
"Berapa banyak?" tanya kaisar Wei yang sedang duduk di ruang kerjanya.
"Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya mungkin ribuan orang kaisar karena mereka sangat banyak. saat ini mereka sedang berada di perbatasan kekaisaran Han dan Liu." jawab prajurit itu yang melihat banyaknya orang yang di bawa oleh Yuan Lin.
"Apakah kau yakin jika yang membawa ribuan orang itu adalah putri Yuan Lin?" tanya kaisar Wei yang ingin memastikan sekali lagi.
"Saya sangat yakin kaisar walaupun putri memakai penutup pada wajahnya." Jawab prajurit itu .
"Baiklah terimakasih atas laporannya kau boleh kembali." kata kaisar Wei.
Setelah prajurit itu keluar ia terdiam sejenak memikirkan apa yang di katakan prajurit tadi.
"Untuk apa Putri Yuan Lin membawa banyak sekali orang? dan siapa mereka. apa yang sedang terjadi?" gumam kaisar Wei dengan penuh tanda tanya.
"Ada apa ayah kenapa ayah melamun begitu?" tanya pangeran Han Tian yang tiba-tiba masuk dan mendapati ayahnya sedang melamun memikirkan sesuatu.
"Ahh kau pangeran. aku sedang bingung mengapa adikmu membawa banyak sekali orang. apa yang akan dia lakukan dengan ribuan orang-orang itu." kata Kaisar Wei yang membuat pangeran Han Tian.
"Adikku? apakah yang ayah maksud adalah Lin Lin?" tanya pangeran Han Tian yang di angguki oleh kaisar Wei.
"Aku baru tahu hal ini Ayah. apakah ayah bertemu dengan Lin Lin ku?" tanya pangeran. Han Tian dengan begitu antusiasnya.
__ADS_1
"Tidak. tadi prajurit ku melaporkan jika Yuan Lin membawa ribuan orang. entah apa yang akan dia lakukan aku tidak mengerti." jawab kaisar Wei.
Saat ini Yuan Lin sudah sampai di kekaisaran Han tepatnya di dalam hutan. ia berbalik dan menatap semua budak tadi sudah sangat kelelahan sehingga ia pun memutuskan untuk beristirahat sebentar. setelah di rasa semua budak itu tidak kelelahan lagi ia pun kembali melanjutkan perjalanannya.
Hingga beberapa waktu kemudian kini mereka sudah sampai di depan sebuah tembok tinggi menjulang tapi anehnya tembok tersebut di bangun di tengah hutan. Yuan Lin pun membuka gerbangnya dan mereka mulai masuk.
Ketika sampai di dalam, mereka di buat terperangah dengan pemandangannya di depannya. bagaimana tidak ratusan bangunan sudah berdiri kokoh di tempat ini, di tengah-tengah hutan terlarang di kekaisaran Wei.
"Kita sudah sampai. mulai sekarang kalian akan tinggal disini. ada banyak sekali kamar yang sudah aku sediakan. kalian pilihlah sendiri tapi ingat jangan berebut. satu bangunan mempunyai 250 kamar. jadi kalian istirahatlah sekarang sedang besok pagi pagi sekali kalian harus sudah berkumpul di sini apa kalian mengerti!!" kata Yuan Lin dengan suara kerasnya agar semua budak bisa mendengarnya.
"Untuk semua wanita, aku sudah menyediakan kamar yang terpisah dengan laki-laki. jika di antara semua laki-laki ini ada yang berbuat macam-macam pada kalian, kalian tidak perlu khawatir aku akan mengatasinya sendiri. dan aku akan menjamin selama kalian ada disini dan menuruti semua perintahku hidup kalian akan terjamin. aku hanya meminta sebagi bayarannya kalian harus menjadi kuat karena aku bertujuan ingin menjadikan kalian sebagai pasukan khusus ku." lanjutnya lagi.
"Satu lagi, Tidak perlu memikirkan apapun yang terpenting kalian harus menjadi kuat secepatnya. kelima temanku yang akan melatih kalian semua. sekarang kalian boleh beristirahat." kata Yuan Lin yang membuat semua orang langsung menuju ke ratusan bangunan tersebut dan memilih tepat tidur mereka.
"Benar sekali nona? setahu saya disini tidak pernah ada bangunan sebesar ini." timpal Naga Yang
"Kemarin." jawab Yuan Lin dengan santainya.
Kelima orang itu seketika terkejut mendengar jawaban Yuan Lin. bangunan semegah dan sebanyak ini hanya di bangun selama satu hari??
Ya. itu semua tidak menjadi masalah bagi Yuan Lin. berkat Api putih dan es abadinya dia bisa membangun tempat ini dengan jangka waktu yang luar biasa cepat.
__ADS_1
"Aku sudah menyediakan semuanya di gudang tempatnya ada di sebelah sana. kalian ambil saja apapun agar mereka bisa cepat kuat dan latih mereka dengan benar. aku ingin melihat mereka menjadi kuat disini. jika ada yang bermalas-malasan cambuk dia 100 kali." kata Yuan Lin seraya pergi meninggalkan kelima orang tersebut.
Yuan Lin pun masuk kedalam cincin dimensinya dan mengambil banyak sekali makanan dan minuman anggur untuk semua orang-orangnya. ia menyiapkan semuanya sendiri karena tidak mau membuat para wanita itu bertambah kelelahan.
Sore harinya Yuan Lin berjalan ke halaman yang sangat luas kemudian mengayunkan tangannya sehingga keluarlah banyak sekali makanan dan minuman anggur di bawah sana. setelah memastikan tidak ada yang kurang lagi dia pun memanggil semua orang-orang nya dengan sangat keras. teriakkan yang di sertai energi Qi tentu membuat teriakan tersebut terdengar di segala penjuru kota.
Semua orang yang mendengar teriakan tersebut segera berkumpul di halaman. dilihatnya Yuan Lin sudah berdiri dan juga banyak sekali makanan yang sudah tersedia.
"Duduklah sekarang kita akan menikmati makan... sore" ucap Yuan Lin dengan menatap ke arah langit.
Ia segera duduk di bawah dan mulai menyantap makanannya. semua orang yang melihat itupun tidak tahu harus berbuat apa sehingga mereka masih terus diam dan memperhatikan Yuan Lin yang tengah makan dengan lahapnya.
"Ada apa? apakah kalian tidak ingin makan?" tanya Yuan Lin dengan herannya.
"A apakah i ini sungguhan? a apakah se setelah i ini nona akan menyiksa kami?" tanya salah seorang wanita paruh baya dengan takutnya.
"Ck. aku membawa kalian kesini bukan untuk menyiksa kalian. apakah aku terlihat sangat menyeramkan di mata kalian. sudahlah duduk dan makan sebelum aku menghabiskan semuanya." kata Yuan Lin dengan mencebik kesal.
Mereka pun dengan ragu-ragu mulai duduk tapi belum ada satupun yang berani menyentuh makanan yang ada di depan mereka.
"A apakah nona tidak jijik makan bersama kami?" tanya wanita tadi yang melihat Yuan Lin dengan santai makan dengan lahapnya tanpa memperdulikan sekelilingnya.
__ADS_1
"Tidak. aku hanya ingin membuat senang kalian saja karena momen seperti ini akan jarang terjadi lagi. jadi jangan berfikir apapun lagi dan makanlah. kalian lihat bahkan aku sudah menambah dua kali." kata Yuan Lin dengan mengunyah makanan.
Mendengar hal itupun membuat semua orang itu langsung mengambil makanan dan memakannya. mereka tidak menyangka jika apa yang di katakan Yuan Lin tadi benar adanya.