Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Buku Semesta Legendaris (LPT: SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam " )


__ADS_3

Kaisar Wei dan anak-anaknya kini sudah berada di depan sebuah portal yang di buat oleh kaisar langit, namun mereka masih menunggu seseorang karena tak kunjung datang. ya siapa lagi kalau bukan ratu kerajaan langit.


"Astaga sebenarnya dimana putriku. raja lebih baik kau jemput istrimu karena waktunya tidak banyak lagi." kata kaisar langit yang membuat Zhi Qing mengangguk dan mencari keberadaan Yuan Lin.


Walaupun dia tidak tahu pasti dimana istrinya saat ini tapi dia tetap mencari dan akhirnya menemukannya. ternyata wanita yang sudah berstatus menjadi istrinya tengah duduk di tepi kolam sambil bermain air.


"Sayang, kau disini. ayahmu sudah menunggu mu." kata Zhi Qing dengan menghampiri istrinya.


Ketika dia sudah berada di samping Yuan Lin alangkah terkejutnya saat dia mendapati jika mata istrinya sudah sembab dan penuh dengan air mata.


"Astaga apa yang terjadi denganmu Nana? kenapa kau menangis?" tanya Zhi Qing dengan mengusap air mata Yuan Lin sehingga membuat wanita itu langsung mengisi kembali.


"Baiklah aku kembalikan air matamu, aku tidak akan menghapusnya lagi tapi kau jangan menangis lagi. apa yang akan orang orang katakan jika ratu langit yang sangat di takuti menangis di tepi kolam." kata Zhi Qing dengan membujuk istrinya.


"Semua orang di dunia ini tidak pernah ada yang memahamiku hiks hiks..." ucap Yuan Lin yang semakin sesenggukan


Zhi Qing panik melihat istrinya semakin menangis. dia berusaha sebisa mungkin untuk membuat istrinya tidak menangis lagi dan mau menemui kaisar Wei. hingga setelah sekian lama dia membujuk istrinya akhirnya kini Yuan Lin pun diam dan mau menemui ayahnya kaisar Wei.


"Kenapa kau lama sekali raja waktu nya tinggal beberapa menit lagi." kata kaisar langit dengan sedikit panik.


"Iya maafkan aku ayah." ujar Zhi Qing dengan meminta maaf


Melihat mata Yuan Lin yang sembab membuat kaisar Wei hanya tersenyum kecil saja. rupanya dia sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Yuan Lin dan perubahan yang tiba-tiba itu.


"Tidak perlu khawatir ayah akan baik-baik saja . bukankah di kekaisaran sudah ada orang-orang kepercayaannya mu yang akan menjaga kami." kata kaisar Wei.

__ADS_1


"Sekarang duniamu disini Lin Lin. kau mempunyai tanggung jawab lebih dari sebelumnya. kau tidak bisa lepas tangan begitu saja. kerajaan sebesar ini akan hancur jika tidak ada yang memimpinnya." kata pangeran Han Tian dengan menasehati adiknya


"Ya ya aku mengerti itu. maafkan aku karena sudah bersikap terlalu kekanak-kanakan." kata Yuan Lin yang akhirnya memeluk ayahnya dan kakaknya satu persatu, serta memeluk putri Jiang He dan putranya pangeran Zhi Ming He kecil.


"Baiklah kami pamit dulu jaga dirimu baik-baik ya ayah akan selalu merindukanmu." kata o


kaisar Wei dengan tersenyum kecil.


sebelum benar-benar pergi kaisar Wei menghampiri raja neraka terlebih dahulu dan membisikkan sesuatu padanya sehingga membuat laki-laki terbelalak kaget tidak percaya namun kaisar Wei memberikan isyarat agar dia tetap diam untuk saat ini.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Yuan Lin dengan penasarannya.


"Tidak ada hanya masalah laki-laki." jawab Zhi Qing seadanya.


Setelah kaisar Wei dan rombongan memasuki gerbang portal, kini Yuan Lin membantu suaminya untuk menyiapkan semua yang sekiranya di perlukan untuk perjalanan yang akan dia lakukan.


Mereka harus tahu apa kelemahan dan kekuatan yang di miliki oleh binatang legendaris itu. mereka mencari buku yang sekiranya nada informasi tentang Xracen itu cukup lama dan belum mendapatkannya sampai sekarang.


"Bagaimana? apakah kau menemukannya?" tanya Zhi Qing yang di jawab gelengan kepala oleh Yuan Lin.


Mereka tidak berhenti begitu saja dan tetap mencari karena Yuan Lin yakin jika buku itu ada di perpustakaannya namun keberadaannya entah dimana.


"Sayang sepertinya ini adalah buku yang kita cari " kata Zhi Qing dengan mengambil satu buku yang berada di rak paling atas.


"Semesta Legendaris..." ucap Yuan Lin

__ADS_1


Merekapun membuka halaman pertama pada buku tersebut ada satu gambar yang sangat ia kenali siapa lagi kalau bukan Xiao, elang halilintar miliknya. disana juga ada penjelasan detail tentang elang halilintar legendaris itu.


Pada halaman berikutnya ada naga Yang dan Mix si serigala ekor sembilan milik Yuan Lin. di lembar berikutnya ada sebuah gambar yang sangat menyeramkan bewarna hitam dengan mata merahnya, ia mempunyai kaki yang sangat banyak dan racun yang sangat mematikan.


"Kraken." kata mereka secara bersamaan ketika mengingat dunia modern yang pernah menjadi tempat hidup mereka.


"Apakah ini alasannya kenapa para ilmuwan dan penyelam handal tidak berani menyelam sampai ke dasar laut." kata Zhi Qing


"mungkin karena memang makhluk ini masih hidup dan mereka percaya akan hal itu." ujar Yuan Lin.


"Disini tidak tertulis apa saja kelemahan makhluk ini bagaimana bisa kita tahu kelemahannya?" tanya Zhi Qing.


"Aku yakin pasti ada." jawab Yuan Lin yang mencarinya dengan serius.


"Tidak ada disini sayang, aku sudah berulang kali membacanya tapi tidak ada yang menuliskan tentang kelemahan makhluk ini." kata Zhi Qing.


"Tapi aku yakin ada, tidak mungkin jika makhluk ini tidak punya kelemahan. mungkin saja memang tidak di tuliskan disini agar kita tidak menganggap remeh." ujar Yuan Lin yang di setujui oleh Zhi Qing.


"Berati aku harus menghadapi secara langsung dan mencari kelemahannya sendiri." ucap Zhi Qing dengan mantapnya.


"Aku percaya penuh pada mu. aku tahu kau lebih segalanya dariku. tapi aku mohon kembalilah dengan selamat dan Tetap baik-baik saja. jika aku mendengar makhluk itu melukaimu sejengkal jari aku benar-benar tidak akan mengampuninya." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing terkekeh geli.


"Astaga aku baru pertama kalinya mendengar kalimat seperti ini darimu setelah bertahun-tahun menjadi kekasihmu." kata Zhi Qing yang membuat Yuan Lin langsung memukulnya.


"Aku serius Zhan." kata Yuan Lin yang membuat Zhi Qing panik karena istrinya terlihat ingin marah dengan mata yang sudah memerah.

__ADS_1


"A a ah i iya iya kau segalanya bagiku. A aku berjanji akan baik-baik demi dirimu. tapi kau jangan marah aku hanya bercanda tadi." ucap Zhi Qing dengan takutnya karena akan sangat repot membujuk istri jika sudah merajuk seperti anak kecil.


__ADS_2