
Sepuluh orang tadi tiba di dekat perbatasan. mereka menilik sekitar memastikan jika tidak ada yang akan mengetahui penyerangan yang akan mereka lakukan besok. setelah memastikan keadaan mereka pun kembali untuk melaporkan pada pria bertopeng.
"Kondisi disana masih baik-baik saja ketua. mereka tidak mengetahui jika kita akan melakukan penyerangan besok." kata salah satu dari kesepuluh orang yang di perintahkan untuk memeriksa keadaan perbatasan.
"Bagus malam ini kita akan berangkat. pastikan semua sekte yang ada di kekaisaran Wei hancur dan rata dengan tanah. aku yakin setelah mereka mengetahui penyerangan di semua sekte tidak akan ada yang berjaga di istana dan perbatasan. mereka akan pergi kesana juga untuk membantu. perintahkan sebagian pasukan ku untuk menyerang semua sekte." kata raja iblis dengan tertawa senang.
"Mo Xing kau akan menjadi panglima di perang kali ini sedangkan kau akan menjadi pemimpin. aku sendiri yang akan menghadapi si tua Bangka itu. aku yakin dia juga akan ada disana." lanjutnya lagi.
Malam itu juga 300 ribu lebih pasukan raja iblis berangkat menuju ke perbatasan. mereka semua terdiri dari mayat mayat manusia yang sudah di kendalikan, sekte sekte aliran hitam, pasukan khusus raja iblis serta semua anggota aliansi Wungzo.
Mo Xing dan Pria bertopeng memimpin di depan dengan menunggangi binatang kontrak mereka, sementara semua pasukan itu mengikutinya dari belakang. mereka bisa saja menggunakan ilmu meringankan badan namun itu tidak akan berlaku bagi semua mayat-mayat hidup itu sehingga mereka memutuskan menggunakan cara ini saja.
Saat ini Yuan Lin berada di kota kecil miliknya. ia memberitahu jika peperangan akan terjadi besok dan mereka semua harus menyiapkan diri mereka masing-masing. semuanya mengangguk setuju dengan penuh keyakinan jika mereka akan memenangkan peperangan ini.
"Ingat jangan ada yang bertindak sebelum aku memberikan perintah. jika kalian melihat cahaya bewarna merah di langit itu artinya kalian sudah saatnya keluar karena aku memanggil kalian. ingat apapun yang terjadi kalian harus kembali dalam keadaan hidup." kata Yuan Lin kembali mengingatkan semua pasukannya lagi
"Kami paham nona." teriak semuanya dengan suara lantang.
__ADS_1
Di semua sekte, semuanya sudah siaga. pasukan khusus yang di kirim Yuan Lin juga melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. mereka benar-benar memastikan kondisi dan keamanan setiap sekte yang mereka jaga.
Para murid-murid jenius juga sudah bersiap untuk menerima serangan kapanpun bukan hanya mereka saja semua penghuni sekte sudah menyiapkan diri masing-masing.
Tak terasa pagi pun telah tiba. semua orang termasuk Yuan Lin sudah berada di perbatasan untuk menunggu kedatangan tamu mereka. hingga beberapa prajurit melaporkan jika Sekte sekte di kekaisaran Wei sedang di serang. ada beberapa orang yang tidak mengetahui rencana ini namun pangeran Huang hun memberikan penjelasan jika semuanya akan baik-baik saja.
"Apakah mereka tidak datang karena mengetahui jika kita sudah menyiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan mereka." kata kaisar Ming yang sudah siap dengan senjata dan zirah perangnya.
"Aku yakin mereka akan datang. kita tunggu saja sebentar lagi mereka akan tiba." ujar Yuan Lin dengan tersenyum menyeringai.
Suara langkah kaki kuda yang terdengar sangat banyak mulai terdengar di telinga setiap orang. mereka sudah menyiapkan diri masing-masing untuk hal ini. hingga beberapa saat kemudian terlihat dua orang dengan di ikuti ribuan orang lainnya di belakangnya.
"Sudah tuan. semuanya sedang menuju kesana untuk membantu jadi saya yakin di kekaisaran ini hanya sedikit orang saja yang berjaga." jawab Duan Yao yang hanya di angguki oleh Mo Xing.
Baru saja Mo Xing ingin memberikan aba-aba untuk segera menyerang, sebuah penampakan di depannya membuat dirinya dan pria bertopeng sangat terkejut begitupun juga yang lainnya.
"Bagaimana ini mungkin." seru Mo Xing dengan terkejut.
__ADS_1
"Aku rasa mereka sudah mengetahui semua rencana kita sehingga mereka sudah menyiapkan semuanya begitu matang." ujar pria bertopeng.
Yuan Lin pun melesat menuju ke depan kedua pria tersebut dengan menyilangkan tangannya ke dada. ia tertawa menyeramkan yang membuat kedua pria itu merinding.
"Kau pikir aku sebodoh dirimu. kau lihat apa yang ada di depan kalian." kata Yuan Lin yang membuat kedua pria itu geram bukan main.
"Gadis tidak berguna. kau selalu saja mengacaukan rencana yang sudah dibuat oleh junjunganku." seru Mo Xing dengan marahnya.
"Bukan aku yang mengacaukan tapi si raja iblis jelek itu yang bodoh dalam menyusun rencana hahaha." timpal Yuan Lin.
Setelah mengatakan hal tersebut Yuan Lin kembali melesat dan berkumpul bersama yang lainnya. ketika melihat semua pasukan yang di bawa pria bertopeng maju dan mulai menyerang saat itu juga Yuan Lin berteriak dan semua pasukannya langsung maju begitupun juga para kaisar dan pangeran yang ikut serta dalam perang tersebut.
Semua pasukan yang di bawa Yuan Lin berjumlah 465 ribu orang sedangkan pasukan yang di bawa oleh pria bertopeng berjumlah 300 ribu orang saja. tentu lawan yang tidak seimbang bukan. namun itu bukanlah masalah bagi pria bertopeng karena dengan adanya pasukan khusus kerajaan neraka dan semua mayat-mayat hidup itu ia yakin akan memenangkan Pertarungan tersebut.
"Habisi mereka semua. jangan biarkan satupun yang tersisa." teriak Duan Yao pada semua anggotanya.
Dentingan suara pedang memenuhi area tersebut. mereka bertarung dengan begitu seriusnya. pangeran Han Tian menghadapi Ming Sui ketua sekte Iblis hitam. pangeran Huang Hun menghadapi Xinn Nian salah satu ketua sekte Tengkorak iblis.
__ADS_1
Semua kaisar dan pangeran mendapatkan lawan mereka masing-masing. guru Feng Yin dan Shao Gu juga mendapatkan lawan yang setara dengan mereka. mereka menghadapi semua pasukan itu dengan serius.
Para prajurit yang menghadapi semua mayat-mayat hidup itu terlihat sangat kewalahan karena semua mayat itu seperti tidak memiliki kelemahan sama sekali. bahkan jika sudah di lukai di titik pentingnya, akan langsung sembuh dengan sendirinya dan itu membuat semua prajurit sangat kelelahan.