
Dua orang laki-laki dan perempuan kini tengah bertarung di halaman belakang istana kerajaan neraka. dentingan pedang dan kilatan cahaya selalu menyertai keduanya. keduanya tetap fokus pada pertarungannya. tidak ada luka sama sekali walaupun mereka bertarung sudah cukup lama.
Ya siapa lagi jika bukan Zhi Qing dan Yuan Lin. mereka memutuskan untuk berlatih dan bertarung bersama Karena memang sudah sangat lama tidak berlatih bersama. disana tidak ada siapapun kecuali mereka berdua.
Yuan Lin menggunakan pedang jiwa dan mencoba menggabungkan dengan teknik naga surgawi sehingga terbentuklah sebuah pusaran angin kecil tapi mempunyai energi yang begitu besar. di dalamnya seperti ada sesosok makhluk kecil yang entah apa itu Yuan Lin juga tidak tahu.
Zhi Qing yang melihat gabungan kekuatan tersebut pun juga nampak penasaran dengan apa yang terjadi di dalamnya karena itu dia menyuruh Yuan Lin untuk menghentikannya dan melihat apa yang sebenarnya ada di dalamnya.
"Bukankah kau menggabungkan teknik pedang jiwa dengan naga surgawi mu?" tanya Zhi Qing
"Ya. memangnya kenapa!" tanya Yuan Lin dengan herannya kemudian mendekati pusaran angin tersebut seakan paham apa yang ada di dalam pikiran Zhi Qing
Dia menyentuh pusaran tersebut dan dengan sendirinya pusaran itu berhenti dan menampakkan sesosok makhluk kecil bewarna biru keputih-putihan yang tengah tertidur dengan lucunya.
"Koala salju." ucap Yuan Lin dengan tersenyum simpul dan langsung memberikan nama pada binatang kecil tersebut.
Entah mengerti atau tidak, tapi setelah Yuan Lin mengatakan hal tersebut koala salju membuka matanya dan menatap Yuan Lin dengan mata bulatnya tapi setelah itu dia tertidur lagi dengan pulsanya.
"Ck dasar pemalas. baiklah jangan salahkan aku karena aku ingin mencoba seberapa kuat seranganmu itu." kata Yuan Lin dengan menarik tangannya ke belakang dan mendorongnya ke depan
Seketika pusaran angin tersebut langsung melesat dan mengenai sebuah pohon yang berada tak jauh darinya. ledakan pun terjadi hingga membuat semua yang ada di istana neraka terkejut dan langsung panik mendengar suara ledakan tersebut dan langsung mencari sumber suara tersebut.
Zhi Qing sendiri hanya bisa terperangah saja melihat bagaimana serangan dari gabungan kedua kekuatan Yuan Lin apalagi ada binatang kecil yang mengendalikannya dari dalam
"Aku sungguh tidak percaya ini. binatang pemalas itu rupanya mempunyai energi yang begitu besar." kata Zhi Qing dengan menggelengkan kepalanya saja
"Apa yang terjadi disini raja Zhi?" kata Xi Shen dengan berlari menghampiri mereka berdua bersama dengan kaisar langit dan permaisuri Zinsy serta beberapa orang yang juga ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Zhi Qing dan Yuan Lin saling pandang saja karena bingung dengan kedatangan semua orang tersebut apalagi melihat wajah mereka yang terlihat panik.
"Kenapa?" tanya Zhi Qing dengan polosnya
"Ledakan apa tadi itu? apakah ada penyerangan!" tanya kaisar langit
"Penyerangan? kami berdua sedang berlatih memangnya kenapa?" tanya Zhi Qing
"Kau masih bertanya kenapa? latihan yang kaliam berdua lakukan itu membuat panik kami." seru Xi Shen dengan kesalnya.
