Legenda Putri Tidur

Legenda Putri Tidur
Pingsan (LPT S2)


__ADS_3

Disisi lain Niken hanya bisa menggosok-gosokkan tangannya saja mencari sedikit kehangatan. bibirnya menjadi pucat karena rasa dingin yang amat. semua orang menikmati salju dengan begitu riangnya sementara Niken tengah menahan rasa dingin itu sendirian.


Karena merasa jika tubuhnya saat ini benar-benar sudah sangat tidak bisa di ajak kompromi akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu namun belum sempat dia melangkah pergi kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing dan badannya menggigil.


Gadis itu langsung terjatuh yang membuat semua orang yang ada di sekitarnya langsung menghampirinya. Niken jatuh pingsan karena tidak kuat menahan rasa dingin di tubuhnya.


"Ada apa disana kenapa semua orang berkumpul?" ucap Zein dengan menoleh ke sumber suara. ia pun memutuskan untuk menghampiri kerumunan tersebut karena merasa penasaran.


"Permisi tuan, apa yang terjadi disini?" tanya Zein pada salah satu pengunjung.


"Ada yang pingsan." jawab pengunjung tersebut yang membuat Zein membelah kerumunan tersebut.


Ketika melihat siapa gadis yang pingsan itu membuat Zein terkejut. dengan segera ia menyingkirkan semua orang agar menjauh dari gadis itu dan menyibak rambut yang menutupi wajahnya.


"Niken." seru Zein dengan terkejut.


"Apakah tuan mengenal gadis ini?" tanya seorang wanita.


"Dia adalah teman saya. tolong bantu saja untuk membawanya ke mobil." kata Zein yang membuat beberapa orang langsung membantu mengangkat tubuh Niken.


Ia langsung membawa Niken pulang ke apartemennya. selama perjalanan Zein terlihat begitu khawatir melihat kondisi Niken yang semakin memucat. ia melepaskan pakaian hangatnya dan di balutkan pada gadis itu kemudian ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Bertahanlah sayang ku mohon." kata Zein yang semakin khawatir dengan kondisi Niken.


"Halo...pastikan semua peralatan medisku ada di apartemen. lengkap." kata Zein yang langsung mematikan panggilannya pada seseorang.

__ADS_1


Selama mengendarai mobil tatapan Zein tidak pernah lepas dari Niken. ia menancap pedal gasnya dan tidak melepaskannya hingga beberapa saat sampailah dia di apartemennya. disana sudah ada supir pribadi Zein yang menunggunya. ketika melihat Zein menggendong seorang gadis membuat supir itu terkejut dan berlari menghampiri Zein.


"Apa yang terjadi tuan?" tanyanya.


"Apa kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya Zein dengan sedikit berlari.


"Sudah tuan." jawab supir tadi.


Sesampainya di apartemen Zein langsung membawa Niken ke kamarnya dan mulai memeriksanya. suhu dingin Yang ada di tubuh gadis itu sangat tinggi bahkan selama Zein menjadi dokter ia belum pernah menemui pasien dengan suhu dingin seperti ini.


"Ku mohon bertahanlah. aku akan berusaha untuk membuatmu sembuh." kata Zein dengan memberikan suntikan pada Niken.


Ia menulis resep obat dan menyerahkannya pada supirnya agar segera membelinya. selama menunggu supirnya kembali ia tak henti-hentinya memegang dan menggosok-gosokkan tangannya pada Niken agar sedikit memberikan rasa hangat pada gadis itu.


Sesaat kemudian supir pribadi Zein datang dengan membawa satu bungkusan kecil yang berisi obat. dengan segera Zein membuka obatnya dan bersiap untuk memasukkannya ke dalam mulut Niken tapi ia bingung karena sekarang Niken belumlah sadar.


"Aku harus melakukannya. oke kau harus melakukannya hufftt..." ucap Zein dengan menghela nafasnya.


"Hei kau tutup matamu." kata Zein yang membuat supirnya menutup mata.


Ia memasukkan obat kedalam mulutnya terlebih dahulu dan ia meminum sedikit air kemudian ia membuka mulut Niken dan memasukkan obat itu ke mulut Niken. bibir mereka bertemu beberapa saat, Zein tidak melepaskannya sampai obat itu benar benar masuk. ketika merasa semua obatnya sudah masuk ia pun melepaskan bibirnya dan mengusapnya menggunakan tangannya.


"Eeuhhh ini sangat pahit." ucap Zein dengan meminum air untuk menghilangkan rasa pahitnya.


"Semoga dengan obat ini kau bisa segera sadar dan sembuh. aku sangat berharap untuk itu." ucap Zein dengan menyelimuti Niken dan keluar agar gadis itu bisa beristirahat.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian ia kembali masuk dan memeriksa keadaan Niken tapi ia di buat terkejut ketika menyentuh tangan Niken seperti menyentuh es batu. ia pun memeriksa Niken dan alangkah terkejutnya ketika mengetahui jika Niken mengalami demam yang tidak bisa di sembuhkan oleh obat apapun kecuali melakukan sesuatu.


"Astaga a apa yang harus aku lakukan dengan ini? ke kenapa ini terjadi padanya." ucap Zein dengan mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Ada apa tuan? apakah dia baik-baik saja?" tanya supirnya.


"Tidak. ini yang aku takutkan sedari tadi. apa yang harus aku lakukan untuk ini? jika hanya dengan obat kemungkinan dia sadar sangat sedikit bahkan tidak akan mungkin bisa sadar. pilihannya hanya ada satu yaitu harus menghangatkan tubuhnya." kata Zein yang membuat supirnya paham.


"Lakukanlah tuan lagi pula dia juga sudah menjadi kekasihmu bukan. di negara ini hal seperti itu sudah biasa terjadi dengan para pasangan kekasih. tidak ada salahnya tuan mencobanya." kata supir pribadi Zein yang langsung mendapatkan pukulan telak dari laki-laki itu


"Apa kau sudah gila. aku tidak mungkin melakukannya bodoh." seru Zein.


"Itu artinya tuan akan membiarkan dia terus dalam kondisi seperti ini? Tuan seorang dokter dan tentunya tuan tahu resiko apa yang akan terjadi jika tidak ada yang menghangatkan tubuhnya." kata supir pribadi Zein yang membuat Zein frustasi.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang. aku tidak mungkin melakukan itu padanya. aku memang mencintainya tapi aku hanya ingin melakukannya setelah dia benar-benar menjadi istriku." ucap Zein.


"Jika seperti itu, menikahlah denganya Tuan kenapa tuan harus bingung dan sefrustasi seperti ini. berfikirlah yang jernih tuan." kata supir pribadi Zein.


"Jika berkata saja itu sangat mudah tapi aku tidak bisa melakukan Jhon."seru Zein


"Lihatlah tuan bahkan wajah dia sudah sangat pucat dan seperti tidak memiliki aliran darah. apakah tuan hanya akan diam saja melihat hal itu dimana hati nurani tuan?? jika tuan tidak ingin melakukannya biarkan saya yang melakukannya." kata Jhon dengan berjalan maju kemudian langsung mendapat pukulan dari Zein.


"Diamlah brengsek. aku tidak akan membiarkan pria manapun menyentuhnya termasuk dirimu." kata Zein dengan tatapan tajamnya.


"Kalau begitu lakukanlah tuan kasihan dia. saya akan keluar terlebih dahulu." ujar Jhon yang ketakutan melihat tatapan mata Zein.

__ADS_1


__ADS_2