
Kini di arena pertandingan hanya menyisakan dua orang saja, mereka adalah Jian Ana dan Shin Lu. di babak terakhir inilah yang akan menentukan siapa pemenang dari pertandingan ini. Rui Shan memberikan aba-aba dan mereka mulai menyerang satu sama lain.
"Ketua kapan waktu yang tepat saat kita akan menyerang mereka?" bisik salah satu anggota yang di bawa oleh pria bertopeng.
"Sebentar lagi dan tunggu aba-aba ku." jawab pria bertopeng yang sudah menyiapkan semua rencananya.
"Aihh kau itu sangat lambat. aku sudah tidak sabar untuk menghabisi mereka dan menjadikan mereka sebagai pasukan junjungan." kata jenderal Mo Xu yang sudah tidak sabaran.
"Diamlah saudaraku jika ada yang mendengar ucapan mu semua rencana yang sudah kita susun akan hancur." seru jenderal Mo Zaw.
Mereka tidak menyadari jika sedari mereka datang mereka selalu di perhatikan oleh seseorang dan orang yang memperhatikan mereka tak lain dan tak bukan adalah Yuan Lin.
Di atas area pertandingan, Jian Ana tengah melayangkan seranganya pada Shin Lu menggunakan kipasnya. Shin lu menghindari dengan cara melompat. tiba tiba saja dari atas langit turun ratusan bunga teratai dan menghujani Shin Lu sehingga membuat pemuda itu terjatuh dan keluar dari garis.
Semua orang pun berdiri dan bersorak dengan riuhnya ketika pertandingan ini di menangkan oleh Jian ana. bertepatan dengan itupun sebuah ledakan besar membuat semua orang terkejut. mereka lantas mencari ke arah sumber suara dan tiba-tiba saja datanglah beberapa orang dengan menggunakan pakaian hitam serta penutup wajah yang sudah mengepung mereka semua.
Tiga orang berpakaian hitam juga sudah berada di tengah-tengah arena dengan tertawa senangnya. melihat ada penyerangan membuat para ketua dan kultivator yang tengah menyaksikan langsung mengeluarkan senjata masing-masing.
Baru saja mereka akan bertindak tiba-tiba saja mereka terpental mundur yang membuat semua orang kembali terkejut. mereka mengira jika para ketua dan kultivator tersebut sudah di serang oleh orang-orang misterius itu. sebaliknya ketiga orang yang tengah berada di tengah arena pertandingan nampak terlihat bingung dengan kejadian tersebut.
__ADS_1
"Ada apa dengan mereka?" tanya jenderal Mo Zaw dengan bingungnya.
"Kita sudah di serang. tetaplah tenang dan diam kami akan berusaha sekuat tenaga." teriak ketua sekte matahari.
Semua orang tentu saja panik dan khawatir dengan penyerangan tiba-tiba. semua murid juga sudah bersiap jika saja tiba-tiba orang orang misterius itu mulai menyerang namun sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda mereka akan menyerang.
Hingga beberapa saat kemudian jenderal Mo Xu melayangkan sebuah seranganya yang membuat seisi tempat pertandingan bergetar. mereka ketakutan bukan main mendapat serangan seperti itu sehingga berlari untuk keluar dari tempat tersebut. namun reaksi yang sama di dapatkan oleh mereka. mereka semua kembali terpental mundur yang membuat ketiga orang yang tengah berdiri itu bingung.
Sekarang jenderal Mo Xu dan pria bertopeng lah yang memberikan seranganya tapi mereka di buat bingung karena serangan yang mereka layangkan tidak melukai satu orang pun.
"Ku rasa ada yang melindungi mereka. apakah mereka sebelumnya sudah tahu jika kita akan melakukan penyerangan." kata pria bertopeng dengan tidak mengerti.
"Ya kalian benar sekali, aku sudah membuat perisai pelindung untuk mereka semua dan kalian tidak akan ada yang bisa melukainya." kata Yuan Lin dengan menenteng pedang merahnya.
Tentu saja hal tersebut membuat semuanya kembali terkejut. jadi mereka sedang berada di dalam sebuah kubah pelindung tapi mengapa mereka tidak bisa melihatnya, pikir mereka.
"Jangan ada yang keluar aku akan membereskan ketiga orang ini." kata Yuan Lin pada semua orang.
"Apakah benar yang menciptakan pelindung itu adalah putri Yuan Lin?" ucap ketua sekte teratai dengan tidak percaya.
__ADS_1
"Saya percaya itu ketua karena saya sudah melihat kekuatan yang di miliki oleh putri Yuan Lin." timpal ketua sekte Halilintar.
"Ohhh hahaha jadi rupanya kau sudah tau jika kami akan melakukan penyerangan. baguslah kalau begitu kita tidak perlu memakai ini lagi." ujar Mo Xu dengan melepaskan penutup wajahnya begitupun keduanya
Yuan Lin yang melihat ada pria bertopeng juga pun nampak terkejut. bagaimana bisa laki-laki itu ada disini. bukankah saat berada di hutan selatan laki-laki itu tengah sekarat karena racun es abadi.
"Kau!!!" seru Yuan Lin dengan terkejut.
"Hahaha apakah kau terkejut melihat aku masih baik-baik. apakah kau tidak ingat jika kau yang telah menyelamatkan ku." kata pria bertopeng dengan tersenyum menyeringai.
Mendengarkan hal itu membuat beberapa orang langsung membicarakan apa yang di lakukan Yuan Li adalah salah dan mereka berfikir jika Yuan Lin bermuka dua. dia seolah-olah menjadi penyelamat bagi mereka namun dia juga menjadi salah satu anggota dari aliansi Wungzo. ada juga yang langsung menyimpulkan jika Yuan Lin telah berkhianat dan menatap benci ke arahnya.
Bukan hanya mereka saja, gadis itu sendiri juga bingung karena dia tidak pernah menyelamatkan pria itu tapi kenapa pria itu mengatakan jika dia yang telah menyelamatkannya.
"Apa maksudmu?" tanya Yuan Lin dengan tidak mengerti.
"Oh hahaha kau tidak mengingat ya jika kau sudah meninggalkan ah bukan maksudku menjatuhkan satu kelopak bunga lotus es saat kau tidak ingin menolong ku dan langsung pergi begitu Saja. kau ingat jika aku sudah tidak memikirkan harga diriku lagi dan memohon agar kau memberikan bunga itu padaku. hah tapi kau masih saja sombong dan sekarang aku ada di hadapanmu. aku akan memberikan pelajaran bagimu." kata pria bertopeng dengan nada marahnya
Tentu saja Yuan Lin masih bingung. apakah benar jika dia telah menjatuhkan satu kelopak bunganya dan membuat pria itu sembuh.
__ADS_1
Pria bertopeng pun melayangkan sebuah serangan pada Yuan Lin saat gadis itu tengah termenung memikirkan semuanya. namun dengan sigap gadis itu melompat menghindari serangan itu. dan terjadilah pertarungan antara Yuan Lin Dan ketiga orang dari anggota aliansi Wungzo.