
Kini pangeran Han Tian sudah berpenampilan lebih baik dari pada sebelumnya. suasana pun kembali seperti sebelumnya. acara pun kini di mulai dengan sambutan yang di berikan kaisar Liu pada para tamu undangan dan rakyat karena sudah menghadiri acara pernikahan putrinya.
Mereka bertepuk tangan tak kala kaisar Liu menyelesaikan sambutannya. kini giliran mempelai pria yang maju ke depan. kegugupan pangeran Han Tian terlihat jelas saat ini. keringat dingin kembali membasahi tubuhnya. Yuan Lin Dan pangeran Huang Hun hanya bisa menghela nafasnya saja melihat itu.
"Tunggu apa lagi. cepatlah jemput dia." kata Yuan Lin dengan menyenggol lengan pangeran Han Tian.
Entah ingin tertawa atau justru kasian, Yu Mirai hanya bisa tersenyum saja melihat tingkah pangeran Han Tian. tak heran karena saat ini dia juga sedang di Landa gugup.
Dengan menghela nafasnya beberapa kali, kini pangeran Han Tian berjalan dengan langkah tegap dan penuh wibawa. Yuan Lin Dan pangeran Huang Hun hanya mengangguk sambil tersenyum saja.
Saat sampai di depan Yu Mirai, pangeran Han Tian pun mengulurkan tangannya dan di sambut dengan lembut oleh Yu Mirai. tepukan tangan pun kembali terdengar tak kala tangan kedua mempelai itu saling menggenggam dengan begitu eratnya. mereka sama-sama menguatkan karena mereka tahu bukan hanya diri mereka sendiri saja yang gugup melainkan juga pasangan mereka.
"Kau sangat cantik Yu'er." ucap pangeran Han Tian yang membuat Yu Mirai tersipu malu.
"Kau juga terlihat berbeda dari biasanya. kau sangat tampan." ucap Yu Mirai dengan tersenyum manis.
Kini waktunya untuk mengikrarkan janji suci untuk pernikahan mereka. mereka mengucapkan janji suci dengan tulusnya. permaisuri Liu hanya bisa memeluk lengan suaminya saja melihat bagaimana pernikahan putrinya terlaksana.
mereka tidak percaya jika Yu Mirai akan menikah secepat ini karena sebelumnya gadis itu sangat anti dengan seorang laki-laki dan tidak pernah sekalipun mengenal cinta. tapi sekarang mereka percaya jika putri kecil mereka sudah begitu dewasa.
"Ini hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. aku bisa melihat raut kebahagiaan di wajah mereka." ucap permaisuri Liu.
"Ya kau benar. semoga mereka tetap bahagia. aku sangat senang jika karena Yu'er mendapatkan pria yang tepat yang mencintainya." ujar kaisar Liu.
Setelah selesai mengucapkan janji suci, kini teriakan para tamu memenuhi semua aula sehingga membuat kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri tersipu malu.
"Gege tunggu apalagi. cium Yu jiejie." kata Yuan Lin dengan kesalnya.
__ADS_1
Tentu saja pangeran Han Tian malu untuk melakukannya karena sebelumnya dia tidak pernah berciuman dengan gadis manapun apalagi sampai di saksikan ratusan orang seperti saat ini.
"A aku...." ucap pangeran Han Tian dengan terbata.
Karena masih tidak ada reaksi dari pangeran Han Tian, akhirnya Yu Mirai pun mencium duluan sehingga membuat sorakan para tamu kembali memenuhi seluruh aula tersebut.
"Ya Tuhan aku sungguh tidak percaya ini." seru permaisuri Liu dengan menutup mulutnya tidak percaya melihat aksi yang di lakukan Yu Mirai.
Menegang. itulah yang terjadi pada pangeran Han Tian saat ini. ia terkejut dengan serangan tiba-tiba yang di lakukan Yu Mirai padanya.
"Ayo..." ucap Yu Mirai di sela-sela ciumannya.
Pangeran Han Tian pun menetralkan detak jantung kemudian berusaha menutup matanya dan membalas serta menikmati setiap inci yang akan dia rasakan.
"Maaf aku terlambat datang." kata putri Jiang He yang baru saja sampai.
"Bagaimana keadaan putramu?" tanya Yuan Lin.
"Lalu dimana Zi kecil? kenapa kau tidak bersamanya?" tanya Yuan Lin.
"Dia bersama ayahnya. aku tidak mengajaknya kesini dan menyuruhnya untuk di kamar saja karena kondisinya belum sembuh total. aku takut itu akan mempengaruhinya." jawab putri Jiang He
"Apa kau gila. bagaimana kau membiarkan Zi kecilku seperti itu. aku sudah jika dia belum sembuh jangan mengajaknya. ck kau benar-benar sudahlah aku ingin menemuinya dulu." kata Yuan Lin dengan berdecak kesal kemudian berlari pergi.
"Kemana dia akan pergi?" tanya pangeran Huang Hun ketika melihat Yuan Lin pergi begitu saja.
"Dia ingin menemui putraku." jawab putri Jiang He.
__ADS_1
"Apa kau tidak takut jika suamimu itu akan tergoda lagi dengan Lin Lin?" tanya pangeran Huang Hun.
"Tidak ada yang aku takutkan. aku percaya jika suamimu sudah berubah dan aku lebih mempercayai Lin jiejie." jawab putri Jiang He yang membuat pangeran Huang Hun tersenyum.
"Tenanglah itu tidak akan terjadi." ucap pangeran Huang Hun dengan merangkul pundak adiknya.
Yuan Lin menuju kamar dimana tempat pangeran Kang Ming He dan putranya berada. disana rupanya juga ada permaisuri Ming yang ikut menjaga cucunya.
"Putri." kata permaisuri Ming ketika melihat Yuan masuk.
"Ahh maafkan saya karena tidak mengetuk pintu lebih dulu. Hei Zi apakah kau tidak merindukan jiejie mu ini." kata Yuan Lin yang langsung menghampiri Zi yang tengah duduk di ranjang.
"Sanat Lindu..." jawab pangeran Zi dengan tersenyum kecil.
Yuan Lin memeriksa keadaan Zi dan memang belum sepenuhnya membaik. dia sangat menyesal karena seharusnya sebelum dia berangkat kemari dia menyembuhkan Zi dulu.
"Jiejie punya permen kesukaan Zi. apa Zi mau?" tanya Yuan Lin
"Ata unda da aya zi tak boleh makan pelmen." jawab pangeran Zi seperti suara cadelnya.
"Mana ada jangan dengarkan mereka. mereka itu sangat jahat. Zi sedang sakit bukankah seharusnya ayah dan bundamu menuruti apapun permintaan Zi." kata Yuan Lin
Pangeran Kang Ming He dan ibunya hanya bisa saling tatap saja melihat interaksi kedua orang itu. entahlah kenapa Zi bisa sangat dekat dan lebih patuh pada Yuan Lin dari pada orang tuanya.
"Ahh maaf putri tapi memang benar Zi tidak boleh memakan permen." kata permaisuri Ming
Yuan Lin hanya membalas dengan anggukan kepala sana pertanda agar wanita itu percaya padanya. pangeran Kang Ming He pun langsung memberikan pengertian pada ibunya.
__ADS_1
"Yasudah ayo makan permennya." kata Yuan Lin
Bocah kecil itu dengan gembiranya langsung mengunyah permen yg di berikan Yuan Lin. sebenarnya itu bukan permen tetapi obat untuk menyembuhkan Zi.