
Niken berjalan dengan kesalnya. entah mengapa ia sangat kesal dengan Zein karena tdiak berkata sejujurnya padanya jika makanan yang dia buat bahkan tidak layak di makan untuk binatang. ia menuju ke dapur dan mulai membereskan semuanya sedangkan Zein mengejar Niken dan berusaha untuk menjelaskan pada gadis itu agar tidak salah paham.
"Aku tidak bermaksud begitu. apa kau marah." kata Zein.
"Seharusnya kau bilang padaku jika makananku tidak enak. kenapa kau malah menurut saja dan memakan hampir semua buburnya." kata Niken.
"Tidak bukan begitu. mungkin itu menurutmu saja tapi hari ini aku ingin makan yang asin-asin dan kebetulan kau memasak bubur yang enak ini jadi aku memakannya." ujar Zein.
"Kau berusaha untuk membujukku atau justru untuk menghinaku hah. sudahlah setelah ini aku akan berbelanja dan kau harus ikut denganku." kata Niken yang membuat Zein mengangguk pasrah.
Setelah membereskan semuanya mereka pun segera berangkat ke mall untuk membeli bahan-bahan dapur. Zein mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. karena jarak apartemen dan mall cukup dekat tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di parkiran Mall dan segera masuk.
Tak berselang lama suara teriakan yang cukup keras memanggil nama Zein membuat keduanya menoleh. dilihatnya seorang wanita dengan menggendong bayi kecil dan seorang laki-laki di sampingnya yang membuat Niken terkejut bukan main.
"Apa lagi ini kenapa pangeran Huang hun ada disini juga. kenapa orang-orang yang aku temui wajahnya sangat mirip dengan orang-orang yang ada di dunia itu. ck ini sangat membingungkan. astaga jangan bilang jika pangeran Huang hun adalah suami adiknya Zein." batin Niken dengan menutup mulutnya syok membuat Zein menatapnya dengan bingung.
"Nik Niken ada apa kenapa kau terlihat sangat terkejut? apa kau baik-baik saja?" tanya Zein.
"Tentu saja aku terkejut. jangan bilang jika pangeran Huang Hun adalah suami adikmu." kata Niken yang membuat Zein semakin bertambah bingung.
"Apa yang kau katakan aku tidak mengerti. pangeran siapa yang kau maksud? dia adalah Rayen suami adikku." kata Zein yang membuat Niken tersadar dengan ucapannya.
"Ahh i itu yang ku maksud hahaha." ujar Niken dengan tertawa canggung.
__ADS_1
"Kak Zein kak Niken kalian disini juga." kata Zika dengan begitu girangnya.
"Iya kakak mengantar dia untuk berbelanja." ujar Zein.
"Selamat atas pernikahan kalian. emm maaf karena aku tidak bisa melihat kalian menikah karena aku sedang ada urusan bisnis di luar negeri dan tidak bisa di tinggalkan. sekali lagi selamat." kata Rayen dengan menjabat tangan Zein dan Niken bergantian.
"Dia adalah Rayen suami Zika. dan ini istriku Ray, Niken." kata Zein dengan memperkenalkan.
"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu kakak ipar. Zika sudah menceritakan banyak tentang mu karena itu aku sangat penasaran denganmu hahaha. kau tidak salah pilih dia sangat cantik." kata Rayen dengan menepuk bahu Zein sedangkan Niken hanya tersenyum kecil saja melihat interaksi mereka.
"Tentu saja hahaha baiklah kalau begitu aku tinggal dulu ya." kata Zein dengan menarik tangan Niken menjauh.
Beberapa saat kemudian setelah mereka sampai di toko yang menyediakan semua bahan-bahan dapur, Zein segera menyuruh Niken untuk memilih apa saja tapi justru ia hanya melihat Niken yang diam saja. tentu itu membuat Zein heran sekaligus khawatir.
"Nik Niken apa kau baik-baik saja?" tanya Zein yang membuat Niken. tersadar.
"Tidak tidak ada aku hanya memikirkan apa saja yang harus aku beli hahaha karena saat sampai disini aku bingung." jawab Niken yang membuat Zein ber-oh ria saja.
