balik menyerang.


Semua orang menjauh karena takut akan menjadi korban dari pertarungan ini. pangeran Han Tian masih diam saja belum bertindak tapi ketika dia melihat ada satu orang lagi yang akan menyerang Yuan Lin dengan sigap ia pun menghadangnya.


"Kau mau menyerang adikku dari belakang begitu? tapi aku tidak akan membiarkan mu melukainya sedikit pun." kata pangeran Han Tian.

__ADS_1


__ADS_2