Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Siapa Mereka??


__ADS_3

Yuan Lin mengumpati dirinya sendiri karena tidak sempat menghindar sehingga terkena serangan tersebut. ia berdiri dengan susah payah karena serangan yang di berikan Mo Xu sangat kuat.


"Siall!! memalukan sekali. aku tidak yakin jika sekarang bisa mengalahkannya. aku harus mencari waktu yang tepat untuk mengalahkan mereka." ucap Yuan Lin dengan memegangi dadanya.


Ia pun akhirnya mengeluarkan cambuk birunya kemudian menatap mereka berdua dengan tatapan dinginnya. sedangkan Mo Xu dan Mo Zue saat ini tengah tertawa senang dengan kekalahan Yuan Lin.


Yuan Lin memutar-mutarkan cambuknya dengan sangat cepat sehingga menciptakan sebuah angin besar yang membuat debu dan daun-daun berterbangan hingga menghalangi penglihatan kedua jenderal tersebut.


"Uhukk uhukk...apa yang sedang gadis itu lakukan." kata Mo Zue dengan menutup kedua matanya.


Beberapa saat kemudian setelah debu debu tadi sudah hilang kini mereka berdua hanya melihat pohon-pohon yang berdiri saja tanpa melihat keberadaan Yuan Lin.


"Siall dia berhasil kabur. cih ternyata dia sangat pengecut." kata Mo Xu


"Kurang ajar berani-beraninya dia kabur." timpal Mo Zue dengan marahnya.


Disisi lain Yuan Lin kini sudah berada di tepi sungai yang letaknya jauh dari tempat dimana dia bertarung tadi. ia duduk kemudian dan membasuh wajahnya.


"Hah sial sakit sekali. aku lari seperti seorang pengecut. di kehidupan ku sebelumnya sekuat apapun lawan yang aku hadapi aku tidak akan pernah lari sebelum berhasil mengalahkannya. tapi ini...ck tidak seperti manusia . mereka memang pantas di sebut iblis hahaha." ucap Yuan Lin kemudian beranjak dari sana.

__ADS_1


Ia pun duduk dan memejamkan matanya untuk mengembalikan semua tenaga yang sudah terbuang tadi. saat ia sedang menyerap semua energi Qi yang ada di sekitarnya tiba-tiba saja pendengaran Yuan Lin mendengar sebuah suara langkah kaki yang berada tak jauh darinya. ia pun hanya bisa berdecak kesal saja kemudian membuka matanya dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat.


"Siapa lagi yang ingin menggangguku hah. apakah aku memang di takdirkan seperti ini. aku sudah lari seperti pengecut tadi dan sekarang aku hanya ingin memulihkan tenagaku saja tapi masih saja ada yang ingin menggangguku." kata Yuan Lin dengan kesalnya


Karena penasaran dengan apa yang dia dengar akhirnya Yuan Lin memutuskan untuk mencari sumber suara. karena ia yakin dihutan ini hanya ada dirinya saja. ia hanya berfikir jika suara tersebut berasal dari suara binatang yang tengah bertarung.


Yuan Lin melompat dari dahan satu ke dahan lainnya dengan cepat. jika manusia biasa yang melakukan ini tentu akan merasa kesulitan mengingat hutan tersebut sangatlah gelap. namun berbeda dengan Yuan Lin, gadis tersebut meloncati satu persatu dahan tanpa kesulitan apapun bahkan ia dapat melihat jelas apa yang ada di depannya berkata mata dewa yang dia miliki.


Semakin lama Yuan Lin mencari sumber suara tersebut semakin jelas pula suara langkah kaki manusia yang mendekat ke arah Yuan Lin. saat ini Yuan Lin sudah berada di atas pohon. ia mengedarkan pandangannya dan menilik sekitarnya dengan terus mencari sumber suara tersebut.


Dilihatnya seorang wanita cantik tengah berlari dengan langkah gontainnya. ia berjalan dengan terseok-seok. Yuan Lin bisa melihat jelas jika wanita itu sedang terluka parah sehingga kekuatan yang dimilikinya pun tidak dapat di gunakan.


Tiba-tiba terdengar lagi suara langkah kaki yang mendekat ke arah Yuan Lin bukan hanya satu orang melainkan beberapa orang. dan benar saja lima orang pria juga tengah berlari seperti mengejar sesuatu.


"Cepat cari dia. kita harus mendapatkan senjata itu agar ketua bisa menguasai kerajaan." kata salah seorang pria yang di angguki keempat rekannya.


"Siapa kelima orang itu. apakah mereka sedang mengejar wanita tadi." gumam Yuan Lin lagi.


Karena merasa penasaran akhirnya Yuan Lin pun memutuskan untuk menolong wanita tersebut. ia melesat dengan sangat cepat dan langsung menyeret wanita itu dari persembunyiannya.

__ADS_1


"Siall kemana perginya wanita itu kita kehilangan jejaknya." seru salah satunya kemudian mereka melanjutkan untuk mencari lagi.


Yuan Lin berhenti di tepi sungai karena wanita tersebut terus memberontak ketika Yuan Lin membawanya. ia pun melepaskan tangannya dan beralih menatap wanita tersebut dengan datarnya.


"Siapa kau? apa yang kau inginkan dariku?" tanya wanita tersebut dengan tatapan tajamnya.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu siapa kau dan kenapa kau ada di tengah hutan yang sangat gelap seperti ini. dan siapa kelima pria yang mengejarmu tadi?" tanya Yuan Lin langsung pada Intinya


Bukannya menjawab justru wanita itu malah menyerang Yuan Lin. namun Yuan lin dengan sigap menghindarinya sehingga serangan wanita tersebut tidak mengenai Yuan Lin.


"Siapa kau? Apa yang kau inginkan hah. jika kau menginginkan hal yang sama seperti mereka aku tidak akan memberikannya." seru wanita tadi yang membuat Yuan Lin menatapnya dengan heran.


"Aku hanyalah pengembara biasa saja yang singgah di hutan ini. ck terserah kau saja lah aku hanya berusaha menolongmu dari kelima pria itu jika kau tidak suka maka aku akan pergi." ujar Yuan Lin dengan berjalan meninggalkan wanita itu.


Melihat hal tersebut membuat wanita itu berfikir sejenak sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mengejar Yuan Lin. ia terus memanggil Yuan Lin namun gadis itu tidak menghiraukannya dan terus berjalan seakan tidak pernah mendengar suara apapun.


"Tu tunggu aku akan me mengatakannya padamu." teriak wanita itu yang membuat Yuan berhenti dan menoleh ke arah wanita tersebut.


"Apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Yuan Lin

__ADS_1


"Aku akan mengatakannya tapi tidak disini. kita cari tempat yang lebih aman dulu karena aku yakin mereka masih ada di sekitar sini." ujar wanita itu yang membuat Yuan Lin hanya mengangguk saja kemudian mencari tempat yang tepat untuk mereka berbicara.


__ADS_2