"Emm itu ya aku minta maaf aku hanya sedang mencoba teknik yang baru saja aku buat dan tidak tahunya berhasil." kata Yuan Lin dengan meminta maaf
"Baiklah baiklah semuanya kembali ketempat tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi." kata Xi Shen yang membuat semuanya kembali pada tugas masing-masing
"Kalian berdua ikut kami ada yang ingin kami bicarakan pada kalian berdua." kata Xi Shen yang membuat Zhi Qing maupun Yuan Lin bingung tapi mereka tetap menurut dan mengikutinya.
Tak berselang lama kemudian kini mereka sampai di ruangan Xi Shen. Yuan Lin nampak penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh pria di depannya itu begitupun juga dengan Zhi Qing.
"Jadi apa yang ini kau bicarakan?" tanya Zhi Qing
"Kami tahu bagaimana kedekatan kalian selama ini dan menurutku jika lebih baik kalian melanjutkan ke hal yang lebih serius lagi." kata Xi Shen yang membuat kedua tidak mengerti.
"Apa yang anda maksud?" tanya Yuan lin dengan bingungnya.
"Ya maksud kami itu adalah kalian kapan akan segera melaksanakan pernikahan kalian." kata kaisar langit tanpa basa-basi lagi sehingga membuat keduanya terlonjak kaget
"Pernikahan??? siapa yang ingin menikah?" seru keduanya secara bersamaan.
__ADS_1
"Tentu saja kalian memangnya disini siapa lagi yang belum menikah." timpal Xi Shen
"Setahuku kau juga belum menikah." kata kaisar langit dengan sinisnya
"Ck diamlah bodoh itu adalah masalah pribadiku." seru Xi Shen dengan kesalnya.
Memang benar di usianya yang hampir sama dengan. kaisar langit, Xi Shen belum menikah. entah apa yang ada di dalam pikirannya karena sampai saat ini tidak ada yang wanita yang membuatnya tertarik. walaupun sudah berumur tapi wajahnya sama seperti pemuda berusia 20 tahun dan itu tentu tidak akan membuat siapapun tahu jika pria Tersebut sebenarnya sudah berumur
"Kenapa tiba-tiba saja kalian membicarakan hal ini?" tanya Zhi Qing dengan menatap mereka dengan tatapan penuh selidik.
"Ya apa salahnya kalian segera menikah. di luaran sana banyak laki-laki yang sudah menunggu putriku. jika kau tidak ingin menikah dengannya maka jangan pernah mendekatinya lagi." kata kaisar langit dengan suara tegasnya.
"Tidak tidak tentu saja aku ingin menikah dengannya tapi ini sangat mendadak." kata Zhi Qing.
"Tidak. untuk sekarang hanya pembicaraan dulu karena sebelum pernikahan putriku harus menjalankan tugasnya terlebih dahulu." kata kaisar langit.
Yuan Lin hanya mendengarkan saja dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.
"Beberapa hari lagi aku akan menyerahkan semua tanggung jawabku padamu karena aku ingin menikmati masa-masa tua dengan istriku bukan hanya dengan segunung kertas-kertas menyebalkan itu." kata kaisar langit.
"Hmm aku sudah menduga hal ini akan terjadi. aku juga berkewajiban untuk mewujudkan keinginan ayah dan ibuku jadi Aku akan menerimanya kapanpun itu. dan mengenai masalah pernikahan ya ku rasa itu tidak buruk juga." ujar Yuan Lin yang membuat Zhi Qing Langsung menatapnya.
"Apakah maksud mu kau menerima perjodohan ini?" tanya Zhi Qing yang terlihat begitu antusias.
"Ya memangnya ada apa? apakah kau ingin menolaknya?" tanya Yuan Lin dengan tatapan sinis dan tajamnya.
"Mana mungkin bukankah aku sudah menunggu sangat lama hal ini. apakah kau tidak ingat atau pura-pura lupa." kata Zhi Qing dengan tatapan sinisnya
__ADS_1
"Hmm ya ya aku mengerti." ucap Yuan Lin dengan menghela nafasnya.