Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Berlatih (LPT : SANG PENGUASA "Perdamaian Dua Alam" )


__ADS_3

Tak terasa hari pun kini sudah pagi. seorang gadis masih tertidur nyenyak di kasurnya dan masih berada di alam mimpinya tapi tak lama kemudian ia membuka matanya dan berdecak kesal karena ketukan pintu kamarnya yang tidak berhenti.


"Ck siapa yang sudah menggangguku pagi-pagi buta seperti ini." kata Yuan Lin dengan kesalnya.


Ia pun langsung beranjak dan ingin melihat siapa yang sudah berani mengganggu waktu tidurnya. saat membuka pintu sebuah wajah dengan senyum mengembang sudah berada di depan Yuan Lin. ya siapa lagi kalau bukan putri Mei.


"Selamat pagi jiejie. apakah tidurmu nyenyak?" tanya putri Mei dengan senyum mengembang dan kedua tangannya membawa nampan yang berisi makanan.


"Ada apa pagi-pagi sekali kau kesini dan mengganggu ku?" tanya Yuan Lin dengan datarnya.


"Oh apa aku mengganggumu? aku minta maaf tapi aku hanya ingin membangunkan mu dan aku juga sudah membawakan sarapan untukmu." kata putri Mei dengan menunjukan makanannya yang sudah dia bawa.


"Apakah harus sepagi ini. ck sudahlah kau kembali saja. dan ini akan aku makan nanti." kata Yuan Lin dengan mengambil nampan berisi makanan itu kemudian menutup pintunya tanpa mendengar apa yang ingin di katakan putri Mei padanya.


"Sialannn gadis itu sungguh tidak tahu berterimakasih. jika saja ini bukan bagian dari rencana yang sudah aku buat aku tidak akan Sudi melakukan hal serendah ini apalagi padanya. tapi aku harus bersabar jika rencana ku akan berhasil. aku harus perlahan-lahan mendekatinya dan tanpa di sadari dia akan menerimaku begitu saja." gumam putri Mei dengan berdecak kesal kemudian pergi dari depan kamar Yuan Lin.


Di dalam kamar, Yuan lin naik ke kasurnya lagi dan memejamkan matanya. ia bermaksud untuk melanjutkan tidurnya yang sudah terganggu tapi sepertinya biasanya jika dia sudah bangun akan sulit untuk tertidur lagi karena itu Yuan Lin langsung bangun dan hanya bisa berdecak kesal saja.

__ADS_1


"Ck aku masih sangat mengantuk tapi kenapa aku tidak bisa tidur lagi. hahhh ini sangat menyebalkan. lain kali aku akan membuat perisai pelindung di kamar ini jika malam hari agar tidak ada yang bisa menggangu waktu tidurku lagi." ucap Yuan Lin dengan beranjak dan akhirnya memilih untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri ia pun memakan makanan yang di bawakan putri Mei tanpa curiga sedikitpun. ya walaupun itu adalah racun tapi tidak menjadi masalah bagi Yuan Lin. setelah selesai dengan sarapanku ia pun keluar.


Saat di luar dia juga bingung dan hanya celingukan saja. akhirnya ia pun memutuskan untuk memanaskan tubuhnya sebentar dengan latihan. Yuan Lin mengeluarkan pedang merahnya dan mulai mengayunkannya dengan begitu lihainya.


Ia berlatih teknik pedang bayangan dan beberapa teknik lainnya yang sudah dia kuasai sebelumnya. gerakan gerakan yang di lakukan Yuan Lin sangatlah terampil dan begitu berenergi. ayunan demi ayunan pedang dia lakukan dengan sangat sempurna seakan semua gerakan itu sudah berada di luar kepalanya.


Sedikit demi sedikit keringat pun mulai membanjiri tubuhnya. ia tetap melakukan gerakan gerakan itu tanpa berhenti. hingga sesaat kemudian ia berhenti dan menyimpan kembali pedangnya kemudian beralih mengeluarkan sebuah tombak hitam dan mulai memainkannya.


Langkah kaki dan gerakan tangannya yang memainkan tombak terlihat begitu indah namun sangat berbahaya untuk lawan. setiap serangan yang dia lakukan juga terlihat sangat kuat. gerakannya begitu santai dan seperti tidak ada beban sama sekali. pandangan wajahnya lurus kedepan serta tatapan mata yang datar membuat setiap lawan tidak akan bisa menebak apa yang sebenarnya di pikirkan gadis itu.


Setelah di rasa sudah cukup memanaskan badannya dia pun memejamkan matanya dan menyimpan kembali tombaknya serta menghembuskan nafasnya secara perlahan untuk merilekskan tubunya.


Suara riuh tepukan tangan pun membuat Yuan Lin membuat matanya. ia melihat sekelilingnya yang sudah di penuhi banyak sekali prajurit yang sedang bertepuk tangan .


"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Yuan Lin dengan bingungnya.

__ADS_1


"Putri anda sangat hebat. kenapa anda tidak pernah mengatakan atau memperlihatkan pada kami semua itu. itu sangatlah hebat." kata salah satu prajurit yang sedari tadi matanya terus berbinar menatap bagaimana indahnya setiap gerakan yang di mainkan Yuan Lin.


"Aku? apakah Sedari tadi kalian semua melihat ku berlatih?" tanya Yuan Lin dengan keheranan.


"Ya putri. kami semua melihatnya. jika putri tidak keberatan untuk menjadi pelatih kami itu akan menjadi poin penting dan akan membuat semua prajurit disini menjadi kuat. dan itu tentu saja akan berakibat baik pada kerajaan langit." timpal salah satu prajurit lagi.


"Bukankah kalian sudah mempunyai orang yang di khususkan untuk melatih kalian?" tanya Yuan Lin.


"Ya tapi jika putri yang menjadi pelatih kami itu akan sangat menyenangkan." kata salah satu prajurit lagi.


"Tidak tidak. aku disini adalah pendatang baru dan untuk hal tersebut aku tidak tertarik. panglima kalian jauh lebih pintar dan kuat dariku. jadi tetap belajarlah bersamanya." kata Yuan Lin dengan menolak.


Diam-diam seorang pria tengah melihat dan mendengar apa saja yang di bicarakan Yuan Lin Dan para prajurit. mendengar apa yang ucapkan Yuan Lin membuat pria itu tersenyum kecil. jika orang lain yang berada di posisi Yuan Lin seperti saat ini sudah pasti akan langsung menyetujui tanpa persyaratan apapun karena memang menjadi seorang jenderal muda atau panglima adalah harapan setiap orang.


"Putri Yuan Lin ternyata tidak seburuk yang aku kira. aku harus menemuinya dan meminta maaf padanya karena sudah berburuk sangka padanya." gumam pria tersebut dengan berjalan menghampiri Yuan Lin


"Tapi nona,,, itu akan menjadi lebih bagus dan prajurit kerajaan langit akan semakin kuat dan berjaya. kita akan bisa mengalahkan siapapun yang berani pada kita." kata seorang prajurit.

__ADS_1


"Sudah aku katakan bukan jika aku tidak tertarik untuk mendapatkan posisi seperti itu." ucap Yuan Lin yang langsung membuat semua prajurit tidak bersemangat lagi.


"Hei kalian kenapa malah berkumpul disini hah. cepat selesaikan tugas kalian ." kata Minhen yang merupakan seorang jenderal sehingga membuat mereka semua langsung Bubar.


__ADS_2