Tentu apa yang di katakan Niken semuanya bohong. dia memang sedang memikirkan sesuatu dan mencoba untuk memahami semua yang sudah terjadi selama ini. tapi untuk sekarang ia akan mengesampingkan dulu jika ada waktu ia ingin menanyakan semuanya pada bundanya.
Di lain sisi tepatnya di kekaisaran Wei seorang gadis tengah terbaring dengan mata yang terpejam. seorang wanita dengan bocah kecil selalu setia menemani dan merawatnya. ya gadis yang tengah terbaring itu tak lain dan tak bukan adalah Yuan Lin sedangkan wanita dan bocah kecil itu adalah putri Jiang He dan pangeran kecilnya.
Setelah pertempuran Waktu itu yang membuat Yuan Lin terluka kini keadaan di semua kekaisaran mulai baik-baik saja. kabar jika Yuan Lin berhasil di lukai oleh salah satu anggota musuh pun sudah terdengar di telinga setiap orang dan yang lebih mengejutkan lagi ketika mereka mendengar jika Yuan Lin Dan pria bertopeng adalah sepasang kekasih yang sudah lama terpisah.
__ADS_1
Tentu hal tersebut membuat semua orang tidak percaya dan juga di buat bingung tapi mereka juga merasa lega sekaligus senang karena gadis itu berhasil mengalahkan raja iblis dan pasukannya.
Seorang tabib datang bersama kaisar Wei dan dua pangeran untuk memeriksa keadaan Yuan Lin.
"Bagaimana keadaan putriku tabib?" tanya kaisar Wei.
"Masih belum ada perubahan kaisar. ini aneh sekali seharusnya putri sudah sadar dari 3 hari yang lalu karena racun yang ada di dalam tubuhnya sudah tidak ada lagi tapi kenapa sampai sekarang putri belum membuka matanya juga padahal keadaannya sekarang sudah baik-baik saja." jawab tabib istana yang terlihat bingung.
"Bagaimana bisa kau bilang Lin Lin baik baik saja. jika Lin Lin sudah baik-baik pasti sekarang dia sudah membuka matanya." timpal pangeran Han Tian dengan menatap tidak suka dengan ucapan tabib itu.
"Tapi itu benar pangeran keadaan putri Yuan Lin sudah sangat membaik. apakah selama putri menjaga putri Yuan Lin putri pernah melihat gerakan kec yang dilakukan oleh putri Yuan Lin?" tanya tabib pada putri Jiang He.
"Aku yakin aku selalu melihat dan memantau keadaan Lin jiejie tapi aku tidak melihat pergerakan apapun." jawab putri Jiang He dengan menatap sendu ke arah Yuan Lin.
"Kita hanya perlu menunggu putri membuka matanya saja kaisar. saya yakin tidak akan lama. mungkin dia sedang berada di alam bawah sadarnya untuk memilihkan tenaganya karena pertarungan itu atau justru ada hal lain yang sedang terjadi saya tidak tahu. kalau begitu saya permisi dua hari lagi saya akan kesini untuk memeriksa keadaannya." kata tabib istana kemudian berlalu keluar.
**Hay everyone....pasti pada bingung ya sama part yang ini wkwk aku jelasin dikit ya. jadi Yuan Lin itu belum mati cuma jiwanya aja yang ditarik oleh ibunya ke masa depan, berbeda lagi sama putri Jiang He Huang hun dan Han Tian, jiwa mereka tidak di tarik ke masa depan hanya wajah mereka saja yang mirip. kalau Zhi Qing atau pria bertopeng atau bisa kalian sebut juga Zhan itu jiwanya terlempar bukan di tarik ke masa depan.
Sampai sini sedikit paham nggak?
kalau nggak paham mangkanya simak terus ceritanya ntar ada yang menarik loh😁.
"Thor kenapa ceritanya semakin membingungkan dan makin kemana-mana?"... aku hanya menerjemahkan apa yang ada di otakku doang udah gitu aja ya wkwk.
__ADS_1
"Sumpah aku jadi males bacanya. ngga karuan gini jadinya.".... terimakasih karena sudah mau baca cerita ku sampai disini dan maaf kalau belum bisa buat kalian puas hehe soalnya aku hanyalah penulis kentang dan ngga punya banyak wawasan seperti penulis penulis lain.
Bener2 Minta maaf yak🙏**